Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

HIDUP BERBUAH AKHLAQ MULIA 2018

PSKQ Modern, 15 Februari 2019



Lukisan kaligrafi dan aksara abstrak karya Muhammad Assiry berkolaborasi beserta anak -anak Sekolah dari berbagai desa di Kudus. Dalam kesempatan itu ada dua putri dari SMA Masehi Kudus yang beragama kristen juga ikut menggoreskan nama Yesus di kanvas tersebut. Filosofi karya tersebut adalah meskipun berbeda tetapi tidak ada yang menghalangi untuk terus bersatu dalam bingkai kerukunan berbhinneka tunggal ika.

Demo melukis bersama tsrsebut diselenggarakan di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kudus dipenuhi sekitar 100 siswa SD dan SMA. Nampak didepan para siswa dibentangkan sebuah obyek kain untuk melukis. Beberapa huruf baik Arab, Jawa Kuno serta huruf capital lainnya sudah tertulis.

Kemudian pelajar yang hadir juga diminta untuk mewarnai atau membuat apapun dengan kuas di obyek kain itu. Selain dengan kuas mereka juga dipersilakan mewarnai dengan menggunakan jari mereka. Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kudus, Masyudi, Senin 5 Nopember 2018, kegiatan ini adalah dalam rangka Bulan Kunjung Perpustakaan. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 5 – 9 Nopember dan pihaknya sengaja menggandeng Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus.

Acara melukis abstrak secara langsung yang diikuti oleh 100 siswa SMA dan SD ini adalah bentuk untuk mengaktualisasikan diri tanpa rasa malu, takut dan mereka bebas berekspresi.

MENEMANI SANTRI-SANTRI PSKQ MODERN BERKARYA DI PSKQ MODERN UNTUK MENGIKUTI LOMBA KALIGRAFI INTERNASIONAL IRCICA TURKI 2019

PSKQ Modern, 13 Februari 2019




Dengan dampingan dan bimbingan Ustadz Muhammad Assiry, beberapa  santri PSKQ Modern sedang khusyu' berlatih dan berkarya untuk mengiku lomba kaligrafi internasional IRCICA 2019 di Turki.

Tahun lalu, Santri PSKQ Modern juga ikut mengirimkan karya pada Lomba IRCICA 2018 tingkat Asia Tenggara yang diselenggarakan di Singapura. Ustadz Muallimin (Demak) yang merupakan santri senior  dan staff pengajar PSKQ Modern berhasil  menyabet juara 1 dan Muhammad Rifqi Dzannuroini (Jambi) berhasil merebut juara 3.

Semoga tahun ini para santri mampu mengukir prestasi kembali pada berbagai perlombaan. Aamiin...

DOKUMENTASI SEJARAH PEMBUATAN LOGO PENCINTA KALIGRAFI

PSKQ Modern, 12 Februari 2019













 Oleh: Muhammad Assiry, 2019
Pada tgl.10 Nopember 2017 bertempat di Asrama KH.Robert Nasrullah yang terletak di belakang Masjid UIN Suka Yogya berkumpullah para Pengurus dan Anggota Pencinta Kaligrafi diantaranya: Saya Muhammsd Assiry, Midhan Anis, Athoillah, Amien Noer Muhammad, Bazrizal Al bara, KH.Robert Nasrullah, Husein Sudjana, Nugroho. Delli.

Dalam pertemuan itu fokus membahas pembuatan desain logo Pencinta Kaligrafi. Ada 6 alternatif bentuk desain yang saya buat (tampak dalam foto) yang akhirnya diputuskan satu bentuk huruf fa' yang dibentuk daun waru atau simbol love dengan gaya khath Diwani.

Sederhana sebenarnya. Saya membuat desain logo Pencinta kaligrafi dengan huruf fa. Kalau ejaan Indonesia menjadi P dengan bentuk love karena Pencinta Kaligrafi adalah rumah bersama bagi siapa saja yang perduli terhadap aksara baik arab yang diwakili dengan kaligrafi Al Quran maupun huruf lokal honocoroko atau pegon gandeng sebagai warisan budaya nusantara yang sekarang nasibnya hampir punah karena terkesampingkan.

Jangan sampai kita sibuk mengimport dan belajar kaligrafi arab tapi melupakan huruf atau aksara khas Indonesia. Sayangnya bangsa ini tidak memiliki kekhasan bentuk huruf atau aksara sebagai penanda kebanggaan bangsa. Berbeda seperti negara Mesir, Jepang, Cina, Thailand dan banyak yang lainnya memiliki kekhasan aksara sebagai warisan budayanya kemudian tetap terjaga dan terus dikembangkan hingga kini.

Sebelumnya bukan Pencinta Kaligrafi (PK ) namanya, tapi MI'ROJ. Semua setuju namanya Mi'roj, logonya ada kerisnya.
Tapi Mas Nur Amin Muhammad mengusulkan nama PEKA, kemudian akhirnya disepakati menjadi nama Pencinta Kaligrafi (PK).

Akhirnya nama mi'roj jadi penanda deklarasi Pencinta Kaligrafi (PK) dengan tema " MI'ROJ " dengan mengadakan gelar karya pameran kaligrafi di UIN SUKA Yogya.
Acara Pameran dan deklarasi Pencinta Kaligrafi (PK) tersebut dilaksanakan bersamaan dengan acara Festival Masjid Nusantara yang juga diselenggarakan di Laboratorium Agama Sunan Kalijaga.

Launching dan gelar karya kaligrafi Pencinta Kaligrafi ( PK) berlangsung selama satu bulan mulai tanggal 23 Februari sampai 28 Maret 2018, memamerkan karya-karya seniman dari berbagai daerah berupa kaligrafi biasa, dua dimensi, maupun tiga dimensi. Tidak hanya berupa kaligrafi saja karya yang dipamerkan, ada pula kitab yang dikarang oleh para ulama indonesia dari abad ke 17. Ulama tersebut berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten maupun Jakarta.

PK adalah Sebuah komunitas yang anggotanya berasal dari berbagai daerah. Meskipun tergolong komunitas yang masih muda, namun komunitas ini sudah memiliki kurang lebih 105 anggota dari berbagai kalangan dan daerah. Ada dari Kudus, Pati, Cilacap, Bandung, Jakarta, Padang dan Jogja. Mereka adalah para ahli kaligrafi yang memiliki banyak prestasi dari tingkat nasional, ASEAN bahkan Internasional. Mustofa Bisri (Gus Mus) juga termasuk di dalamnya.

Alasan pemilihan Laboratorium Agama Sunan Kalijaga sebagai tempat acara launching perdana PK adalah karena UIN Sunan Kalijaga menjadi patokan dari UIN yang ada di Indonesia, dengan lokasi yang berada di Jogja dengan sentral dan magnet budaya yang masih kuat. “UIN Jogja menjadi pandangan dari UIN manapun dan yang memperkarsai adalah Untadz Robert,” ucapnya.

Ada 21orang sebagai deklarator dalam acara gelar Pameran Kaligrafi tersebut yaitu:
-Robert Nasrullah
-Atho'illah
- Muhammad Assiry
-Noer Amien
-Midhan Anis
-Husain
-Anzib
-Bazrizal Albara
-Nugroho
-Toha
-Amar Abdillah
-Ali Ridho
- Rispul
- Saiful Adnan
-Bramantyo
-Gimbal. W
-Habiburahman
-Abdl Ghani
-M Nurul Huda
-Purwanto Zain
-Sholihah

ZIARAH KE MAKAM AFFANDI DI YOGYA 31 OKTOBER 2017 DINYATAKAN SEBAGAI AWAL BERDIRINYA PENCINTA KALIGRAFI.

PSKQ Modern, 12 Februari 2019




























Dalam rangka memperingati miladiyah yang ke 19, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jam’iyyah al-Qurra’ wa al-Huffazh (JQH) al-Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar serangkaian acara Festival Seni Qur’ani Nasional 2017. Kegiatan ini diikuti oleh 34 delegasi Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia, baik PTAIN, PTS maupun PTN, dan disemarakkan oleh tokoh, artis, seniman serta musisi ternama nasional.

Serangkaian kegiatan FSQN 2017 dimulai sejak tanggal 26 Oktober s/d 1 November 2017 dengan menggelar berbagai macam event dan perlombaan.
ta)
Acara inti FSQN 2017 dimeriah
kan dengan sejumlah perlombaan meliputi cabang Musabaqah Syarkh al-Qur’an, Musabaqah Khatt al-Qur’an, Musabaqah Qiraat al-Kutub, dan cabang perlombaan baru seperti Musabaqah Tilawat al-Qur’an Grup dan Musabaqah Hifzh al-Qur’an Battledilaksanakan serentak pada hari Selasa (31/10). Sebanyak 255 delegasi peserta dari 34 universitas berpastisipasi dalam lima cabang perlombaan ini.

Saya Muhammad Assiry, KH.Robert Nasrullah dan Ustaz Athoillah didapuk menjadi Juri dalam Musabaqoh Khath al-Qur'an itu. Disela-sela waktu istirahat, habis dhuhur kemudian kita mengadakan kesepakatan untuk berkumpul di Museum Affandi yang terletak di seberang jalan dari Kampus UIN Suka Yogyakarta.

Dalam kesempatan itu hadir 7 orang yang dianggap sebagai pencetus awal berdirinya Pencinta Kaligrafi (PK) diantaranya:
1. Amien Noer Muhammad
2. Muhammad Assiry
3. KH.Robert Nasrullah (Imam Besar Masjid UIN SUKA)
4. Ustaz Athoillah diasisteni Yasir Amrullah
5. Midhan Anis
6. Toha Putra Ketua AlMizan UIN SUKA
7. Ammar Abdillah
Yang secara maraton malam harinya langsung diadakan saresehan disebuah kedai makan dan dihadiri juga oleh Delly Narasansha Putra dkk, Nurul Huda, Husein Sudjana (Wader Jogja) dll.

DOKUMENTASI LIPUTAN UNTUK UMKM KUDUS BERSAMA MUHAMMAD ASSIRY DI ARJUNA RESTO

PSKQ Modern, 12 Februari 2019






DOKUMENTASI LIPUTAN UNTUK UMKM KUDUS BERSAMA MUHAMMAD ASSIRY DI ARJUNA RESTO

Top