Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

MENJUNJUNG MARTABAT PEREMPUAN

Assiry gombal mukiyo, 31 Desember 2014


Suatu malam, Muhammad SAW. pulang dari masjid terlalu malam, tapi nampaknya Aisyah sudah terlelap dalam tidur . Muhammad SAW. tidak membangunkannya, justru memilih tidur di depan pintu. Ketika menjelang Subuh, Aisyah terbangun kemudian membuka pintu dan alangkah terkejutnya melihat suaminya tertidur didepan pintu gubug kecilnya. Muhammad SAW. tidaklah marah, justru memeluk Aisyah dengan berbisik dan berujar " Ya Khumaira (sang cantik yang berpipi kemerahan), mohon maaf tadi malam aku terlambat pulang". Begitu teduh dan romantisnya Nabi memperlakukan perempuan. 

Sekecil apapun dalam setiap persoalan dalam urusan rumah tangga tentu bisa dicari dan diselesaikan jalan keluarnya tanpa harus dengan cara -cara kekerasan apalagi dengan mengatas namakan agama ataupun moral hanya karena anda menjadi imam/pemimpin dalam sebuah keluarga.


Inilah bukti keteladanan Rasul dalam memperlakukan perempuan yang ketika itu sangat terpuruk dan jauh dari nilai-nilai kemanusiaan
.Siapapun dirimu, Presiden, Pejabat pemerintahan, Menteri ataupun engkau yang hanya tukang becak, tukang rongsokan, ataupun petani, perlakukanlah perempuan dengan hormat dan sopan.
Islam harus dikembalikan ke semangat awalnya mengentaskan perempuan dari diskriminasi dan subordinasi, setara dengan lelaki.Kini, salah satu hal yang kontradiktif dalam budaya Arab adalah bagaimana lelaki disana memuja-muja Tuhan, namun secara bersamaan mereka berbondong -bondong melakukan suatu tindakan tidak manusiawi terhadap perempuan.

Salah satu contoh adalah budaya memukul istri jika istri memiliki kesalahan, merampas hak dan tidak memanusiakan para TKW misalnya. Bahkan hal semacam ini dibenarkan dalam budaya Arab, padahal menurut ajaran Islam, memukul istri adalah satu langkah terakhir untuk mengingatkan istri pada kesalahannya.Langkah terakhir yang sebisa mungkin harus dihindarkan.

Permasalahan Perempuan di Arab adalah masalah kebudayaan masyarakat Arab. Budaya patriarki begitu mendominasi dalam setiap sendi kehidupan. Suara-suara perempuan dibungkam begitu rupa atas nama tradisi dan agama.Menapak tilasi ajaran dan perilaku Nabi yang menjadi" uswatun hasanatun" tapi kian hari makin tercampakkan.

KALIGRAFI MASJID ISLAMIC CENTER JAKPUS

Assiry gombal mukiyo, 30 Desember 2014

 

DI tempat terpisah Tampak Nukman Aceh dan Ahmad Ainun Najib Tegal Jateng Santri Senior PSKQ dan assiry art team works, sedang menebar virus -virus kaligrafi di Lisplang dan kubah Masjid Islamic Center seberang Roxi, Jakarta Pusat.

Tidak ada putusnya menebar virus -virus Kaligrafi dimana saja, kapan saja asal untuk dakwah bi al Qolam santri santri PSKQ tidak akan ada matinya.

Membuktikan dengan karya bukan dengan kata-kata.Mengejawantahkan keindahan dengan warna dan indahnya kaligrafi bukan dengan imaji dan lamunan jorok semata.

Inilah yang perlu kita kukuhkan. Berkaryalah apapun bidang dan potensi anda.Bukan hanya omong doang ( omdo) . Jika anda penjual gorengan bikin gorengan yang sehat, atau jika anda adalah penjual celana dalam atau kutangpun sok.... silahkan atuh.....asal itu halal mari jalankan karena itulah nilai ibadah kita yang semoga saja selalu membawa berkah kepada kehidupan yang lebih baik.

Ilustrasi:
-Tampak Nukman Santri Senior dan juga pengajar di PSKQ Modern sedang menggores Khoth Tsulus pada bidang lisplang kubah diameter 12 M.
-Ainun Najib dan team membuat illuminasi motif arabesque.

PEMBINAAN KALIGRAFI HADAPI PASAR BEBAS 2015

Assiry gombal mukiyo, 30 Desember 2014


Menjadi Instruktur untuk vokasi dibidang kaligrafi bagi saya adalah "sesuatu banget". Pertama karena itu sudah jadi camilan saya. yang kefua saya sangat respec dengan acara -acara semacam ini bukan untuk pencitraan atau semacamnya tapi lebih kepada bagian dari dakwah bi Al Qalam. Acara pembinaan dan pengkaderan untuk menghadapi Pasar Bebas itu diselenggarakan pada Hari Selasa, tanggal 30 Desember 2014 sampai 13 Januari 2015.

Peserta diikuti oleh seluruh Santri PSKQ dan selebihnya oleh peserta dari berbagai desa di kabupaten Kudus.
Acara tersebut dibeayai oleh APBN yang digawangi oleh PKBM Mekar Jaya yang ditempatkan di Gedung PKBM Undaan Kudus yang dihadiri oleh Dinas dari Kabupaten Kudus dan staff juga dari pemerintah Desa setempat.

Tujuan diadakan acara tersebut adalah untuk memberdayakan bukan memperdayai. Memberi fasilitas dan bukan hanya formalitas. Inilah sisi positif kepedulian pemerintah dalam mengentaskan warga prasejahtera dengan cara masyarakat diberikan bekal keterampilan dan keahlian ( life skill). Seperti adagium memberi kail dan pancing bukan memberikan ikan.

Seluruh fasilitas dari mulai kanvas jadi, buku-buku panduan kaligrafi dan melukis, buku ornamen, cat lukis /acrilic dan mowilex juga peralatan apapun untuk membuat produk lukisan semua ditanggung oleh APBN.
Oleh Pemerintah Kabupaten Kudus, Pesantren Seni Rupa dan Kaligrafi Al Quran (PSKQ Modern) dijadikan sebagai Sentra/Pusat Industri Seni Kaligrafi yang ada di Jawa Tengah Khususnya di Kudus.
Semoga selalu mencetak kader -kader Seniman Muslim dan kaligrafer handal baik dikancah Nasional dan Internasional yang bisa bersaing dengan adanya pasar bebas Th 2015.

Pasar bebas ASEAN atau yang dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Pada saat itu, setiap negara akan berjibaku untuk menginvasi negara dengan produk-produk Asia Tenggara. Bisa apa saja juga Produk Seni pun harus bisa bersaing dikancah Internasional

Oleh karenanya perlu persiapan secara menyeluruh baik itu infrastruktur dukungan iptek dan inovasi, serta kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mendukung SDM, inilah salah satu bukti keperdulian pemerintah yang perlu kita support dan kita bantu mensukseskannya.

TELADAN YANG BAIK

Assiry gombal mukiyo, 29 Desember 2014


PSK Maharany awalnya mengaku menerima sedekah 10 juta dari Fathanah bukan untuk esek-esek, tapi ketika terbukti baru mengaku bahwa itu uang untuk esek-esek ( kenthu).LHI awalnya bilang ngga kenal Fathanah, ternyata kawan karib, bahkan sering berbagi info PSK.Anis Matta bilang ngga kenal Fathanah, ternyata sering ada transaksi, termasuk keluarganya.Godfather PKS Hilmi juga bilang ngga kenal Fathanah, tapi ternyata berkali-kali bertemu bahkan minta uang bermilyar-milyar. Bahkan semua petinggi PKS pernah bareng naik pesawat kelas bisnis dengan Fathanah.

Kelakuan pemimpin PKS ternyata sama dengan PSK, pura-pura tidak tahu, kalau kepepet dan terbukti baru mengaku. Kelakuan Petinggi PKS mirip-mirip PSK dan gigolo seperti saya, heheheuheu.

Di negeri Indonesia, orang kaya berlomba membeli barang mewah mulai dari tas Louis Vuitton, sepatu Bally, jam Rolex, mobil Toyota Alphard, gonta -ganti PSK dan fustun -fustun semlohay.Sedangkan di Amerika, orang kaya berlomba menyumbangkan hartanya dan memecahkan persoalan dunia.

Terbukti Trilyuner Amerika Facebook Mark Zuckerberg sudah memberikan minimal 50% hartanya untuk amal, bergabung dng trilyuner Amerika lain seperti Bill Gates, Warren Buffett.Lenn AdrilynvBill gates sudah menyumbang miliaran dollar, oprah winfrey sdh menyumbang sekian dari hartanya dan seluruh duniapun tau itu. Artis2 hollywood, punya kepekaan yg tinggi trdhp dunia luar dan sering menyumbang banyak skali buat negara2 lain yg butuh. Kalau untuk soal sumbang menyumbang, pliss, faktanya kita masih kalah jauh dari mereka. Ini bukan bicara soal nasionalis atau tidak nasionalis.

Mungkin mereka tidak kenal zakat, sodaqah dan lain -lain.Tapi yang mereka ketahui, hidup itu bukan untuk diri sndiri, tapi juga untuk orang lain.Oleh karenanya dibutuhkan suri tauladan yang baik. Banyak orang baik yang tenggelam oleh perilaku orang jahat, karena orang baik hanya diam dan mendiamkan. Suri tauladan yg baik dicontohkan oleh pemimpin negeri ini.

Meskipun masih banyak komentar miring dg kata "pencitraan". Tapi kita sangat rindu untuk suri tauladan yang baik, dan sekarang sedikit terobati dengan hadirnya Jokowi - JK. Semoga beliau Istiqomah.
Dari laporan harta kekayaan Jokowi sebelum dicalonkan jadi capres, hartanya mencapai 27 milyar dan 27.000 US$. Dengan kekayaan sebesar itu, beliau bisa beli mobil mewah sesuai keinginan, jam mewah sesuai keinginan, memanjakan anak sesuai keinginan. Tapi semua tampilan itu tidak ada.Bahkan anak-anaknya tumbuh normal seperti remaja biasanya. Si Sulung sibuk sendiri dg bisnis kulinernya, yg kedua juga sibuk sendiri dengan mendaftarkan diri jadi calon PNS meskipun akhirnya gagal. Bisa sangat mudah bagi Jokowi untuk menjadikan anaknya sekadar PNS.

Anak yang terakhir juga sibuk sendiri menyelesaikan study disekolahnya. Tanpa sedikitpun bercuap menyinggung politik dan membela fitnah yg bertubi-tubi menyerang Bapaknya. Semua berjalan natural.
Itu semua karena didikan orang tua yang baik. Begitu juga dengan keteladanan dari Jusuf Kalla. Keluarga yang harmonis. Dan semua anaknya mampu menempatkan diri pada posisinya masing-masing.

Setiap orang memiliki sisi kekurangan entah itu Jokowi atau Yusuf Kalla. Paling tidak kita bisa mengambil saripati kehidupan mereka dan meneladani perilaku baik yang dicontohkannya itulah yang ingin saya angkat dalam tulisan ini. (Lisanu al hal afshahu min lisani al maqaal)Perilaku yang baik itu lebih efektif dalam konsep da'wah dan apapun dari pada sekadar nasehat.

KEPEKAAN SENI

Assiry gombal Mukiyo, 28 Desember 2014



Bicara soal seni sama saja membicarakan tentang bagaimana nikmatnya senggama. Anda jangan "parno" dulu ketika saya menganalogiksn seni dengan soal senggama. Sulit ditafsirkan, diinterpretasikan juga diapresiasi bila kita tidak memilki kepekaan Seni.

Secara alami dan tanpa disadari, manusia dikelilingi oleh aktifitas berkesenian dalam kehidupannya sehari-hari. Contohnya, ketika seorang ibu rumah tangga menata ruang tamu, seorang ayah menentukan cat untuk dinding dan warna gordennya. Atau ketika seorang gadis memilih pakaian yang serasi saat ia akan bepergian ke sebuah acara tertentu misalnya.

Menurut para pengamat seni atau orang yang berkecimpung dalam bidang seni, kesenian adalah suatu ekspresi dari gejolak jiwa seorang manusia yang didasarkan atas nilai-nilai etis dan estetis, yang tertuang dalam berbagai bentuk karya seni; musik, tari, seni rupa, Kaligrafi, teater dan sastra.

Pada dasarnya setiap orang memiliki rasa kepekaan yang sama terhadap keindahan. Demikian juga bagi guru dan peserta didik di PSKQ Modern misalnya. Yang membedakan hanyalah kadar kepekaannya. Apabila kadar kepekaan terhadap rasa keindahan lebih tinggi, maka seseorang dapat memberikan tanggapan penghargaan yang lebih dari yang lain. Kepekaan rasa terhadap keindahan bisa dilatih oleh guru dan peserta didik dengan mengejawantahkannya ke dalam bentuk karya seni, yaitu; melalui sentuhan-sentuhan indrawi dan kepekaan rasa yang dimiliki.

Tingkat kepekaan terhadap perasaan keindahan akan berkembang lewat kegiatan menerima (sikap terbuka) pada semua manifestasi seni rupa, mengapresiasi aspek keindahan beserta maknanya (seni lukis, seni grafis, desain, seni patung, dan kria) menghargai aspek keindahan dan kegunaannya (desain produk atau industri, desain komunikasi visual, desain interior, desain tekstil, dan berbagai karya kria (kria keramik, tekstil, kulit, logam kayu, dan lain-lain). Melalui proses penginderaan, kita mendapatkan pengalaman estetis. Dari proses penghayatan yang intens, kita akan dapat mengamalkan rasa keindahan yang dianugerahkan Tuhan itu dalam kehidupan sehari-hari.

Juga kemampuan mengamati karya seni rupa murni dan seni rupa terapan, dalam arti praktis adalah kemampuan mengklasifikasi, mendeskripsi, menjelaskan, menganalisis, mengevaluasi dan menyimpulkan arti dan makna karya seni. Aktivitas ini dapat dilatihkan sebagai kemampuan apresiatif secara lisan maupun tulisan.

Aktivitas pendukung, seperti membaca teori-teori tentang seni, termasuk sejarah seni dan reputasi seniman, dialog bersama tokoh seniman serta budayawan, merupakan pelengkap kemampuan berapresiasi, sehingga para siswa dapat menyampaikan argumentasi yang logis dalam meyimpulkan makna seni.

Secara psikologis pengalaman pengindraan karya seni itu berurutan dimulai dari reaksi panca indra kita mengamati seni (sensasi), rasa keindahan (emosi), kesan pencerapan (impresi), penafsiran makna seni (interpretasi), menerima dan menghargai makna seni (apresiasi), dan menyimpulkan nilai seni (evaluasi).

Aktivitas ini berlangsung saat seseorang insan mengindra karya seni, biasanya sensasi tersebut diikuti dengan aktivitas positif berasosiasi, melakukan komparasi, analogi, diferensiasi, dan sintesis. Pada umumnya. karya seni yang baik akan dapat memberikan kepuasan spiritual dan intelektual bagi insan pengamatnya.
Seabrek pembicaraan tentang seni tidak akan pernah terpuaskan meskipun berkali -kali seorang ejakulasi dan klimaks dengan melahirkan gagasan, ide, kreasi yang bermuara pada karya-karya yang menjadi master piece.

ILUSTRASI:
-Bersama Ustaz agus (kiri )dan (tengah) Salah satu Guru seni Rupa PSKQ Modern, Bp. Hadi Dahlan, Maestro Seni Rupa Kudus dengan pose santai tanpa baju, dalam kunjungan study Seni dan perencanaan Melukis bersama Santri -santri PSKQ pada januari yang akan datang.

ISLAM RAHMATAN LILALAMIN ALA SESEPUH NAHDLATUL ULAMA (NU)

Assiry gombal mukiyo, 28 Desember 2014


Sekali-kalinya dalam sejarah Islam bisa lebih maju dari peradaban Barat adalah di masa dinasti Abbasiyah Baghdad abad 9 dimulai dari Sultan Harun AlRasyid, dilanjutkan oleh Al-Ma'mun dan kemudian Al-Mu'tasim. Periode ini sering disebut oleh umat Islam namun sangat jarang ditelaah kenapa bisa lebih maju dari Barat. Cuma dibanggakan tapi miskin analisa mendalam mengenai sebab-sebab kemajuan.

Jaman itu umat Islam sangat terbuka, belajar darimana saja, mereka mendatangkan ahli matematika dan kedokteran dari Hindu India dan dikembangkan di Baghdad, mereka belajar filsafat Yunani dari Plato, Aristoteles, Socrates, sampai matematika Archimedes. Baghdad adalah kota tujuan bagi imigran dari seluruh penjuru dunia, diterima dengan tangan terbuka.Dan yang tak kalah penting, Islam yang dipeluk oleh umat Islam Baghdad kala itu adalah Islam progresif, Islam Mu'tazilah yang bahkan Islam Liberal pun masih kalah progresif. Bayangkan di kala itu, 1200 tahun lalu lebih, Islam rasional yang dipegang oleh Sultan Al-Ma'mun dan Al-Mu'tasim bahkan lebih maju dari Islam Sunni, Syiah, Khawarij. Islam yang seperti kata Sukarno, penuh ilmu pengetahuan dan ghirah peradaban.

Namun kita lihat sekarang, Islam rasional banyak ditentang, bahkan Islam liberal saja sudah dijadikan musuh bersama mayoritas umat Islam, apalagi Islam Mu'tazilah yang lebih rasional dan progresif. Menurut Sukarno lagi, lebih banyak kejumudan beragama, Islam sontoloyo, Islam yang bermegah-megah dengan yang trivial bukan yang substansial. Islam yang cuma ribut khilafiyah, bukan yang mengejar sains dan teknologi.

Jadi jangan pernah bermimpi Islam akan bangkit, karena sekali-kalinya Islam bangkit, itu sudah lebih dari 1200 tahun lalu, dan bangkitnya pun mayoritas umat Islam masa kini alasannya tidak tahu menahu. Semua peradaban bangkitnya pasti dari teknologi dan ilmu pengetahuan, dan saat ini peradaban yang punya keduanya adalah Barat, disusul Cina, Asia Timur, dan lalu negara-negara Islam di urutan paling terakhir.
Tak salah jika Sukarno sangat gusar dan masygul terhadap perkembangan Islam, termasuk Muhammad Abduh yang juga melihat Islam lebih diterapkan di Eropa daripada di negara Islam sendiri. Tapi apakah Islam akan bangkit? Jawabannya masih terlalu jauh, revolusi paradigma massif harus digerakkan, perbedaan rawan konflik Sunni Syiah harus dipadamkan, dan teknologi dan sains harus ditaklukkan, sebelum itu terjadi kebangkitan Islam hanyalah mimpi yang terlalu amat panjang.

Untuk menjadi Islami , tidak perlu menjadi negara Islam. Islam itu input, bukan output. Bahkan konsep negara madinah ala Nabi Muhammad pun sebenarnya bukan konsep negara agama, tapi negara yang terdiri dari suku/ kabilah dan pemeluk agama yang berbeda tapi hidup rukun karena disitu hidup dengan tenang umat Kristen, umat Yahudi, dan umat Badui yang dilindungi oleh Nabi Muhammad SAW.

Kerja keras para Sesepuh pendiri Bangsa dan Ulama NU seperti Hadratussyekh Hasyim Asy'ari, Wachid Hasyim, Gus Dur dan Said Aqil Siraj dll, adalah salah satu upaya mengintegrasikan Islam sebagai input kebangsaan, outputnya adalah rahmatallilalamin. Tidak hanya integrasi struktural, tapi juga integrasi kultural. Bahwa agama turun dengan konteks, bahwa agama harus senantiasa direinterpretasi dengan konstelasi kontemporer. Subhanallah.

Islam bukanlah hukum ruang hampa, tapi seharusnya menjadi ghirah inklusif kebangsaan. Generasi muda harus berani menabrak konvensionalitas dan rigiditas sebagaimana dicontohkan oleh para sesepuh NU.
Mungkin sekarang saatnya mengganti kitab-kitab kuning dengan kitab-kitab digital, saatnya mendatangkan modernitas teknologi dan sains di pesantren dan madrasah.

Saatnya mengejar peradaban, saatnya merangkul umat Kristen, Konghucu, Hindu, Buddha, Ahmadiyah, Syiah, dengan sejuk. Islami itu bukan kata-kata, tapi perbuatan. Islam itu kemajuan, bukan kebodohan dan kebencian yang ditebarkan kemana -mana.

Marilah kita melihat kembali masa kejayaan Islam di Baghdad abad 9, ahli kedokteran dan matematika Hindu didatangkan dari India untuk membangun sistem kesehatan dan rumah sakit. Literatur Yunani diterjemahkan dalam bahasa Arab dan dijadikan rujukan filsafat Islam. Ketika umat Islam terbuka pikirannya, belajar darimana saja maka peradabannya menjadi maju. Ketika sudah tertutup dan fatalis sejak abad 12, sejak itulah Islam mundur dan mengambil peran marginal dalam percaturan dunia. Pencerahan Islam harus dimulai dari sains, bukan sains palsu ala Harun Yahya, tapi sains fisika, biologi, teknologi, matematika.

Islam sekarang terkotak kotak...pemahaman tentang islam telah dijerumuskan oleh ulama dan umaro yg sesat sehingga subtansi islam sebagai rohmatan lil alamin sirna. Islam sekarang hanya terfokus urusan perut, bukan untuk sains dan teknologi. Cara pandang umat islam terbelenggu oleh batasan pemahaman tentang islam itu sendiri.

Sederhanya bukan hanya ISLAM ( Isya, Subuh..Luhur..Asyar..Magrib) saja yg dikerjakan.Tapi galilah kembali Al Quran yg maha LUAS...gali hadist..gali kitab/ buku pengetahuan yg bermanfaat.Umat Islam sekarang itu sangat aneh, sudah tahu Hurgronje itu anti Islam, ingin menghancurkan Islam dengan mereduksi Islam menjadi sekedar ritual sholat, haji berkali -kali, puasa, dzikir. Dia ingin Islam hancur dari dalam, Islam yang buta peradaban dan mengagungkan kuantitas tanpa kualitas.Tapi malah umat Islam dengan senang hati masuk perangkap Hurgronje, dimana-mana demam dhaurah, istighosah yang tujuannya kadang menarik massa dan untuk kepentingan pribadi pimpinan jamaahnya, dzikir massal kemudian nangis kolektif, ribut khilafiyah sepele entah soal muulid atau tahlil dan syirik, dsb.

Kepala umat Islam harus dihantamkan dan dibenturkan kepada tembok realita, atau kalau perlu dijedotkan juga di jalanan biar muntah racun yang ada dalam otaknya bahwa mereka jatuh terlalu dalam dalam lembah nista adu domba kolonialis modern yang mengalahkan sendi Islam sampai titik nadir.

TELADAN UMAR BIN KHOTTHOB

Assiry gombal mukiyo, 27 Desember 2014

Salah satu pemimpin Muslim yang patut dijadikan teladan ketika menjadi khalifah( pemimpin) adalah Umar bin Khatab. Perangainya tegas bukan keras ( ghalidz al qalb)Selama dia memimpin, tidak seorangpun kaum miskin pernah dihukum karena mencuri. Bagi Umar, ketika masih ada kaum miskin, itu kesalahan dia. Mencuri karena kelaparan bukanlah kejahatan di mata Umar, namun di sisi lain dia sering menghukum kaum kaya yang masih serakah dan melanggar hukum. Semboyan Umar adalah 'Siapapun yang lemah akan kuat di sampingku, siapapun yang kuat akan tunduk kepada hukumku'.

Setiap malam dia blusukan keliling kota tanpa pengawalan, melihat kehidupan rakyat yang dipimpinnya. Bahkan menjelang meninggal pun dia masih merasa menyesal bahwa masih banyak rakyat yang belum bisa dijenguknya terutama yang jauh dari Madinah misalnya di Mesir dan Irak.

Kekhalifahan di bawah Umar telah menjadi pemerintahan terbesar di dunia saat itu, tapi itu tidak menjadikan Umar bergelimang dalam kemewahan. Bahkan dia lah yang memulai dibentuknya Baitul Maal (Kementerian Keuangan) untuk mengumpulkan dana yang dibagikan lagi kepada seluruh masyarakat, dalam dunia modern disebut welfare state. Semua uang yang dikumpulkan tahun itu harus dihabiskan tahun itu pula untuk kesejahteraan masyarakat.

Konsep welfare state ini lah yang seharusnya diterapkan di semua negara. Di jaman Khalifah Umar bin Khatab, orang miskin dan terlantar mendapatkan bantuan termasuk yang non muslim. Ketika ada kelaparan atau wabah, negara menyediakan makan untuk rakyatnya dan pengobatan massal. Ada tunjangan buat anak-anak dan uang pensiun buat para lanjut usia.

Uangnya didapatkan dari zakat, infaq, dan shodaqoh. Bagi non muslim karena tidak diwajibkan zakat maka mereka membayar jizyah, yang jumlahnya jauh lebih kecil daripada yang harus dibayarkan ke penguasa sebelumnya baik dinasti Sasanid Persia ataupun Kristen Byzantium.Konsep ini justru sekarang diterapkan maksimal di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Bagi para pengangguran atau sakit, digaji setidaknya 8 juta rupiah di Eropa Barat, sedangkan di Amerika mendapatkan Food Stamp yang bisa ditukarkan sembako. Ada banyak bantuan sosial buat anak dan orang tua, pensiun pun diatur negara dengan sangat rapi.

Sementara di negara-negara mayoritas Islam, konsep welfare state banyak dilupakan, yang miskin dan terlantar dibiarkan menemui kematiannya sendiri. Bahkan di negara yang kaya sumber daya alam seperti minyak bumi, sebagian besar kekayaannya hanya untuk raja dan keluarganya, rakyat hanya kebagian sisa-sisa, berbeda jauh dengan Umar yang bahkan keluarganya pun tidak boleh menerima fasilitas negara, tempat tinggalnya hanya rumah kecil dari lumpur, bajunya cuma satu itupun ditambal sana sini, bahkan ketika utusan dari Persia datang untuk membayar pajak, mereka sangat terkejut melihat Umar yang tidur di emperan masjid bersama dengan kaum miskin Madinah. Umar bahkan berucap, jika ada anjing lapar di tepi sungai Eufrat, maka itu kesalahan Umar.

KULIAH

Assiry gombal mukiyo, 27 Desember 2014


Dengan adanya internet yang berisi wikipedia, project guttenberg, sampai google books, dan banyak saluran informasi lainnya seperti Khan Academy , Big Think, dsb, sebenarnya untuk menjadi cerdas anda tidak perlu kuliah, tapi perlu bisa bahasa inggris fasih, Bahasa Arab juga, belajar keras, tekun, dan semangat baja menjadi cerdas.

Namun kelemahan hampir semua manusia adalah kurangnya niat kuat. Hampir semua manusia sebenarnya butuh kuliah. Kuliah itu penting untuk networking, agar kenal dengan jaringan pertemanan dan karir yang jauh lebih luas. Agar sadar di awal bahwa kita itu bodoh, perlu belajar banyak hal. Setelah mendapatkan networking dan kesadaran akan kebodohan itu, dan timbul niat baja untuk cerdas dan berkreasi maka keluar kuliah pun sebenarnya juga tidak masalah.

75% konglomerat Amerika Serikat di bawah umur 40 tahun semuanya kuliah, namun DO, meninggalkan kuliahnya sebelum selesai untuk berbisnis dan mengejar cita-citanya. Sesungguhnya Yang jauh lebih penting dari kuliah adalah menggali sisi kreatif diri sendiri, entah itu dengan menulis, melukis atau menekuni kaligrafi seperti saya sendiri. Atau bisa dengan bermain musik secara profesional, berbisnis, atau berkreasi dengan sains dan teknologi.

Kuliahlah, buktikan bahwa universitas dan ilmu-ilmunya bisa anda taklukkan, namun ketika universitas tidak bisa menampung gejolak kecerdasan anda, maka keluarlah dan tunjukkan pada dunia bahwa anda lebih cerdas dari institusionaliasi ilmu yang bernama universitas.

Jadi teringat saat masih kuliah pada salah satu perguruan tinggi negeri. Setiap semester untuk semua mata kuliah hanya sekali atau dua kali saya masuk, itupun saat awal pertemuan pertama dengan Dosen atau tiba waktu Tes semester.Lha kok tiba -tiba di akhir kuliah saya jadi sarjana.

Saya tidak merasa pintar, hanya saja bidang kuliah yang saya geluti waktu itu hanya omong kosong. Jadi waktu saya justru saya habiskan untuk terus berkarya dan menebar virus -virus kaligrafi daripada hanya untuk mendengar ceramah Dosen yang kadaluwarsa.

KUNJUNGAN KE PUSAKA

Assiry gombal mukiyo, 18 Desember 2014


Pusat Sanggar Kaligrafi Pati, yang digawangi Oleh Ustaz Choliz Fuad Al Hafiz gambar dari kiri, Ustaz Hamzah Bertopi Direktur dan owner Ghaza Art Calligraphi alumni PSKQ Modern, Bp Kiyai Haji Thoiq Assamih, Ustaz Mas Nank Al Hafiz adek Ustaz Choliz Fuad.
Semoga kaligrafi pati makin berkembang dan makin menggila di Pati, Jateng.
Kunjungan dan Syukuran dalam rangka menebar virus Kaligrafi di wilayah Jateng.

KALIGRAFI KUBAH MASJID DPRD SUMSEL

Assiry gombal mukiyo, 23 Desember 2014




Alhamdulillah selesai sudah pengerjaan kaligrafi Asma Al Husna kubah Masjid DPRD Sumsel dan beberapa tambahan dengan mengerjakan RGC Motif dan kaligrafi lisplang.Inilah karya murni beberapa Santri PSKQ dan assiry art team works.

Siang dan malam dalam progres pengerjaan kaligrafi yang menguras fikiran ,gagasan, ide dan teknik yang rumit, semua diselesaikan dengan lancar tanpa halangan yang berarti.Tidak sia -sia para Ustaz dan pembimbing di PSKQ yang memberikan cakupan materi dan praktek seni kaligrafi kubah yang dalam hal ini, saya berikan trik dan ilmunya secara lngsung dan langsung praktek.Karena kaligrafi bagi saya adalah ilmu terapan. Tidak akan bisa hanya dipelajari di kelas harus ada actionnya.

Memasuki kawah conrodimuko( proses pengkaderan ) yang sangat disiplin dan runut inilah kader -kader PSKQ disiapkan bukan hanya bisa juara kaligrafi dalam event lomba baik nasional dan internasional tapi juga cerdas, kreatif dan inovatif untuk soal kaligrafi terapan yang langsung diaplikasikan pada pelbagai media yang ada. Bisa kuningan, logam, fiber, GRC, kayu ukir dan lain sebagainya.

Terimakasih untuk assiry art team works dan beberapa santri PSKQ Modern angkata 2014, yang ikut menggila dan sinthing dengan sukses berkarya di Masjid kebanggan warga Sumsel, Palembang.Untuk Mas Muallim Demak yang menjadi kepala team dan menggores kaligrafi lisplang juga asma al husna kubahnya, semoga tahun depan bisa menyusul prestasi kader -kader senior PSKQ Modern yang sudah juara kaligrafi di tingkat internasional. Amiiiin.

Ilustrasi:
-Gambar 1 kiri difoto tanpa lampu terang saat mlm hari,
-Gambar 2 kubah difoto saat pagi.
-motif dan lisplang kaligrafi ayat kursi dengan khoth tsulust adi ( tidak bertumpuk) dengan menyesuaikan permintaan owner dan kondisi luas listplang.

IBU ADALAH SIMBOL KASIH SAYANG

Assiry gombal mukiyo, 22 Desember 2014


Aku begitu terharu ketika ada salah satu karibku, yang belum pernah sama sekali melihat Ibu dan Bapaknya bahkan belaian kasih sayangnya.Semenjak dilahirkan dia ditipkan oleh kedua orang tuanya di Panti Katholik. Entah atas alasan apa.

Suatu saat tiba -tiba ia menangis sesenggukan, meraung -raung bagai terhujam ulu hatinya ketika seorang Guru SD di kelasnya memberikan tugas saat memperingati "Hari Ibu" untuk membuat sebuah cerita tentang kasih Ibu.Dia begitu kebingungan mendiskripsikan Sosok Ibunya, sedangkan semenjak kecil dia tidak mengenal Ibu dan juga Bapaknya itu.Romo/Pendeta yang begitu baik itulah yang menggantikan sosok Ibu sekaligus Bapaknya saat masih ngompol di pampres kesayangannya.

Aku pernah bertanya saat genap 22 umurnya, "Atas perilaku Ibu Bapakmu itu, apa yang akan engkau katakan jika ditakdirkan suatu saat bisa bertemu mereka?Dia menjawab dengan mantap "Aku akan sungkem dan bersujud di kakinya, meskipun belum pernah aku mendapatkan belaiannya secara langsung tapi aku tetap berterimakasih kepadanya bahwa aku pernah ada dalam rahimnya.

Jika saat itu ia tidak menghendaki aku lahir tentu aku tidak akan pernah ada di dunia ini. Saat ia mengijinkanku hingga lahir dalam kandungannya, itu adalah simbol bahwa ia begitu sayang terhadapku.
Sampai detik inipun aku selalu mendoakn Ibu dan Bapakku agar kelak bisa berkumpul di Surga".
Sungguh jawaban seorang anak yang begitu meneduhkan hati dan bijaksana. Tanpa sadar pipiku berlinang dan banjir air mata.

Satu hal yang menarik untuk kita petik hikmahnya adalah dia mendapatkan bimbingan langsung dari Tuhan melalui seorang Romo yang mengajarkan nilai-nilai sebuah kebijaksanaan dan keteladanan hidup dalam memaknai sebuah arti tentang "kehilangan".

Bertahun -tahun dia kehilangsn sosok yang begitu berarti dalam hidupnya, tetapi itu tidak membuatnya membenci Ibu dan Bapaknya justru ia sukses membuang jauh ego dan amarahnya.Ia menaburi hidupnya dengan kuncup dan bunga-bunga doa yang semerbak untuk kedua orang tuanya.

Emak adalah panggilanku terhadap Ibuku. Ia pernah berkata dalam sebuah nasehat: “Surga itu berada di bawah telapak kaki Ibu itu artinya bukan bahwa Ibumu ini berkuasa atasmu, sehingga tidak ada kebaikan bagimu kecuali mematuhi apa saja kata Ibu kepadamu”.

“Surgamu ada di kakiku, Nak. Jadi amanat Tuhan kepada Ibumu sangat berat. Ibu wajib mensurgakan hidupmu. Ibumu harus memproses kesurgaanmu di dunia dan akhirat. Ibumu wajib meneladankan nilai -nilai ajaran Tuhan agar kita bisa menuju surga bersama nak".

“Surga di kakiku ini disediakan untukmu. Tapi neraka di kakiku disediakan buat kita berdua. Kalau tidak kusediakan pendidikan yang baik menuju jalan ke surga untukmu, tidak aku berikan sarana atas itu yang menjadikanmu pribadi yang baik ( sholeh), tidak aku didik dengan meneladankan kebaikan atasmu maka Ibumu ini akan tercampak ke dalam neraka. Kalau hati Ibumu ini marah, dongkol, jengkel atau sakit hati kepadamu tanpa dasar yang Tuhan merelakannya, maka neraka bukan untukmu, melainkan untuk Ibumu”.

“Nak, kalau Ibumu menyediakan jalan neraka bagimu, ingatkanlah aku. Namun kalau kusediakan jalan surga bagimu, engkau wajib patuh kepadaku”.

Dalam relung hati yang terdalam aku senantiasa berdoa semoga engkau selalu dalam dekapan kasih sayang Tuhan, yang berarti setiap saat engkau khilaf Tuhan segera menunjukkan jalan kebaikan untukmu, begitupun sebaliknya Emak.

Rabbi ighfirli waliwaalidayya warhamhuma kamaa rabbayani shaghiran.
Amiiin...........

CV.ASSIRY ART & PSKQ ART WORKS

Assiry gombal mukiyo, 20 Desember 2014

CV.ASSIRY ART & PSKQ ART WORKS
Assiry gombal mukiyo, 2014

Ratusan Karya CV.Assiry Art dan PSKQ Art Works tertoreh dalam nuansa artistik  yang digawangi oleh Muhammad Assiry Jasiri sebagai Pendiri PSKQ Modern dan owner CV.Assiry dan Santri -santri Senior di PSKQ Modern dari setiap angkatan.

Proyek CV.Assiry Art terekam jelas jejaknya ketika menebar virus-virus kaligrafi dan da'wah Bil Qola meskipun tidak kami sebut  sebagai dakwah tetapi lebih kepada konsep spiritual modern dengan balutan Seni Rupa dan Kaligrafi.

Inilah beberapa jejak  karya - karya Cv.Assiry Art & PSKQ Art works dari Th.2013 -Th. 2014 akhir bulan ini khusus Kaligrafi tidak termasuk Karya Seni Rupa:

0.Masjid Sukodono,Desa Klopo sepulu.Sidoarjo, Jawa Timur 2013
1. Masjid Cyber 2 Tower Yusuf Kalla, alamat: Jln.Rasuna Said Blok x.5 no 13, 2013
2. Musholla pribadi Bp.Suthan. Alamat: Kejaksaan ll, kav. Suad. Blok       G.10, kreo, Jakarta Pusat.2013
3. Masjid Sumbarang, alamat pegunungan sumbarang, Tegal, Jateng.
4. Masjid Bumi Ranca Ekek, alamat:Jln.cempaka no.1, no .76, Bandung, Jawa Barat, 2013.
5. Masjid Al Mannar , Pesantren Al Mannar, KH. DR.Manarul Hidayat, Jln.Pelita, Limo Depok. 2013
6. Masjid Al Uswah Jl. Petojo, no. 17, Rt 010/06, Cideng , Jakarta Pusat. 2013
7. Masjid Attarbiyyah, Pusdiklat Kementrian Luar Negeri, alamat:Jln. Sisinga Mangaraja, No. 73, Jakarta Selatan. 2013
8. Musholla Angkatan Udara. Alamat Skadron Udara 14. Lanud Iswahyudi. Jln. Raya Solo, Maospati. Magetan.
9.Msjid Al Ikhlas ,alamat, Jelambar, Grogol, Jakarta Barat,
10.Musholla Annur. alamatPerumahan Asri Jaya, Serang Kota, Banten.2013
11. Masjid Pesantren Al Ishaqiyyah Alamat. Nameng,Rangkas Bitung,Banten,2013
12. Musholla Keluarga  Sukma, pemilik Hotel Sukma Cilegon, jalan sukma, cilegon Banten.2013
13. Masjid Baiturrahman. Alamat .Jln.Sukamakmur, Masjid Baiturrahman Sarua indah.Rt.03/02, ciputat. Jak Sel.2013
14.Masjid Baitussalam, Donatur Bp Haji. Mintono, Desa Bumi Rejo Dukuh Tambak Rejo, kec Margorejo, Pati. Jateng.2014
15. Masjid Nurul Islam ,Alamat. Kompek. PuriDewata indah. Blok. 1a.
Gading Pratama, Jakarta. 2014
16. Masjid Pesantren  Tahfid Al Quran Atthohiriyyah, alamat kedung Banteng, purwokerto, Jateng. 2014
17. Musolla, Ibu Hajah. Wahidah. Tarumanegara, Kaltim. 2014
18. Musholla Darussalam. Jln. Permata 1, Rt.01/ 06, kel, Kmpung Melayu, kec, jatinegara. Jakarta Timur. 2014
19. Musholla Al Ikhwan ITC Fatmawati, Jakarta. 2014
20. Masjid Al Ikhsan Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) Gatot Subroto, Komplek Menteri Jakarta Selatan . 2014
21. Musholla Al Falah Bp. Rudi. Alamat. Pondok RH Jl Lobak.1. Rt.05/07. Jakarta Selatan. 2014
22. Masjid Jami' kampung Bambu group, jln pasar caringin, Bogor ,Jawa Barat. 2014
23. Musholla Nurul Hidayah . Alamat Perum Sukodono permsi. F.27 lumajang. Jawa Timur. 2014
24. Gedung DPRD Lampung, pesawaran, lampung, 2014
25. Masjid Media Group, Metro TV. Alamat jln. Raya kav.A- D  kedoya selatan, kebun jeruk, Jakarta Barat. 2014
26. Musholla Pribadi Bp. H.Aris. alamat: komplek Bumi Pusaka Cinere Depk ,Jawa Barat. 2014
27. Musholla  Al Hidayah Alamat. Pasar Induk, jangka Baring. pembuatan Grc Pesanan Bp.Abdul  Ghani. Palembang. 2014
28. Masjid Al Huda Membuat GRC kubah dan kaligrafi kubah asmaul Husna , nunukan, Kalimantan Timur. 2014
29. Masjid Al Ikhlash, alamat : kelurahan pengasingan kec. Rawa Lumbu, Bekasi Timur. Jawa Barat. 2014
30. Musholla Fathurrahman alamat ,kmpung Baru ,kebayoran lama, Jak Sel. 2014
31. Masjid Agung DPRD Palembang. Alun -alun Depan MALL PS. Sum Sel, Palembang. 2014
32. Masjid Attaufiq, alamat : jln. Dr, Saharjo/ jl. Suwadaya. 1 Rt. 008. Rw. 07. Kel. Manggarai.Jak Sel. 2014
33. Masjid Al Falah. Jln assirot, kebayoran lama. Jak Sel.2014
34. Masjid Hotel Amazing Hotel.jl. Tp,Soeroso. No 14. Jakarta, 10330. Jakarta. 2014
35. Masjid Annur , gg.parit. jln,cipondoh , kiyai Hasyim Asari, tangerang, Banten. 2014
36. Musholla Nurul Ikhsan, jln meteorologi Rt 01, Rw 11, no F1, tanah tinggi tangerang, Banten. 
37. Musholla Pribadi Mbak Vivi Pegawai BANK Mandiri, Indramayu, Jawa Barat.
38. Masjid Agung Nurus Tsamaniyyah, Islamic Center, jln makmur IX, Roksi, Jakarta Pusat
39. Masjid Sgung Al ikhwan, 127. Fasa. 2f.32040, Manjung perak ,Malysia.
40.dll

sudah Hampir  450 an Masjid dan Musholla yang tersebar di pelosok nusantara juga manca negara, sejak tahun 2004, itu belum karya -karya Seni Rupa yang disentuh oleh tangan -tangan terampil Santri-santri PSKQ dan Assiry art team works.
Dengan mengucapkan "kado" Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. dan puji Syukur kehadirat Allah Rabb Al Izzati yang menjadi sumber inspirasi dan keindahan, semuanya begitu mulus bagai tanpa hambatan, berjalan lancar demi menebar virus -kaligrafi yang makin menggila.

MOTTO:
MENEBAR VIRUS -VIRUS KALIGRAFI YANG MENEDUHKAN JIWA.

Ilustrasi: Tampak santri PSKQ Modern 2012/ 2013, Rahma dari aceh yang belajar paket melukis kaligrafi kontemporer dengan melukis dan meniru karya Maestro dan Kaligrafer Masyhur Ustaz Haji Isep Misbah Jakarta.
Lokasi melukis di Taman Nasional Pegunungan Colo, Muria Kudus, Jawa Tengah.

Ratusan Karya CV.Assiry Art dan PSKQ Art Works tertoreh dalam nuansa artistik yang digawangi oleh Muhammad Assiry Jasiri sebagai Pendiri PSKQ Modern dan owner CV.Assiry dan Santri -santri Senior di PSKQ Modern dari setiap angkatan.

Proyek CV.Assiry Art terekam jelas jejaknya ketika menebar virus-virus kaligrafi dan da'wah Bil Qola meskipun tidak kami sebut sebagai dakwah tetapi lebih kepada konsep spiritual modern dengan balutan Seni Rupa dan Kaligrafi.

Inilah beberapa jejak karya - karya Cv.Assiry Art & PSKQ Art works dari Th.2013 -Th. 2014 akhir bulan ini khusus Kaligrafi tidak termasuk Karya Seni Rupa:
  1. Masjid Sukodono,Desa Klopo sepulu.Sidoarjo, Jawa Timur 2013
  2. Masjid Cyber 2 Tower Yusuf Kalla, alamat: Jln.Rasuna Said Blok x.5 no 13, 2013
  3. Musholla pribadi Bp.Suthan. Alamat: Kejaksaan ll, kav. Suad. Blok G.10, kreo, Jakarta Pusat.2013
  4. Masjid Sumbarang, alamat pegunungan sumbarang, Tegal, Jateng.
  5. Masjid Bumi Ranca Ekek, alamat:Jln.cempaka no.1, no .76, Bandung, Jawa Barat, 2013.
  6. Masjid Al Mannar , Pesantren Al Mannar, KH. DR.Manarul Hidayat, Jln.Pelita, Limo Depok. 2013
  7. Masjid Al Uswah Jl. Petojo, no. 17, Rt 010/06, Cideng , Jakarta Pusat. 2013
  8. Masjid Attarbiyyah, Pusdiklat Kementrian Luar Negeri, alamat:Jln. Sisinga Mangaraja, No. 73, Jakarta Selatan. 2013
  9. Musholla Angkatan Udara. Alamat Skadron Udara 14. Lanud Iswahyudi. Jln. Raya Solo, Maospati. Magetan.
  10. Msjid Al Ikhlas ,alamat, Jelambar, Grogol, Jakarta Barat,
  11. Musholla Annur. alamatPerumahan Asri Jaya, Serang Kota, Banten.2013
  12. Masjid Pesantren Al Ishaqiyyah Alamat. Nameng,Rangkas Bitung,Banten,2013
  13. Musholla Keluarga Sukma, pemilik Hotel Sukma Cilegon, jalan sukma, cilegon Banten.2013
  14. Masjid Baiturrahman. Alamat .Jln.Sukamakmur, Masjid Baiturrahman Sarua indah.Rt.03/02, ciputat. Jak Sel.2013
  15. Masjid Baitussalam, Donatur Bp Haji. Mintono, Desa Bumi Rejo Dukuh Tambak Rejo, kec Margorejo, Pati. Jateng.2014
  16. Masjid Nurul Islam ,Alamat. Kompek. PuriDewata indah. Blok. 1a.
    Gading Pratama, Jakarta. 2014
  17. Masjid Pesantren Tahfid Al Quran Atthohiriyyah, alamat kedung Banteng, purwokerto, Jateng. 2014
  18. Musolla, Ibu Hajah. Wahidah. Tarumanegara, Kaltim. 2014
  19. Musholla Darussalam. Jln. Permata 1, Rt.01/ 06, kel, Kmpung Melayu, kec, jatinegara. Jakarta Timur. 2014
  20. Musholla Al Ikhwan ITC Fatmawati, Jakarta. 2014
  21. Masjid Al Ikhsan Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) Gatot Subroto, Komplek Menteri Jakarta Selatan . 2014
  22. Musholla Al Falah Bp. Rudi. Alamat. Pondok RH Jl Lobak.1. Rt.05/07. Jakarta Selatan. 2014
  23. Masjid Jami' kampung Bambu group, jln pasar caringin, Bogor ,Jawa Barat. 2014
  24. Musholla Nurul Hidayah . Alamat Perum Sukodono permsi. F.27 lumajang. Jawa Timur. 2014
  25. Gedung DPRD Lampung, pesawaran, lampung, 2014
  26. Masjid Media Group, Metro TV. Alamat jln. Raya kav.A- D kedoya selatan, kebun jeruk, Jakarta Barat. 2014
  27. Musholla Pribadi Bp. H.Aris. alamat: komplek Bumi Pusaka Cinere Depk ,Jawa Barat. 2014
  28. Musholla Al Hidayah Alamat. Pasar Induk, jangka Baring. pembuatan Grc Pesanan Bp.Abdul Ghani. Palembang. 2014
  29. Masjid Al Huda Membuat GRC kubah dan kaligrafi kubah asmaul Husna , nunukan, Kalimantan Timur. 2014
  30. Masjid Al Ikhlash, alamat : kelurahan pengasingan kec. Rawa Lumbu, Bekasi Timur. Jawa Barat. 2014
  31. Musholla Fathurrahman alamat ,kmpung Baru ,kebayoran lama, Jak Sel. 2014
  32. Masjid Agung DPRD Palembang. Alun -alun Depan MALL PS. Sum Sel, Palembang. 2014
  33. Masjid Attaufiq, alamat : jln. Dr, Saharjo/ jl. Suwadaya. 1 Rt. 008. Rw. 07. Kel. Manggarai.Jak Sel. 2014
  34. Masjid Al Falah. Jln assirot, kebayoran lama. Jak Sel.2014
  35. Masjid Hotel Amazing Hotel.jl. Tp,Soeroso. No 14. Jakarta, 10330. Jakarta. 2014
  36. Masjid Annur , gg.parit. jln,cipondoh , kiyai Hasyim Asari, tangerang, Banten. 2014
  37. Musholla Nurul Ikhsan, jln meteorologi Rt 01, Rw 11, no F1, tanah tinggi tangerang, Banten.
  38. Musholla Pribadi Mbak Vivi Pegawai BANK Mandiri, Indramayu, Jawa Barat.
  39. Masjid Agung Nurus Tsamaniyyah, Islamic Center, jln makmur IX, Roksi, Jakarta Pusat
  40. Masjid Sgung Al ikhwan, 127. Fasa. 2f.32040, Manjung perak ,Malysia.
  41. dll
Sudah Hampir 450 an Masjid dan Musholla yang tersebar di pelosok nusantara juga manca negara, sejak tahun 2004, itu belum karya -karya Seni Rupa yang disentuh oleh tangan -tangan terampil Santri-santri PSKQ dan Assiry art team works.

Dengan mengucapkan "kado" Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. dan puji Syukur kehadirat Allah Rabb Al Izzati yang menjadi sumber inspirasi dan keindahan, semuanya begitu mulus bagai tanpa hambatan, berjalan lancar demi menebar virus -kaligrafi yang makin menggila.

MOTTO:
MENEBAR VIRUS -VIRUS KALIGRAFI YANG MENEDUHKAN JIWA.

Ilustrasi: Tampak santri PSKQ Modern 2012/ 2013, Rahma dari aceh yang belajar paket melukis kaligrafi kontemporer dengan melukis dan meniru karya Maestro dan Kaligrafer Masyhur Ustaz Haji Isep Misbah Jakarta.Lokasi melukis di Taman Nasional Pegunungan Colo, Muria Kudus, Jawa Tengah.

PAUS FRANCIS DAN SUNAN KUDUS

Assiry gombal mukiyo, 20 Desember 2014

  


Paus Francis dalam siaran radio rutin Vatikan mengatakan bahwa atheis pun berhak mendapatkan kasih Yesus, dan ketika atheis berbuat baik, dia akan bertemu jalan dengan orang Kristen yang baik. Kata-kata Paus Francis ini termasuk sangat mencengangkan diucapkan oleh pemimpin tertinggi umat Katolik yang membawahi 1200 juta manusia. Paus sebelumnya Benediktus sangatlah chauvinis terhadap agama lain apalagi terhadap atheis, walaupun Paus Yohanes telah memulai langkah bagus dengan Konsili Vatikan II yang menyatakan bahwa ada keselamatan di luar gereja. Paus Francis begitu Islami artinya justru dia seolah -olah menerapkan ajaran -ajaran islam yang toleran.

Paus Francis datang dari ordo Katolik Yesuit yang terkenal sebagai pembaharu dan progresif, yang tujuan awal didirikannya adalah mengkounter penyebaran Protestan dengan charm offensive ala Katolik. Adalah suatu keputusan besar bagi umat Katolik memilih seorang Yesuit sebagai Paus, dalam kerangka Islam mungkin mirip dengan memilih seorang Mu'tazilah.

Kaitannya dengan Islam dalam tulisan saya ini adalah bahwa orang Islam sekarang masih jauh dari kesadaran peradaban ala Katolik yang mulai membuka diri dan memperbaiki kesalahan masa lalunya. Jangankan dengan atheis, dengan sesama Islam pun bertengkar, bunuh -bunuhan dan menebar kebencian. Islam Ahmadiyah , Syiah, serta Islam liberal dijadikan paria oleh Islam garis keras, bahkan dari mereka banyak yang diintimidasi bahkan dibunuh. Dialog peradaban banyak ditutup, bahkan dalam kasus Ahmadiyah disuruh keluar dari Islam, para pengikut Ahmadiyyah juga diusir dan tidak dimanusiakan.

Coba lihatlah sejarah bagaimana para wali songo berdakwah dan menebarkan risalah islam ditanah jawa. Di Kudus, ditempat kelahiran saya, pernah hidup seorang Ulama dan Waliyyullah yang Masyhur. Sebut saja Sunan Kudus atau sayyid Ja'far Shodiq yang diperkirakan wafat 1550 m, adalah tokoh pluralisme yang betul -betul telah menerapkan ajaran islam yang toleran ( nguwongke) atau memanusiakan manusia. Bagaimana tidak, orang hindu-budha menganggap sapi adalah Dewa dan untuk dipuja ( disembah).

Oleh Sunan Kudus warga kudus dilarang untuk menyembelih sapi bukannya dilarang karena orang kudus itu alergi makan sapi, padahal Sapi itu kan halal, tapi karena sebab lain.Alasan Sunan Kudus melarang menyembelih sapi adalah untuk menghormati dan menjunjung tinggi "kesesatan" orang -orang Budha, yang menyembah sapi dan menganggap sapi sebagai Tuhan. Ini jelas sesatnya lha wong Sapi ko disembah, tapi Sunan Kudus tidak lantas mengkafir -kafirkan orang Budha apalagi mengeluarkan fatwa sesat seperti hobby MUI sekarang, tapi justru merangkul dan sangat menyayangi pemeluk Hindu- Budha. Sehingga lambat laun justru mereka masuk Islam tanpa paksaan. Konon, bahkan menara Kudus adalah bekas tempat peribadatan( pura) ummat Budha yang sekarang berubah menjadi Masjid. Subhanallah.

Inilah yang disebut dengan Ruh Adda'wah dan maaf, Ustaz atau kiyai sekarang jarang sekali yang meneladankan hal ini.Karena yang paling penting dalam konsep da'wah itu adalah seperti ungkapan Nabi "yassiruu wala tu'assiruu bassiruu wala tunaffiru.Jika kita adalah "tunaffiru" istilahnya dengan cara -cara anarkhi atau yang oleh Al Qur an disebut Ghalidza al Qalbu ( keras hati) jangan harap mereka yang sesat dan mungkin kafir mau masuk Islam.

Bahkan hingga saat ini mana ada orang kudus yang nyembelih sapi entah untuk acara hajatan dan semacamnya tapi menyembelih kerbau sebagsi gantinya.Barangkali orang islam sekarang perlu banyak belajar dari Sunan Kudus dan Paus Francis, tentu bukan belajar kasus homoseksualitas yang banyak terjadi karena puritanisme seks ala Katolik, karena kasus homoseksualitas yang sama juga banyak terjadi di Saudi Arabia, tapi belajar bagaimana menyesuaikan diri dengan jaman. Menjadi agama yang menambah dan mengikuti alur jaman, bukan melawan dan akhirnya tergilas.

Agama bukan turun di ruang hampa, tapi dia turun di ruang dialektika. Agama adalah salah satu alat koreksi sosial, tapi bukan satu-satunya, oleh karena itu dia perlu membuka diri terhadap dinamika-dinamika baru peradaban. Islam telah lama menutup ruang dialektika itu, dan kini saatnya mencermati dan meniru keagungan Sunan Kudus dengan ajaran keislsmannya yang toleran dan menghormati orang -orang Budha. Juga tidak ada salahnya jika kita bercermin dari Paus Francis yang bukan hanya rela mencium kaki seorang Muslim dan paria, tapi juga memberikan berkahnya kepada manusia atheis alias tak beragama.
Inilah ajaran Islam yang sesungguhnya seperti yang diteladankan oleh Nabi agung Muhammad SAW.

PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DAN INGGRIS DI PSKQ MODERN

PSKQ, 19 Desember 2014


Sebenarnya sangat banyak kegiatan santri PSKQ Modern dalam pembelajaran bahasa Arab maupun Inggrisnya yang diampu Ustaz Abdul Ghani SE alumnus Gontor. Disini akan kami jelaskan beberapa kegiatan tersebut. Diantara kegiatan kebahasaan yang diterapkan di adalah sebagai berikut:

  1. Al-muhadatsah al-yaumiyyah atau bercakap-cakap dalam bahasa arab dan inggris. Kegiatan ini dilaksanakan pada 4 hari setiap minggunya tepatnya setelah kajian Kitab kuning yang diasuh Ustaz Agus purwanto ba'da shalat subuh. Setiap santri mencari pasangan bicaranya masing-masing kemudian harus berbincang-bincang dalam bahasa arab atau inggris. Sementara Ustaz santri mengawasinya. Dan seluruh santri diwajibkan membawa kutaib atau buku saku yang didalamnya berisi mufradat atau kosa kata bahasa arab.
  2. Al-ilqaa al-mufradaat atau penyampaian kosa kata. Kegiatan ini juga dilakukan pada pagi hari. Setiap santri berkumpul di ruang asrama 1 PSKQ Modern. kemudian pembimbing /Ustaz menyampaikan 3 kosa kata dalam bahasa arab/inggris. Tidak hanya itu, Ustaz harus memahamkan arti kosa kata tersebut tanpa memberi arti kosa kata itu. cukup dengan menaruhnya di dalam kalimat atau mempraktekannya jika memungkinkan. Dan pada waktu itujuga, santri harus menghafal kosa kata itu. sewaktu-waktu, pengurus akan menanyakannya, jika tidak bisa maka akan dieberi hukuman.
  3. Al-khithabah al-Minbariyah atau latihan pidato bahasa arab dan inggris. Latihan pidato di PSKQ terbagi menjadi 3 bahasa yaitu arab, inggris dan indonesia. Pidato bahasa arab dilaksanakan setiap hari Sabtu, Pidato bahasa inggris hari Senin. Pidato bahasa indonesia pada kamis malam setelah membaca yasin dan tahlil. Setiap santri akan menerima giliran pidato ketiga bahasa tersebut antara 2 minggu sekali. Dan setiap santri wajib membuat naskah pidato itu dengan tanda tangan pembimbing sebelum ia tampil.
  4. Al-insya al-Yaumiy atau membuat karangan dalam bahasa arab. Kegiatan ini dilakukan 2 minggu sekali. Ini bertujuan sebagai pendukung peningkatan kebahasaan khususnya bahasa arab.
    Ini hanya sebagian kecil kegiatan yang dapat kami jelaskan. Jika masih penasaran, silakan kujungi PSKQ Modern secara langsung supaya lebih jelas. Semoga bermanfaat.
Keterangan:
Tampak santri Putri PSKQ Modern sedang praktek pidato bahasa dan percakapan menggunskan Bahasa Arab dan Bahasa inggris. Kegiatan ini diharapkan agar seluruh santri kelak tidak hanya mahir dan profesional dibidang kaligrafi dan Seni Rupa tapi juga mahir berbahasa asing. Tantangan era globalisasi tahun 2015 santri -santri PSKQ harus bisa go internasional secara prestasi dan kualitas SDMnya.....Amiin

CELETUKAN MBAH PARJO

Assiry gombal Mukiyo, 18 Desember 2014


Suatu malam, tepatnya malam Jumat kliwon beberapa bulan yang lalu saat perjalanan pulang ke rumah, saya bertemu dengan seorang Kakek yang compang -camping dan kumal ( nggembel) di pinggiran sudut jalan. Tiba -tiba dia memanggil saya dan menyuruh saya duduk didekatny, dengan langsung mengenalkan namanya sebagai Mbah Parjo. Saya sedikit curiga karena saya tidak mengenalnya sama sekali. Dia malah tertawa terkekeh -kekeh sambil sesekali membetulkan sarungnya yang mlorot. Seolah -olah dia tau kegundahan saya. Dia mulai berbicara. Berbicara apa saja. Saya hanya mendengarkan apapun kata -katanya yang dalam meskipun sesekali menusuk kalbu.

Pertama -tama dia menyebut soal ibadah itu tidak ada bedanya dengan muamalah. Dia berkata lirih namun sarat makna. "Dalam Islam, belajar fisika itu juga ibadah malah tingkatannya lebih tinggi daripada sholat".
Saya kaget dan bertanya kenapa dia ngomong seperti itu. Dia menjawab " Sampean mempelajari ilmu alam misalnya maka dari ilmu itu sampean bisa menemukan keagungan dan kebesaran Allah yang sesungguhnya. Disana Saintis itu jauh lebh mulia dari ahli sholat dan puasa". Begitu terangnya.

Saya masih terus mendengarkan apa yang dikatakn kakek tua itu.Dia juga menegaskan dengan lirih sambil berbisik pelan "Al Quran yang membahas tauhid dan ritual cuma 3%, sebagian besar di ayat2 makkiyah, selebihnya yang 97% adalah tata negara dan muamalah yang lebih banyak ayat 2 tersebut turun di Madinah (ayat madaniyah). Makanya kalau belajar Islam jangan cuma kulitnya saja, akhirnya ketipu Ustadz abal-abal".

Saya tersentak kaget dengan pernyataannya itu. "Apa maksudnya itu Ustaz Abal -abal mbah ?" Tanyaku.
Dengan nada agak sedikit keras dia makin berapi -api. "Ustaz abal -abal itu ya seperti "Ujub Manjur !!!" katanya kalo mau kaya sedekah tapi sedekahnya sama dia. Lha wong sedekah ko ingin jadi kaya. Sedekah itu seperti buang air. Jadi jangn malah meminta Tuhan agar menjadikan sampean lebih kaya dari jalan sedekah. Terus katanya lagi kalo punya hutang biar lunas tanpa susah payah, orang disuruh baca sebanyak- banyaknya bacaan disujud terakhir saat Sholat, padahal dia sendiri masuk penjara 2x karena hutang!!!".
Haduh saya makin bingung seperti linglung saja mendengar omongan Mbah Parjo. Hanya bisa diam bagai kerbau congok.

Dia terus saja mengalirkan kata -katanya meskipun terkadang sesekali tersengal nafasnya yang semakin berat."Belajarlah kepada Guru yang tepat seperti Gus Dur, Cak Nun, Cak Nur, Gus Mus, Kang Jalal, dsb, bukan sama Ustadz abal -abal.Karena Ustad yang abal-abal terkadang lebih memilih jadi penghasut daripada melakukan syiar Islami". Terangnya.

"Untung saya gigolo dan bukan Ustaz ya mbah. Karena memang sepertinya jadi Ustaz itu berat lho Mbah, heuheuhe. sahutku sambil tertawa."Sebentar Mbah!" Saya memotong... "Tadi Mbah Parjo ngomong kalau kita belajar Fisika misalnya kok bisa lebih tinggi daripada Sholat itu bagaimana?" Dia terkekeh-kekeh dan menjawab pertanyaan saya.

"Makanya Kalau mau belajar ilmu Agama harus berpikiran luas.Jangan cuma bisa membaca/mengartikan Kitab saja tetapi harus direnungkan".

Saya ngeyyel dengan perkataannya itu. "lho kata para kiyai bahwa untuk menjadi orang baik itu kudu mengutamakan dulu hubungan dengan Allah (sholat) baru hubungan baik sesama manusia (hablu minannas) karena dg sholat yg benar , khusuk dan Ikhlas akan lebih tenang jiwa dan ruh illahiyat yang dapat mencegah emosional dan perbuatan keji. Bagaimana itu Mbah ?" Tanyaku serius.Lagi -lagi dia tertawa ngakak bahkan ini lebih keras, sehingga beberapa orang yang dipinggir jalan banyak yang melihat kearah sumber suara itu.

"Beribadah itu justru yang terpenting adalah beribadah horizontal yaitu beribadah kepada sesama manusia dan lingkungan sekitarnya. Ibadah vertikal itu cuma latihan untuk mencerahkan ibadah horizontal. Ibadah vertikal yang biasanya diarahkan kepada Tuhan, bisa dilakukan dimana saja, di rumah maupun di tempat ibadah, dan negara wajib memberikan perlindungan kepada siapapun untuk bebas beribadah baik di rumah ataupun tempat ibadah tanpa diganggu sama sekali". Dia melanjutkan penjelasannya yang terkesan melawan logika saya.

"Percuma saja jika masjid, gereja, pura dan klentengmu di bangun megah-megah kalau pada akhirnya masyarakat sekitarnya tidak terbantu oleh bangunan-bangunan kosong itu. Tempat ibadah seharusnya adalah tempat ibadah horizontal, dan ibadah vertikal hanya sebagai pelengkap saja. Jadikanlah tempat ibadah baik masjid, gereja, pura, dan klenteng sebagai sentra membantu kaum miskin dan terlantar, sebagai tolok ukur keberagamaan sebuah bangsa.

Maka hanya dari situlah Islam bisa rahmatallilalamin, Kristen bisa bercinta kasih, Hindu bisa bertrihita karana, Buddha bisa berdharma".Saya mulai mengerti tentang apa yang Mbah Parjo omongkan malam itu. Meskipun saya sulit mencernanya hingga hari kini.

" Semua pasti melalui proses dan ada tingkatannya to Mbah?" Tanyaku lagi. "Lha wong Pelajaran SD saja tidak mungkin dimengerti anak TK, pelajaran anak SMP tidak mungkin dimengerti oleh anak SD dan seterusnya kecuali bagi yang mendapatkan Hidayah. Selebihnya harus melalui proses dan tingkatannya masing-masing, jadi biarkan mereka mencari serta mendapatkan prosesnya sendiri-sendiri agar tingkatannya bisa naik kan Mbah ?".

Mbah Parjo mendadak bangkit dari duduknya dan berlalu begitu saja meninggalkan saya sendirian digelapnya malam yang mulai sepi dan makin mencekam. tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, Mbah Parjo terus saja tertawa terkekeh-kekeh dan menghilang ditikungan jalan. Tanpa saya sadari ternyata waktu menunjukkan pukul 12.00 tengah malam.Sampai sekarang saya masih bingung siapakah gerangan kakek itu. Apakah jelmaan Gerenduwo atau orang gila yang jadi gelandangan atau siapa ya?. Hambuhlah..........

PROGRAM PPL PSKQ MODERN.

Assiry Gombal mukiyo, 18 Desember 2014






Dari awal berdirinya PSKQ Modern pada 17 Januari 2007 fokus yang dititik beratkan adalah bagaimana mengkader dan mencetak santri -santri PSKQ Modern dari mulai santri angkatan 2007 sampai sekarang menjadi Kader yang "tahan banting" artinya siap menjawab tantangan seni dan kebudayaan yang sudah mengglobal.Setiap Santri dituntut menguasai apapun jenis keahlian dibidang Seni Rupa dan Kaligrafi tidak hanya sebatas untuk tujuan MTQ/lomba saja.

PSKQ memiliki visi dan misi yang pasti yakni mengkader dan mencetak Seniman Muslim dan Kaligrafer handal yang tidak hanya menguasai Kaligrafi tapi juga Seni Rupa yang banyak sekali cabangnya.
Tidak hanya itu fokus utamanya juga adalah memberikan pengalaman dengan langsung praktek diberbagai media dan itu bisa dimana saja atau dengan media apa saja.

Melalui kendaraan CV.Assiry Art, ratusan karya tersebar diseluruh pelosok nusantara dan luar negeri adalah hasil olahan tangan kreatif santri -santri PSKQ Modern.Bisa kubah, dinding, lisplang dan lainnya. Bahan 2 yang diolah untuk membuat karya seni juga bisa dari kayu, logam, kuningan ,cat lukis hand made dll.

PPL ( Praktek Pesantren Lapangan ) itulah salah satu program andalan PSKQ Modern yang tidak ada di sanggar dan tempat kursus Kaligrafi lainnya. Santri langsung bisa mempraktekkan kemampuannya setelah menerima materi teori yang diberikan oleh seluruh Asatidz di PSKQ Modern. Inilah keunggulan Program PPL di PSKQ Modern.

Santri juga tidak perlu bingung dengan beaya ini dan itu karena PSKQ Modern menggratiskan beaya bulanan dan SPP.Santri -Santri PSKQ bisa tetap fokus belajar tanpa harus berharap kiriman uang dari keluarganya karena di PSKQ setiap Santri mendapatkan uang tambahan dari setiap karya yang diolah.
Kelebihan dari Program PPL lainnya adalah setiap santri bisa mendapatkan sensasi dan pengalaman langsung dengan mengenali setiap olahan karya Kaligrafi dan Seni Rupa dari berbagai media misalnya kayu ukir itu bagaimana cara mengolah dan finishingnya, dan bahan -bahan lainnya.

PPL biasanya dilaksanakan menjelang semester 2 setelah santri -santri sudah melewati penguasaan materi pada semester 1.Hal ini dilakukan agar santri -santri PSKQ bisa lebih detail dan memahami teorinya untuk pijakan dasar dalam praktek langsung membuat karya Kaligrafi dan Seni Rupa.

Keterangan:
-Gambar 1 Aziz Kurniawan Santri PSKQ angkatan 2009-2012 sedang foto didepan karya Santri -santri PSKQ angkatan 2009 di Masjid Annur Leuwi Liang Bogor.
-Gambar 2,3,4 Santri angkatan 2013 sedang PPL di Masjid Baitus Salam Pati Jateng, mengerjakan motif kubah masjid dan kaligrafi dinding.

ISLAMKU ISLAM YANG DAMAI DAN TOLERAN

Assiry gombal mukiyo, 18 Desember 2014


Islam berusaha mewujudkan masyarakat adil makmur, dengan toleransi dan sistem sosialisme berupa distribusi kesejahteraan yang jelas. Coba lihat sendiri nasib bangsa ini, mereka tidak sedikit yang bermegah-megah dalam nama Islam, tetapi nasib para miskin dan papa ini kurang bahkan cenderung tidak diperhatikan sama sekali. Politik hanyalah perkelahian memperebutkan jabatan. Banyak partai berlandaskan Islam tapi kelakuannya seperti partai berazazkan setan.

Pesan Nabi Muhammad SAW banyak yang tidak mengerti, yang mereka mengerti hanya yang normatif saja, yang ritual belaka seperyi syahadat, sholat, puasa, zakat, haji ( mahdah). Sedangkan zakat yang notebenenya sebagai ibadah wajib pun kebanyakan diabaikan dan tidak menunaikannya.

Substansi ajaran dilupakan, ribut sehari-hari masalah simbol, mengakibatkan pertumpahan darah yang berkepanjangan. Lihatlah betapa masjid bertebaran dimana-mana, berlomba -lomba membangun masjid dengan megah. Hanya fisik yang dibangun megah nan indah( Al Hadist).

Secara kaca mata bisnis inilah keuntungan materi bagi para Seniman dan Kaligrafer. Para Kaligrafer masa depan secara tidak langsung dijamin oleh Rasul tentang kesejahteraannya, meskipun tujuan dari apa yang diucapkan Rasul bukanlah soal itu melainkan apa yang Rasul ungkapkan itu adalah bagian dari keresahan beliau terhadap perilaku ummatnya di akhir jaman yang hanya mementingkan kulit tidak ruh dari nilai -nilai Islam itu sendiri.

Essensi dan substansi yang sesungguhnya dalam membangun masjid itu dasar atau pndasi awalnya adalahTaqwa ( lamasjidun ussisa 'ala attaqwa).Masjid menjadi asing, sehingga Masjid yang semestinya tidak hanya untuk berbadah Mahdah juga bisa mengakomodir setiap persoalan dalam kehidupan seperti misalnya sebagai pusat untuk pemberdayaan terhadap orang-orang miskin dan melindungi orang-orang yang dizolimi, nyaris pudar. Masjid itu justru terkadang malah menzolimi mereka. Masjid menjadi tempat yang angker malah kadang digembok pintu masuknya, sehingga Masjid hanya untuk keperluan Shalat 5 waktu semata atau sekadar ceramah dan pengajian saja.

14 abad silam Nabi sesungguhnya sudah memprediksi akan hal itu. Masjid menjadi gersang dari nilai -nilai spiritual yang sesungguhnya.Menjadi Islam yang kaffah (total) itu berat. -Karena seorang Muslim harus menebarkan keselamatan kepada semua makhluk hidup, menjadi rahmat bagi seluruh alam. Inilah makna dari kata Al Islam.

Islam berusaha mewujudkan masyarakat adil makmur, dengan toleransi dan sistem sosialisme berupa distribusi kesejahteraan yang jelas.Pahamilah keinginan Nabi Muhammad SAW. untuk membentuk masyarakat sejahtera lahir batin, dengan sistematis melalui strategi politik bukan politik. Tidak ditemukan pemimpin agama lain baik itu Yesus, Musa, Zarathustra, bahkan Sidharta sekalipun yang sesukses Nabi Muhammad SAW. dalam sendi-sendi kepemimpinan dan tata kelola kehidupan . Kebanyakan pemimpin agama hanya pasif dan tidak bertindak strategis dan sistematik.

Nabi Muhammad SAW. menggabungkan keber-tuhanan-nya dalam pesan membumi yang jelas.
Penyebab kemiskinan bukanlah agama, tetapi sistem yang bobrok. Agama sering menjadi tumbal untuk kepentingan syahwat sesaat.

Kita sering beranggapan bahwa slam itu hanya sholat, haji, puasa, pengajian, dsb. Padahal itu hanya 3% dari Islam. 97% lainnya adalah ibadah ghairu mahdah( muamalah) yaitu politik, ekonomi, biologi, fisika, kedokteran, matematika, kerukunan tetangga, organisasi dan apapun itu . Selain yang 3% itu umat Islam wajib berbid'ah. Tapi bid'ah khasanah.

Kita jangan sampai terjebak pada kulitnya Islam, tapi masuklah intinya Islam. Barangsiapa mengutamakan kulitnya Islam, maka benar-benar hanya kulitnya saja yang dia dapatkan.Islam dan Agama apupun melarang umatnya untuk berbuat mudhorat dan batil. Ketika kerusuhan dan kekerasan terus saja bertebaran dimana -mana.

Tolong Jangan dilihat dari Islamnya. Seperti yang terjadi diberbagai daerah di Indonesia perilaku dan tindak kekerasan dengan issu agama semakin mengemuka.Maka sesungguhnya yang salah bukan Agama Islamnya, tetapi manusianya yang tidak menggunakan hati nurani dan akal agar berfikir benar, baik dan indah.

MENGAJAR KHOT NASKHI


Pada tanggal 2 September 2014 setelah selesai pembukaan Program Diklat yang diresmikan lngsung oleh Ustaz Muhammad Assiry sebagai Presiden Kaligrafi di PSKQ Modern, kegiatan langsung dilnjutkan dengan pemberian materi dasar Khoth Naskhi. Ustaz Muhammad Assiry mengukuhkan bahwa Pembelajaran Khath Naskhi sebagai ujung tombak dan dasar dari semua pembelajaran kaligrafi.

Meskipun di PSKQ Modern Materi Khoth Naskhi diletakkan diawwal tapi bukan berati berbeda atau tidak taqlidiyyah terhadap Sistem pembelajaran Kaligrafi di Timur Tengah yang menjadikan Khath Riqa atau Khath Diwani sebagai Materi awwal sebelum pengenalan terhadap Materi -materi Khoth lainnya.

Ini dilakukan karena disesuaikan dengan kebutuhan di Indonesia bahwa Khath Naskhi menjadi kebutuhan Primer untuk tulisan buku-buku kitab, bahan bacaan dan untuk tulisan di Sekolah -sekolah juga di Pesantren.

Berdasarkan Sejarah awwalnya, Khat Naskhi, atau juga disebut khat badi', khat muqawwar, dan khat mudawwar, merupakan salah satu jenis kaligrafi yang sangat indah. Sesuai namanya (naskh artinya menyalin merupakan asal dari kata nuskhah atau naskah), khat naskhi banyak digunakan oleh para penulis naskah kitab kitab, dan mushaf mushaf .

Ibnu Muqlah yang hidup pada abad ke 4 Hijriyah / 9 masehi, disebut sebut sebagai orang pertama yang meletakkan dan menyempurnakan dasar dasar khat naskhy. Setelah beliau, khat naskhy terus disempurnakan oleh para khattat dan Arab. Diantara tokoh tokohnya antara lain : Hafidz Usman yang telah membuatkan timbangan timbangan bagi keserasian huruf hurufnya, Muhammad Aziz Rifa'i yang memperkenalkan khat naskhi ke Mesir, Majid al Zuhri yang memperkenalkannya ke Irak. Dari Irak kemudian lahirlah kaligrafer besar Hasyim Muhammad al Baghdady, yang tulisan tulisannya banyak ditiru oleh kaligrafer masa kini.
Naskah kitab Muqaddimah Ibnu Sholah dalam khat naskhi kuno Diantara kelebihan khat naskhi adalah kejelasan bentuk bentuk hurufnya sehingga mudah dibaca, serta kemudahan dan kecepatannya dalam penulisan.

Khat naskhi pada masa kini menjadi font standar untuk pengetikan, majalah majalah, koran, dan mushaf mushaf Al Qur'an.

Illustrasi:
tampak Ustaz Muhammad Assiry Presiden Kaligrafi PSKQ memberikan materi Khoth Naskhi yang diikuti oleh seluruh santri Putra dan Putri di Asrama Ruang AL Qalam asrama 1 PSKQ Modern.

KADO NATAL UNTUK WISSAM SHAWKAT SEORANG MAESTRO KALIGRAFER KRISTEN DARI IRAK

Assiry gombal mukiyo, 17 Desember 2014

Saya ingin membentur-benturkan kepala saya di dinding entahlah mungkin ini karena saya malu sejadi-jadinya, saya menutup muka bahkan ingin "ngumpet" menutup malu kepada Wissam Shawkat yang seorang kristen tapi banyak menorehkan karya -karya Kaligrafi arab sebagian juga dari ayat-ayat Al Quran yang luar biasa indahnya. Saya tau rasa malu saya itu tidak bisa saya tutupi karena dia abstrak bukan sesuatu yang tampak (konkret) karena jika tampak bukan rasa malu tapi itu....maaf "kemaluan".

Wissam Shawkat sengaja saya angkat sebagai Kaligrafer fenomenal yang melebihi banyak kaligrafer muslim di belahan Dunia karena unik.

Inilah pernyataan Wisham yang membuat saya trenyuh dan kagum kepadanya.
" As a Christian Arab from an Arab country (Iraq), for me calligraphy is more connected with language than religion. However, without Islam, Arabic calligraphy would not have survived and prospered all these years".
"Sebagai seorang Kristen Arab dari negara Arab ( Irak ) , bagi saya kaligrafi lebih terhubung dengan bahasa daripada agama . Namun, tanpa Islam , kaligrafi Arab tidak akan bertahan dan makmur selama ini".

Kata -kata ini lho yang harus bisa mengispirasi dan memotivasi teman -teman sekalian yang merasa Muslim untuk unjuk gigi dan berani mengatakan "kalau Wisham yang kristen saja bisa kenapa aku ngga bisa, Diancukkk tenan?"
Inilah kata -kata yang harus selalu disave dalam lorong hati dan dihujamkan disana untuk menumbuhkan semangat sebagai seorang Muslim cuk...heuheuheu.

Elisabeth Kvernen seorang pengamat Kaligrafi telah berhasil wawancara dengan Wissam Shawkat , seorang kaligrafer Kristen berasal dari Irak , yang sekarang tinggal di Dubai . Wissam telah berlatih kaligrafi dan desain selama lebih dari 20 tahun , dan telah menerima berbagai penghargaan untuk karyanya diantaranya Juara nominasi lomba kaligrafi tingkat internasional Burdah.

Berikut kita simak wawancaranya, yang saya terjemahkan dari Bahasa Inggris kedalam Bahasa Indonesia agar bisa menjadi motivasi buat kita semuanya.
Kapan dan bagaimana Anda menjadi tertarik pada kaligrafi ?
Wissam: Saya jatuh cinta dengan kaligrafi pada tahun 1984 , selama kelas seni . Guru sekolah dasar saya ( Mohammad Ridha Suhail ) , yang juga seorang kaligrafer dan seniman , menulis beberapa kaligrafi dalam naskah Ruqa'a di papan hitam . Sejak saat itu , keindahan huruf Arab kaligrafi memikat saya ; menjadi obsesi .

Pada tahun yang sama , ayah saya membeli kakak saya sebuah buku tentang kaligrafi ( oleh Hashim Mohammed Al Baghdadi ) . Adikku tidak terlalu tertarik pada pelajaran itu, sehingga ia memberikan buku itu kepada saya, dan saya menghabiskan berjam-jam melihat halaman . Saya masih memiliki buku ini hari ini .
Dapatkah Anda menjelaskan gaya kaligrafi Anda ? Tradisional ? Modern?
Wissam: Gaya dan jenis karya saya saat ini gaya kaligrafi klasik dan tradisional . Sementara sebagian besar karya -karya saya memiliki tampilan modern. Saya masih berlatih dan menciptakan kaligrafi tradisional . Selama sepuluh tahun terakhir saya telah membuat kumpulan karya dan manuskrip saya sendiri , yang saya sebut Al Wissam . Ini adalah script kaligrafi baru berdasarkan beberapa gaya bersejarah ( Sunbuli , Jali Diwani , Kufi Timur , dan Thuluth ) , dan memiliki tampilan yang kontemporer .
Saya percaya bahwa untuk melanggar aturan , Anda perlu menguasai mereka terlebih dahulu , jadi saya telah menggunakan gaya tradisional dan aturan sebagai titik tolak untuk sesuatu yang baru .

Apa yang paling Anda nikmati tentang menjadi seorang kaligrafer ?
Wissam: Saya senang bisa mengejar suatu bentuk seni yang saya sukai. Kaligrafi tulisan Arab adalah salah satu bentuk seni tertinggi dalam Islam , dikembangkan terutama untuk melestarikan Al-Qur'an .
Bagaimana rasanya menjadi seorang Kristen mempraktekkan bentuk seni ini ?
Wissam: Sebagai seorang Kristen Arab dari negara Arab ( Irak ) , bagi saya kaligrafi lebih terhubung dengan bahasa daripada agama . Namun, tanpa Islam , kaligrafi Arab tidak akan bertahan dan makmur selama ini.
Saya mendekati kaligrafi sebagai seni murni sebagai bentuk - seni menulis indah . Saya tertarik dengan bentuk seni ini untuk alasan estetika , dan melihat kaligrafi sebagai bentuk ekspresi pribadi . Sementara kaligrafi pada awalnya dikembangkan untuk melestarikan Al-Qur'an , saya lebih tertarik pada nilai-nilai grafis ; Saya suka dengan bentuk-bentuk abstrak .

Bagaimana Anda memilih teks untuk komposisi kaligrafi Anda ? Sumber apa yang Anda gunakan ?
Wissam: Saya percaya bahwa kandungan komposisi kaligrafi adalah sama pentingnya dengan tampilan dan nuansa dari kaligrafi . Saya memilih teks dengan pesan yang saya percaya saya menggambar pada sumber di sekeliling saya . Jika saya menemukan sesuatu yang menarik saat membaca , atau dalam kehidupan sehari-hari saya , saya menuliskannya . Saya memiliki notebook di mana saya menyimpan kata -kata mutiara dari Al Qur an atau puisi - dan saya melihat melalui noteebook tadi ketika memilih teks untuk komposisi . Saya memilih teks yang positif dan bermakna , sehingga saya dapat mencerminkan bahwa dalam komposisi dan terinspirasi olehnya saat menulis kaligrafi itu.

Bagaimana audiens Barat menanggapi karya dan pameran Anda ?
Wissam : Pameran saya diterima dengan sangat baik . Saya pikir penonton Barat mengasosiasikan kaligrafi Arab dengan lebih gaya tradisional , dan banyak orang yang terkejut dengan melihat karya saya yang modern dan beraliran grafis.
Yang terpenting adalah untuk menunjukkan bahwa kaligrafi klasik jika menggunakan script tradisional saya dapat menciptakan karya seni dengan sensibilitas modern.

Illustrasi:
-Gambar 1 tampak Wissham Sawkat sedang menggores Khot Tsulus lafaz Bismillahirrahmaanirrahim.
-Gambar 2,3 dan 4 adalah karya -karya Wissam yang anggun dan Indah.



WISATA RELIGI DAN STUDY BANDING KE TEMPAT SYEKH PUJI

PSKQ, 15 Desember 2014



Wisata Religi adalah bagian dari Program Wajib yang rutin diadakan setiap tahun selesai pasca Semester 1 dan akhir dari study pembelajaran di PSKQ Modern.

Sudah jelas bagi kita bahwa wisata ini dimaksudkan untuk memperkaya wawasan keagamaan dan memperdalam rasa spiritual kita. Karena bagaimanapun, ini adalah perjalanan keagamaan yang ditujukan untuk memenuhi dahaga spiritual, agar jiwa yang kering kembali basah oleh hikmah-hikmah religi. Jadi ini bukan wisata biasa yang hanya dimaksudkan untuk bersenang-senang, menghilangkan kepenatan pikiran, semacam dengan pergi ke tempat hiburan setelah sibuk belajar dan fokus bergulat dengan kreasi tiada batas.
Dengan demikian, maka tujuan wisata religi tidaklah sempit, namun memiliki cakupan yang sangat luas, dan sifatnya cukup personal. Artinya tempat-tempat yang menjadi tujuan wisata religi tidak terbatas pada makam-makam para wali saja, seperti Sunan Kudus, Sunan Muria Kudus, dan Sunan Kalijaga demak seperti yang sudah rutin dilaksanakan,

namun mencakup setiap tempat yang bisa menggairahkan cita rasa religiusitas kita, atau bisa menyegarkan dahaga spiritual kita, baik itu museum-museum kesejarahan Islam, tempat-tempat bersejarah, atau tempat apapun yang bisa menyampaikan kita pada tujuan yang dikehendaki dalam wisata religi itu inilah yang menjadi tujuan utamanya bagi Program Wisata Religi di PSKQ Modern.

Namun sebagaimana diketahui secara umum, bahwa pada tataran praktis, masyarakat memahami dan menjalani wisata religi ini hanya dengan cara berziarah dan mengunjungi makam-makam para wali saja, baik wali songo maupun yang lain. Tentu saja ini telalu sempit untuk menjelaskan wisata religi dalam tataran praktis.

Lalu apakah wisata religi dengan mengunjungi makam para wali ini tidak tepat sasaran? Tentu saja tidak demikian. Namun pertanyaannya adalah, apakah ziarah wali yang dilakukan selama ini sudah memenuhi maksud dan tujuan yang semestinya wisata religi itu?

Dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh imam at-Tirmidzi disebutkan, bahwa Nabi bersabda yang artinya,”Aku telah melarang kalian untuk ziarah kubur. Namun sekarang, lakukanlah ziarah kubur itu. Karena hal itu bisa mengingatkan kalian pada akhirat.” Dalam Mu’jam al-Kabir karya Imam ath-Thabrani dicantumkan Hadis yang artinya, “aku telah melarang kalian untuk ziarah kubur. Namun sekarang, lakukanlah ziarah kubur itu. Karena dalam ziarah kubur itu terdapat ibrah.”

Jadi, apakah selama ini tampak jelas bagi kita semua bahwa tujuan ziarah kubur ini telah tercapai dalam wisata religi yang kita jalani, sesuai dengan tujuan yang direkomendasikan dalam Hadis di atas? Adakah para peserta wisata religi mengingat akhirat pada saat berkunjung ke ziarah wali, dan mengalami peningkatan spiritual setelah ziarah itu? Dan seberapa banyak ibrah atau pelajaran yang diambil dari mengunjungi makam para wali itu?

Sepintas, tanpa melihat masing-masing person peserta wisata religi, dari tampilan luar kita melihat tujuan ini masih belum tercapai. Tampaknya wisata ke makam para wali masih sebatas dijalani sebagai perjalanan biasa, untuk sekedar ingin tahu, atau untuk memenuhi hajat duniawi, ngalap barakah dengan meletakkan botol air mineral di sekeliling makam, dan semacamnya, dan sepertinya belum ada ibrah apapun yang didapat dari kunjungan wisata religi ini, yang bisa membuat lebih dekat kepada Allah, ingat mati, takut akan siksa kubur dan siksa neraka.

Keterangan:
  • Gambar 1 dari kiri Pose bersama sebagian Santri -santri PSKQ Modern angkatan 2010. di depan Masjid Al Aqsha Menara Kudus seusai ziarah ke makam Sunan Kudus
  • Gambar 2.Berpose bersama santri -santri PSKQ modern dalam rangkaian acara Wisata Religi dan Study Banding di Pesantren Al Quran Syeikh Puji atau Haji.Pujiono seorang Pengusaha Kaligrafi kuningan yang sukses mencapai trillyunan Rupiah Omset bisnis Kaligrafi.

Praktek di Masjid Al Falah Kebayoran Lama Jakarta

PSKQ, 14 Desember 2014



Aktifitas Santri -santri PSKQ tidak hanya belajar di ruang kelas.tapi lebih penting dari itu adalah praktek langsung ke berbagai media yang ada.Itu bisa tembok dinding, plafon, kubah dan lainnya.

Yang sangat menarik di Pesantren Seni Rupa dan Kaligrafi PSKQ Modern adalah santi -santrinya tidak hanya dibekali dengan kemampuan kaligrafi kaidah saja tapi Penguasaan pada warna, pengolahan illuminasi dan Seni murni dari seluruh kajian tentang Seni Rupa.

Kader -kader dan alumni tidak hanya menguasai satu item keilmuan dan keahlian tapi berbagai ragam kesenian.Mengutip pernyataan Ustaz Muhammad Assiry disela-sela membuat desain diberbagai Masjid Al Falah beliau mengatakan bahwa Kesuksesan Santri -santri PSKQ bukan hanya ketika dia menjuarai Kaligrafi baik tingkat nasional maupun internadional tapi yang paling pnting adalah ketika dia bisa mengaplikasikan setiap ilmunya itu dan memberikan kmnfaatan buat siapapun dalam pngmbngn kaligrafi di Indonesia.


Ilustrasi:
Tampak Santri PSKQ angkatan 2013/2014 Husain sedang melukis di plafon Masjid Skadron Angkatan udara di Magetan Jatim, Ainun Najib santri angkatan 2013/2014 sedang berpose di bawah kubah setelah finishing huruf dan membuat cat decoratif menyerupai marmer pada lis dalm kubah Rumah kediaman H.Faidhoni Jepang pakis Kudus.Jateng dan tampak pula crew Assiry art yang digawangi santri -santri PSKQ dari kiri Una, Najib,Rosidi saudara Ustaz Muhammad Assiry berdiri,dan Muallimin saat pengerjaan Kaligrafi di Masjid Al Falah kebayoran lama Jakarta.

Top