Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 16 April 2013


Kita ini kanibal-kanibal yang lebih nikmat memberitakan dan mempergunjingkan keburukan orang, daripada menebarkan informasi tentang kebaikan dan kemuliaan. Teman kita memberikan 90% penghasilannya kepada kepentingan sosial, kita acuh tak acuh saja; nanti sekali dia buang kentut sampai bunyi fasih sekali ( preeeth ,,dhuuuuuth ,dan broooooth setengah ngebast) di tengah rakaat salat -- kita olok-olok dia habis-habisan...kita pergunjingkan dia bahkan tanpa sadar kita menelanjanginya dan mempermaukannya, sehingga disinyalir semakin memperbesar kemaluannya.

Kita memang tidak makan manusia hidup- hidup. Tapi kpayahan dan kjahatan ini justru malah mnjadi-jadi ,lihatlah di sana anak- anak PSK yg blum lahir sudah di jual bahkan sudah di panjeri DP ( tanda jadi). Mereka pekerjaannya tiap hari yang pnting mesum, kalau sudah hamil tinggal buat kontrak SPK semacam kesepakatan -kesepakatan tertentu menentukan harga anaknya itu untuk dijual, yang penting untung ,dapat bnyak uang.

DPRD booking jablay 9 orang sekaligus sekali kencan, seorang anak membunuh orang tuanya, seorang anak memenjarakan orang tuanya hanya karena mengambil kayu anaknya padahal toh lahan tanah itu milik ibunya sendiri.

Lihatlah di sana masih ada saja yg busung lapar, anak-anak yang tak bisa Sekolah, Pengamen dan Pengemis jalanan makin liar berpesta pora di setiap sudut kota, SBY juga ikut-an an "ngeluh" soal web nya yg di haekker salah seoarng pemuda putus skolah. SBY sama saja menganibalkan dirinya dan kehormatannya dengan minta tambahan gaji Presiden ....

Presiden kita memang doyan humor yang membuat kita trpingkal-pingkal atau bahkan berguling-guling di jalan tol ......Bahkan anak-anak Sekolah yang kebingungan karena ujian nasioanal di undur. Maklumlah dah beberapa hari ke dukun, ke Kyai, Sholat ini Sholat itu, ke kuburan keramat, muter -muter tasbih sampe ribuan kali entah apa yg di baca, mungkin yang dibaca "galau- galau galau hingga1000 kali". Rutinitas yg benar -benar menganibalkan diri dan jiwa sendiri .

Semua menganibalkan diri, status sosial kita sudah sudah tidak lagi diindahkan, tidak ada lagi bedanya yg duda tanpa anak sama perjaka ....Tidak ada bedanya juga perawan sama janda tanpa anak. Hanya status sebutan belaka, kalau dulu di Sekolah- Sekolah jadi diadakan tes kepererawanan, brngkali Sekolah- Sekolah tidak laku, ksrena semua anak gadis yang sudah tidak gadis akan terancam sekali aibny terbongkar....

Pendidikan sudah tidak bisa menjadi solusi dan penjamin utama moral anak manusia.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top