Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

KESURUPAN CELANA DALAM

Assiry gombal mukiyo, 29 September 2016

Foto Assiry Presiden Kaligrafi.

Saya sebenarnya tidak ingin berbicara tentang barang yang satu ini. Tapi saya jadi tergelitik hati saya untuk menulis kasus ini. Kasus pencurian ratusan celana dan bra perempuan oleh seorang Mahasiswa S2 di Jogyakarta dengan inisial M. Sangat unik tapi menggelikan, saya tidak tahu pasti buat apa celana dalam dan pakaian dalam lainnya sebanyak itu dicuri dari penghuni kos di dekat kosnya itu. 

Mohon anda jangan menyimpulkan yang tidak -tidak. Apalagi kemudian menuduh Si M ini Cabul meskipun sepertinya begitu. Misalnya menganggapnya gila CD atau bra. Kemudian anda menudingnya gila. "wah jangan- jangan CD dan bra itu di pakainya sendiri, atau dibuat tutup kepala seperti yang lagi ngetrend di Korea karena mengikuti trend anak muda disana, atau jangan -jangan dibuat jimat tertentu biar tidak mempan dibacok misalnya". Itu bukan ranah saya untuk menyimpulkan sesuatu yang diluar kapasitas saya.

Tetapi saya jadi senyum -senyum sendiri karena teringat teman saya yang hobbynya kemana -mana kalau ke luar kota "ngikut" saya menebar virus keindahan kaligrafi ternyata harus bawa celana dalam istrinya. Ketika di kamar dia ciumi itu celana dalam istrinya hingga berjam -jam. Saya diam saja melihat kelakuan aneh teman saya itu meskipun pada akhirnya saya beranikan diri bertanya " kamu kok suka ciumi anu itu kenapa ?"
Dengan sangat yakin dia menjawab " Sampean jangan suudzon ini CD istri saya lho yah, disaat saya jauh dengan istri saya inilah yang bisa saya lakukan, sebagai bukti dan janji kesetiaan cinta saya kepadanya bahwa ada atau tidak ada istri didekat saya ia akan selalu ada dalam hati saya dan CD inilah yang mewakili kehadirannya". Saya terbahak -bahak mendengar penjelasan teman saya itu.
Mohon anda jangan menyebut teman saya itu gila atau sedang kesurupan celana dalam, bisa jadi ia benar dan tidak berlebihan.

Menurut saya memiliki fantasi dalam berhubungan seksual memang merupakan hal yang normal. Namun menjadi tidak normal jika seseorang memiliki fantasi seksual dengan memuja benda mati atau bagian dari tubuh lawan jenis secara berlebihan untuk mencapai kepuasan seks. Bila anda sudah memilki tanda -tanda seperti ini, apalagi jika melihat jemuran pakaian dalam tetangga anda sudah belingsatan kemudian bawaannya ingin mengambilnya, bisa jadi anda sudah kerasukan Jin Ifrit atau memang terjangkit "fetisime".
Fetisime itu merupakan suatu bentuk kelainan seksual yang menggunakan benda-benda non seksual, seperti benda mati atau bagian tubuh lawan jenis untuk mendapatkan kepuasan seksual. Benda-benda mati yang biasanya digunakan merupakan benda yang dapat meningkatkan gairah seksual pelaku, diantaranya pakaian dalam wanita, sepatu, stocking, softek dan beberapa pakaian milik wanita lainnya. Sedangkan bagian tubuh yang sering dijadikan fetis antara lain payudara, rambut, kuku, leher, pantat, dan lain sebagainya tergantung dari pelaku fetisisme itu sendiri.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab fetisime tetapi bisa jadi mungkin karena pengalaman masa lalu atau traumatik masa lalu akibat pelecehan seksual, atau rasa ingin tahu dan ketertarikan akan benda-benda yang dimiliki lawan jenis, bisa juga mungkin karena traumatik akibat tidak bisa melakukan hubungan seksual pada lawan jenis atau kelamaan menjomblo akhirnya cuma bisa mengkhayalkannya, atau karena Ketakutan akan kemampuan diri atau maskulinitas diri dan takut ditolak pasangan. Wallahu a'lam.

Kita berdoa sajalah, Semoga Tuhan selalu melindungi kita dari godaan pakaian dalam wanita yang ada dijemuran agar terhindar dari penyakit fetisime yang merupakan penyakit psikologis yang bikin malu. Jika terbukti diantara anda ada yang pernah diam -diam mengambil pakaian dalam tetangga atau pakaian mahasiswi yang ngekos. Semoga Malaikat tidak mencatat sebagai sebuah keburukan tapi oleh Allah anda diberi kesembuhan dan ampunan yang luas dan bisa benar -benar bertaubat mumpung belum tertangkap Polisi, dan yang punya pakaian dalam itu meminta celana dalamnya dikembalikan. Amiiin........

RATU SEJATI

Assiry gombal mukiyo, 27 September 2016


Ratu sejati tidak membutuhkan gelar, tidak membutuhkan mahkota emas di kepala dan tidak membutuhkan bangunan istana yang megah bersulamkan emas permata.

Tidak juga, polesan-polesan duniawi. Karena bedak, lipstik, pelentik bulu mata hanyalah dibutuhkan oleh mereka yang tidak sejati. Yang sejati tidak butuh dibesar-besarkan, diagung-agungkan dan diindah-indahkan karena dia sudah indah, besar dan agung.

Jika Allah adalah Ratu sejatimu. Maka Ia akan terus bersemayam dalam singgasana hatimu dan kekal disana. Dalam kondisi apapun itu. Susah senang, tawa dan berpeluh air mata Ia menjadi 'As Syifa' dan penawardari setiap duka dan nestapa. Tetapi jika laki -laki atau perempuan apalagi seisi dunia ini yang menjadi kesejatian dan menyemayami singgasana hatimu maka kelak yang ada hanya penyesalan tak berguna.

Tidak ada larangan untuk mencintai dunia tapi cintailah dunia karena Allah.
Itulah sesungguhnya yang sejati dalam hidup ini.

PIL DOKTER & PIL TUHAN

Assiry gombal mukiyo, 27 September 2016


Para ibu khawatir pemakaian pil KB akan membuat mereka susah mendapatkan kehamilan selanjutnya setelah tidak lagi mengonsumsi pil KB. Atau sebaliknya seorang remaja putri yang justru takut hamil kemudian memakai alat kontrasepsi karena memang hobbynya free sex dengan pacarnya. Mereka hanya takut kepada saran Dokter untuk memakai obat atau alat kontrasepsi biar bisa hamil atau tidak hamil daripada takut kepada Tuhan.

Saya sangat sedih karena ternyata kepatuhan manusia dan masyarakat kita kepada Tuhan tidak sehebat dan sekonyong-konyong kepatuhan mereka kepada seorang dokter. Kaum beragama bisa dengan tenang tanpa beban tidak menjalankan ibadah sembahyang selengkap yang Tuhan perintahkan, tetapi mereka tidak berani satu kali pun tidak melakukan apa yang dokter perintahkan.

Bahkan banyak penyembah Tuhan yang puluhan tahun tidak melakukan shalat, tidak zakat, tidak puasa ramadhan bahkan gemar korupsi, tetapi haji berkali -kali sebagai citra. Untuk menumbuhkan kesadaran dan pengakuan agar disebut baik, mereka berbondong -bondong bersedekah agar disebut dermawan, atau berharap agar Tuhan membalas nilai sefekahnya dengan ganti yang berlipat -lipat, mereka menjadikan Tuhan sebagai mitra dagangnya. Ketika dokter memerintahkannya minum obat tiga kali sehari, tidak satu kali pun mereka berani absen meminum obat.

Tidak sedikit yang "mbacot" bahkan bingung, atau tidak benar- benar mempercayai firman Allah yang pernah Allah turunkan dari Zabur, Taurat, injil dan Quran, tetapi tidak sekalipun mereka pernah mempertanyakan hal-hal yang menyangkut pil atau obat yang diresepkan atau diperintahkan oleh dokter. Tidak ditanyakan kembali kenapa obat yang ini, kok bukan obat yang itu. Kenapa obat yang diminum ini puyer kenapa tidak tablet saja, kenapa harus pakai kondom kok tidak langsung saja dan lainnya.

Negara yang tidak pernah bisa menjamin kesejahteraan warganya tetapi kewajiban membayar pajak selalu kita jalankan meskipun harus berbondong -bondong mengikuti tax amnesti atau ampunan pajak karena menunggak membayar pajak.

Tetapi ketika Tuhan sudah kontan memberikan semua fasilitas dan kebutuhan seluruh makhluk di alam semesta, beruba nikmat dan hamparan bumi ini baru kemudian menyuruh membayar pajak atau meminum "Pil Tuhan" dengan menjalankan perintah Sholat saja, dalam rangka bersyukur sekadar dengan meluangkan waktu beberapa menit lima kali sehari, manusia masih terus bertanya: "kenapa harus lima kali sehari? Bagaimana kalau setahun sekali saja. Katanya Tuhan itu maha pengampun. Lha negara saja bisa memberikan ampunan masak Tuhan tidak. Kalau begitu Pensiun saja jadi Tuhan ?"

BELAJAR KEPADA H.ARIS JUNAIDI KUDUS


Assiry gombal mukiyo, 27 September 2016



Alhamdulillah malam ini, setelah Maghrib, Selasa 27 September 2016 saya dapat bertemu langsung dengan Ketua PHRI( Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) siapa lagi kalau bukan Bp.H.Aris Junaidi yang juga Owner Rumah Makan Bambu Wulung Jl. Kudus-Pati, Sumber Hadipolo Kec. Jekulo Kudus.

Saya banyak belajar berbisnis dan apapun ketika beliau bercerita panjang lebar tentang pengalaman pahitnya saat menjadi ajudan Presiden Abdul Rahman Wahid ( Gus Dur). Beliau mulai bercerita ketika menjadi Bendahara Gerakan Pemuda Ansor, bersama tiga rekannya. Peristiwa itu terjadi 31 Agustus 2001 malam, di Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan, atau tepat di depan Gedung Philips. Saat itu, Bp.H. Aris bersama ketiga rekannya dalam perjalanan menuju Kantor Gerakan Pemuda Ansor, di Jalan Kramat, Jakarta Pusat, menggunakan mobil Daihatsu Feroza warna putih.

Dalam perjalanan tersebut, sekitar pukul 23.15 WIB, mereka diberondong tembakan yang berasal dari sebuah mobil KIA Sporty warna hitam. Dalam peristiwa itu, Bp.H Aris terluka di bahu kiri akibat keserempet timah panas. Namun, rekan Bp.H.Aris, yakni Bp.Fadelan (yang mengendarai mobil) mengalami luka serius akibat pelor yang bersarang di rusuknya. Mereka segera dilarikan ke Rumah Sakit MMC Kuningan, Jaksel, setelah Aris menghubungi polisi, keluarga dan rekan-rekannya.

Saya mendengarkan seluruh ceritanya sambil asyik menikmati beberapa menu makan dan cemilan yang disuguhkan gratis kepada saya hingga tanpa terasa saya menghabiskan semua menu tersebut. Beliau lanjut cerita ketika awal kenal dengan Gus Dur adalah saat kuliyah di Jombang sekitar th 1985. Tidak heran hingga bisa dekat dan aktif menjadi pengurus Ansor sekaligus mendampingi dan mengajudani Gus Dur saat menjadi Presiden RI.

Beberapa kali Pak H. Aris begitu saya memanggilnya, juga sering sekali mengadakan event budaya. Seperti terlibat langsung pada acara Seribu kupat di Colo Muria Kudus, Parade seni budaya dan Festival Bambu Wulung Kudus dll.

Pak H.Aris memaparkan, ia pernah membaca sebuah catatan dari J.Osdar yang menyebut Gus Dur pernah melakukan lawatan ke Afrika Selatan untuk menimba ilmu dan pengalaman melakukan rekonsiliasi nasional pada April 2000. Hanya saja, waktu itu Gus Dur ‘tidak sempat’ bertemu Mandela, namun dia sempat berbicara mengenai rekonsiliasi nasional dengan Presiden Thabo Mbeki, ceritanya.

Karena itulah, beliau terinspirasi untuk mengadakan tahlil budaya di panggung seni di belakang Rumah Makan Bambu Wulung Desa Ngembalrejo Kudus, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut merupakan ajang “mempertemukan” dua tokoh dunia dalam “satu panggung”, yaitu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Nelson Mandela.

Acara Festifal Bambu Wulung itu digelar juga untuk mengenalkan sosok Gus Dur di kalangan anak muda. Dan memeriahkannya dengan acara lomba rebana, melukis wajah Gus Dur, hingga teater. Puncak acara gelar seni budaya tersebut juga diisi orasi budaya oleh putri bungsu Gus Dur Inayah Wulandari Wahid dan budayawan yang juga pengasuh Ponpes Salaf Asrama Perguruan Islam Tegalrejo Magelang KH. Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf).

Bp.H.Aris Junaidi juga adalah Ketua Lesbumi Kudus (Lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia). Ia yang pernah menjadi asisten pribadi Gus Dur mengenang sosok Gus Dur adalah sosok panutan yang patut diteladani. Gus Dur memposisikan islam sebagai rahmat bagi seuruh manusia (Rahmatan lil’alamin). Meski beda agama atau pandangan, Gus Dur tak pernah ngecap ini itu, apalagi mengkafirkan seseorang. Semua manusia bahkan yang tidak beragama pun wajib dilindungi. Begitu pandangan Gus Dur, ujarnya.

Tetapi dari banyaknya obrolan yang paling menarik perhatian saya adalah ketika beliau bercerita tentang awal mula mendirikan Rumah Makan Bambu wulung pada th.2009. Cerita beliau, Waktu itu Gus Dur memberikan perintah kepada Pak H.Aris untuk membuat Warung Nasi. "Itu Gudang dan garasi mobilmu dibersihkan daripada kotor ndak terurus, terus mobil truknya dijual saja hasilnya buat warung nasi" perintah Gus Dur kepada Pak H Aris.

"Lha aku kan ndak punya pengalaman usaha warung makan?" Jawab Pak H Aris. "Aku aja malah ndak punya pengalaman jadi Presiden tetep aja jadi Presiden". Timpal Gus Dur. Kompak mereka berdua tertawa, hahhhaa......

Akhirnya sejak 2009 hingga kini berdirilah Rumah Makan Bambu Wulung. Bahkan temannya Pak H. Aris Junaidi namanya Pak H.Mufrodi yang juga dekat dengan Gus Dur ikut kecipratan berkahnya. Karena juga didorong oleh Gus Dur untuk membuka bisnis Warung Kopi sekaligus diberikan rekomendasi untuk mendapatkan ijin gratis untuk membuka warung kopi yang terkenal dengan nama" Taman Kopi".Taman Topi terletak di Mayong Jepara yang hingga kini juga sukses dan maju pesat. Begitulah cerita Pak H.Aris Junaidi.

Banyak ilmu yang saya dapatkan bukan hanya sekadar bisnis, perjuangan hidup, kebaikan, kemanusiaan dan agama juga soal jabatan yang beliau juga banyak dapatkan langsung dari sosok Gus Dur ketika akrab bersamanya selama 20 th lebih. Semoga saya juga bisa mengambil intisari dari ilmunya yang bisa saya amalkan, Amiiin.

SANTRI PSKQ MODERN MEMBACA AL BARZANJI, MANAQIBAN & ZIARAH KE MAKAM MBAH GARENG

Assiry Gombal Mukiyo, 23 September 2016











Malam ini Jumat 23 September 2016, Santri-Santri PSKQ Modern mengikuti Baca Maulid Nabi dan Manaqib Syeikh Abdul Qadir Al Jilani. Kemudian acara dilanjutkan ziarah ke Makam Mbah Gareng atau Syeikh Abdullah kakek Buyut Gus Dur Mantan Presiden RI dan Mbah Datuk Undaan Lor, Kudus.

Makam Mbah Gareng / Syeikh Abdullah tersebut terletak di Desa Undaan Lor gg.12 yang dekat sekali dengan PSKQ Modern sebagai "Kampung Kaligrafi" yang banyak menorehkan prestasi Kaligrafi Nasional dan Internasional dibidang Kaligrafi. yang kelak Insya Allah akan mendunia.

Membaca Shalawat adalah bagian dari perintah Allah, karena Allah pun ikut bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan ikut membaca sejarah dan Maulid Nabi kita menjadi semakin kenal dan semakin cinta terhadap Rasulullah Muhammad SAW.

Sedangkan kata-kata manaqib itu adalah bentuk jamak dari mufrod manqobah, yang di antara artinya adalah cerita kebaikan amal dan akhlak perangai terpuji seseorang. Misalnya Manaqib Syeikh Abdul Qadir Al Jilani.

Jadi membaca manaqib, artinya membaca cerita kebaikan amal dan akhlak terpujinya seseorang. Oleh sebab itu kata-kata manaqib hanya khusus bagi orang-orang baik mulia: manaqib Umar bin Khottob, manaqib Ali bin Abi Tholib, manaqib Syeikh Abdul Qodir al-Jilani, manaqib Sunan Bonang dan lain sebagainya. Tidak boleh dan tidak benar kalau ada orang berkata manaqib Abu Jahal, manaqib DN. Aidit dan lain sebagainya.

MELACURKAN DIRI KEPADA UANG

Assiry gombal mukiyo, 25 September 2016


Tidak sedikit tetangga saya yang ikut bergabung dengan Jamaah Kanjeng Dimas ini. Sudah berapa ribu orang yang berbondong-bondong mengikuti ritual penggandaan uang tersebut, meskipun itu palsu dan penuh tipu muslihat.

Seperti dilaporkan, Kanjeng Dimas atau Dimas Kanjeng ditangkap polisi karena diduga menjadi otak pembunuhan dua pengikutnya. Si pengikut dibunuh karena akan membongkar kejahatan Dimas Kanjeng. Selama ini berita yang beredar hingga kampung saya di Kudus Jawa Tengah Dimas Kanjeng mengaku bisa menggandakan uang. Syaratnya para pengikutnya harus menyerahkan sejumlah uang sebagai mahar agar bisa menghasilkan berlipat -lipat.

Berkali-kali saya memberikan penjelasan kepada tetangga yang kebetulan menjadi pengikut dan kacung setia Kanjeng Dimas tersebut. Saya bilang bahwa penggandaan uang itu tidak pernah ada. Yang ada justru uangmu akan habis ludes karena tanpa sadar kamu akan terus ketagihan untuk memberikan uang bahkan menjalankan apa saja demi menuruti perintah Kanjeng Dimas.

Sebab pertama karena anda sudah betul -betul berharap bahwa akan mendapat ganti puluhan kali lipat uang yang sudah anda berikan kepada Kanjeng Dimas itu. Jadi prinsipnya semakin banyak yang diberikan kepada Kanjeng Dimas anda semakin dinina bobokkan dengan harapan semua bahwa ratusan juta bahkan milyaran uang anda akan dapatkan. Sebab kedua karena anda ingin mendapatkan uang banyak dan cepat kaya dengan cara yang instan dengan prinsip kalau bisa beternak uang kenapa harus susah payah bekerja. Inilah mind set yang keliru.

Ini kan kelewatan. Modus, tukang tipu dengan menjual nama Agama memang sangat menggiurkan. Kalau mau mendapatkan uang banyak yah kerja bukan malah digandakan. Memang ternak bisa terus bertelur atau melahirkan anak yang bernama uang. Hidup nemang butuh uang tetapi bukan segalanya. Tidak perlu menjadi makhluk yang merendahkan diri dengan mengejar-ngejar makhluk lainnya yang namanya uang. Karena derajat kita lebih tinggi dari uang.

Yang kita perlukan adalah bagaimana kita memiliki kepribadian dengan sifat, sikap dan perilaku yang membuat uang mengejar-ngejar kita. Jadi misalnya, apa yang disebut amanat, amanah. Jadi orang merasa aman dengan Anda. Kalau orang nitipin motor ke Anda orang percaya motornya nggak akan rusak, orang nitipin istrinya ke anda karena keluar kota, anda tetap menjaganya nggak akan dipakai yang enggak-enggak.
Orang nitipin jabatan kepada Anda orang merasa aman kepada Anda, itu disebut "mukmin" kalau dalam Islam. Asal Anda bikin orang aman, Anda bisa dipercaya, Anda membuat segala sesuatu stabil, maka Anda tidak perlu cari uang, karena uang akan sibuk mencari Anda.

Jika anda penjual jasa misalnya, pelayananmu baik, hasil karyamu berkualitas, cara kerjamu profesional meskipun cuma usaha "jasa loundry", tetapi jika itu anda jaga dengan baik saya yakin anda justru akan dikejar oleh uang artinya banyak pelanggan setia, orang dengan rela hati malah menambah tips karena wangi, bersih dan juga rapi hasil loundry anda.

Saya sendiri menjual jasa dengan melayani jasa kaligrafi di hampir seluruh penjuru Indonesia dan beberapa kali ke Manca Negara, tanpa modal uang sepeserpun. Tetapi karena kepercayaan dan amanah terus saya jaga, setiap bulan orang -orang berbondong -bondong mencari saya, menelpon dan menginginkan saya dengan kendaraan CV.Assiry Art untuk menebarkan keindahan kaligrafi entah itu Masjid Kampus dan perkantoran, Masjid Kementerian Negara, Musholla Apartemen, Surau kampung atau Musholla pribadi dan lainnya.

Menurut saya jangan menyibukkan diri dengan sibuk hatinya, sibuk pikirannya, darahnya, emosinya, batinnya, jiwanya, sholatnya, hajinya, untuk mencari uang. Karena derajatnya uang itu yang mencari Anda. Anda derajatnya adalah dicari oleh dunia, Anda tidak punya derajat yang rendah untuk mencari dunia, kalau menurut Allah seperti itu. Jadi sesungguhnya dengan Anda tidak terlalu berkonstrasi mencari uang, apalagi ko sampai melacurkan diri kepada uang dengan menipu, korupsi, memanipulasi yang muaranya adalah merugikan orang lain, maka sesungguhnya potensi uang yang datang kepada Anda jauh lebih banyak dari pada kalau Anda sibuk mencari uang. Ini ekonomi siklikal namanya.

Tentu anda dan bahkan kita semua harus berkerja secara halal sekecil apapun itu usaha kita asal kita telaten dan sabar, semua akan berbuah dan buah kesuksesan. Entah cepat atau lambat kita yang pasti memanennya. Karena hidup tidak hanya mencari dan nemburu uang tetapi menaburkan kebaikan.

Dalam filosofi Jawa dikenal “urip mung gawe kebecikan”. Jika ini dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka “efek samping”nya adalah materi, uang atau nafkah yang justru lebih melimpah daripada ketika tujuan hidup kita adalah mencari uang semata. Tentu ini berbeda dengan “Kiai Yusuf Mansyur” yang demikian heroik menafsirkan Qur’an dengan “teori” sedekah versinya. Benar dalam Al Qur’an Allah SWT menjanjikan akan melipatgandakan amal kebaikan menjadi 700 kali dan seterusnya, namun tentu ini harus dimaknai dalam hubungan “rasa cintaNya” kepada kita, dan bukan hubungan matematis-kapitalistis. Kalau terjebak dengan cara pandang Kiai Yusuf Mansyur maka orang yang bersedekah bukan dalam kerangka taqwa dan tawakal, melainkan dalam hubungan dagang. “Ini lho Tuhan aku sudah bersedekah, mana imbalan 700 kali itu ?”, barangkali ini yang dicari manusia.

Padahal Allah SWT sudah bernjanji akan memberi rezeki dari arah yang tidak diduga-duga dan akan mencukupkan segala kebutuhan kita, dan Allah hanya meminta dua hal dari kita: taqwa dan tawakal. Taqwa tentu terkait dengan kemesraan cinta antara hamba dan Tuhannya dan tawakal adalah term yang tidak terpisah dari kata kerja. Orang yang tidak pernah bekerja dalam kebaikan tidak boleh mengklaim dirinya tawakal hanya dengan jalan menyerahkan diri saja kepada Allah SWT. Sederhana saja, Allah telah berbagi kepada kita secara demokratis. Kita sudah diberi berbagai fasilitas di alam semesta ini, dan tentu saja ada pembagian tugas atau sharing. Ada qudrah dan ada iradah.

Ingat Untuk urusan uang, Tidak ada cara yang instan kemudian jadi kaya seperti kasus MLM dan penggandaan uang tanpa melalui kerja dan usaha. Yang cepat tapi enak itu tidak ada dalam hidup ini kecuali jika anda terpaksa onani.

LUKISAN FRIEDENSREICH






















































Top