Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Hanya Ust. Muhammad Assiry Yang Berani Memberi Dukungan Terhadap Menteri Agama Fachrul Razi

google-site-verification: google87c4cb794a335fe9.html
Ust. Muhammad Assiry, 09 November 2019

"Cadar itu budaya dan tidak memiliki dimensi ibadah", itu bukan omongan saya, tapi Fatwa Syeikh Ali Jumah, mantan mufti Agung Mesir beliau menulis, النقاب مرتبط بالعادات.
Syeikh Dr. Muhammad Thanthawi menulis, وجه المرأة ليس بعورة والنقاب عادة وليس عبادة, wajah perempuan tidak termasuk aurat (yang harus ditutup) dan cadar adalah budaya bukan (bagian) dari agama. 

Syeikh Muhammad Ghazali Mesir juga menulis, النقاب فى شريعة الاسلام. Syeikh Prof Dr. Mahmud Hamdi Zaqzuq menulis, التواصل الانساني وقضية النقاب, relasi manusia dan diskursus cadar. Darul Ifta mesir juga merilis fatwa tentang cadar. Semua kesimpulannya sama, "cadar itu budaya bukan bagian dari kewajiban agama". Dan jelas, cadar bukan budaya kita. Silahkan bantah fatwa para ulama sekaligus para profesor dalam bidang Syariah diatas. Itu bukan fatwa saya.

Hanya Ust. Muhammad Assiry Yang Berani Memberi Dukungan Terhadap Menteri Agama Fachrul Razi

NUSRATUZ ZULFA KADER PSKQ PROSES BERKARYA DIWANI LOMBA KALIGRAFI NASIONAL UNIDA GONTOR 2019


Membersamai Kader PSKQ Modern Sdri Nusrotuz Zulfa berlatih dan persiapan karya dalam mengikuti lomba kaligrafi nasional khusus putri di UNIDA Gontor.
Ini adalah tahapan awal dalam proses pembuatan karya yang akan dikirim mengikuti ajang perlombaan kaligrafi Nasional.

Mulai dari penyusunan, pemilihan komposisi huruf, meneliti setiap kaidah huruf dan mencari celah artistik dari kreasi goresan yang akurat dan proporsional.

Jika tahapan ini sudah selesai baru memindahkan karya ke kertas muqahhar dan selanjutnya proses tartis atau finishing touch hingga maksimal. 
Untuk membuat karya Master peace butuh kasabaran tinggi dan ketekunan juga latihan yang terus menerus tingkat Dewa.

Kudus, 12 November 2019
Muhammad Assiry

Mari teladani Akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari - hari

google-site-verification: google87c4cb794a335fe9.html

Nabi Muhammad SAW adalah penutup para nabi dan rasul. Beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak dan tidak diutus Allah SWT kecuali menjadi rahmat bagi alam semesta. Atas kemulian-kemuliaan inilah, tepat kiranya jika kita memeringati hari kelahiran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam setiap bulan Rabi’ul awwal tepatnya pada tanggal 12 rabi’ul Awwal setiap tahunnya.
Menurut Imam al-Suyuthi, tercatat Raja Al-Mudhaffar Abu Sa`id Kukburi ibn Zainuddin Ali bin Baktakin (l. 549 H – w. 630 H) sebagai raja pertama yang memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW dengan perayaan yang meriah luar biasa. Tidak kurang dari 300.000 dinar beliau keluarkan dengan ikhlas untuk bersedekah pada hari peringatan Maulid ini. Intinya menghimpun semangat juang dengan membacakan syi’ir dan karya sastra yang menceritakan kisah kelahiran Rasulullah SAW. Di antaranya yang paling terkenal adalah karya Syeikh Al-Barzanji yang menampilkan riwayat kelahiran Nabi SAW dalam bentuk natsar (prosa) dan nazham (puisi). Saking populernya, karya seni Barzanji ini hingga hari ini masih sering kita dengar dibacakan dalam seremoni peringatan Maulid Nabi SAW.

Maka sejak itu ada tradisi memperingati hari kelahiran Nabi SAW di banyak negeri Islam. Inti acaranya lebih kepada pembacaan sajak dan syi`ir peristiwa kelahiran Rasulullah SAW. Namun untuk menghidupkan semangat juang dan persatuan umat Islam, maka ditambah dengan adanya ceramah ( Mau’izhatul hasanah ).
Di Indonesia, terutama di pesantren, momentum tradisi Maulid Nabi SAW yang sudah melekat di masyarakat ini sebagai media dakwah dan pengajaran Islam. Sebagian organisasi Islam telah mencoba memanfaatkan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini tidak sebatas seremoni dan haflah belaka, tetapi juga untuk melakukan amal-amal kebajikan seperti bakti sosial, santunan kepada fakir miskin, pameran produk Islam, pentas seni dan kegiatan lain yang lebih menyentuh persoalan masyarakat.
Berikut ini ada beberapa hikmah dari Maulid Nabi Muhammad SAW yang bisa kita teladani.
Pertama , meneladani akhlak dan sifat Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
Ibnu Katsir menafsirkan bahwa ayat tersebut merupakan dalil pokok yang paling besar, yang menganjurkan kepada kita agar mencontoh Rasulullah SAW dalam semua ucapan, perbuatan, dan sepak terjangnya. Oleh karena itu, Allah SWT memerintahkan kepada kaum mukmin agar mencontoh sikap Rasulullah SAW Ketika Perang Ahzab, yaitu dalam hal kesabaran, keteguhan hati, kesiagaan, dan perjuangannya, serta tetap menanti jalan keluar dari Allah SWT. Semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sampai hari kiamat.
Selain itu, akhlak Rasulullah SAW adalah cerminan Al-Qur’an. Bahkan beliau sendiri adalah sosok sempurna yang hadir di tengah-tengah umat manusia, membawa kabar gembira, menerangi kegelapan dengan membawa cahaya Islam. Hisyam bin Amir pernah bertanya kepada Aisyah RA tentang akhlak Rasulullah SAW, Aisyah menjawab,  “Akhlak Rasulullah SAW adalah Al-Qur’an”  (HR Muslim). Sungguh, jawaban Aisyah ini singkat, namun sarat makna yang luar biasa. Ia menyifati beliau dengan satu sifat yang dapat mewakili seluruh sifat yang ada.

Rasulullah SAW juga memiliki sifat yang layak diteladani, yakni shiddiq , amanah, tabligh , dan fathonah . Shiddiq adalah integritas, kejujuran, selalu menjunjung tinggi kebenaran. Amanah adalah memegang teguh kepercayaan, bisa dipercaya. Tabligh adalah menyampaikan dengan benar dan baik atas apa yang menjadi perintah Allah. Fathanah adalah kecerdasan, kepintaran, ketangkasan.
Kedua , ungkapan kecintaan dan kegembiraan kepada Rasulullah SAW. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu bukti cinta kita kepada Rasulullah SAW. Di berbagai tempat biasanya diadakan pembacaan sirah nabawiyyah dengan iringan hadhrah , mengagungkan Rasulullah SAW dalam Dalam suasana khidmat dan penuh kegembiraan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam ini diharapkan bisa memperdalam cinta kita kepada Rasulullah SAW sehingga umat bisa terus meneladani akhlak beliau oleh karena rasa cinta yang mendalam. Rasa gembira juga bisa menyebabkan bertambahnya rasa iman kepada Rasulullah SAW dan semakin senang menjalankan ajaran agama yang dibawa oleh Rasulullah SAW, yakni agama Islam.
Bahkan selain orang islampun saja mendapatkan manfaat dengan kegembiraan itu. Diriwayatkan ketika Tsuwaibah, budak perempuan Abu Lahab, paman Nabi, menyampaikan berita gembira tentang kelahiran sang Cahaya Alam Semesta itu, Abu Lahab pun memerdekakannya sebagai tanda suka cita. Ternyata sejak dilahirkan, Rasulullah SAW sudah memberi kemanfaatan dan menyebabkan kegembiraan.
Demikianlah rahmat Allah SWT terhadap siapa pun yang bergembira atas kelahiran Nabi, termasuk juga terhadap orang kafir sekalipun. Maka jika kepada seorang yang kafir pun Allah SWT merahmati karena kegembiraan atas kelahiran Rasulullah SAW, apalagi anugerah Allah bagi umatnya yang beriman dan bertakwa.
Ketiga , meneguhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Cinta Rasulullah SAW bisa saja pudar seiring berjalannya waktu. Iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang. Oleh sebab itu, peneguhan kecintaan kepada Rasulullah SAW merupakan sebuah keniscayaan, sebagai konsekuensi dari keimanan. Kecintaan pada utusan Allah SWT ini harus berada di atas segalanya, melebihi kecintaan pada anak dan istri, kecintaan terhadap harta, kedudukannya, bahkan kecintaannya terhadap dirinya sendiri.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orangtua dan anaknya (HR. Bukhari).” Hadits ini menegaskan bahwa ketika cinta kita kepada Rasulullah SAW tidak lebih besar dari cinta kita kepada makhluk, maka kita tidak masuk dalam kategori orang beriman yang sempurna.
Hikmah ini bisa dijadikan pedoman bahwa di tengah semua kesibukan kerja dan aktivitas di dunia modern, kita tetap memegang teguh hal-hal yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan membuang jauh godaan untuk melakukan hal yang dilarang oleh Rasulullah SAW.
Keempat , mengingatkan kembali bahwa Rasulullah SAW sudah wafat dan diteruskan oleh pewaris para nabi, yakni ulama. Rasulullah SAW bersabda, “ Ulama adalah pewaris para nabi ” (HR At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda ra). Setelah menegaskan kecintaan kepada Rasulullah SAW, berikutnya adalah kecintaan terhadap pewaris Rasulullah SAW yakni Ulama.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bisa menjadikan sarana kepada umatnya untuk terus meneladani ulama kontemporer (masa kini) yang memenuhi kriteria sebagai Ulil Amri , oleh karena itu Allah SWT memerintahkan agar taat kepada Ulil Amri . Salah satu bagian dari Ulil Amri adalah para ulama.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bisa menjadikan sarana kepada umatnya untuk terus meneladani ulama kontemporer (masa kini) yang memenuhi kriteria sebagai Ulil Amri , oleh karena itu Allah SWT memerintahkan agar taat kepada Ulil Amri . Salah satu bagian dari Ulil Amri adalah para ulama. 

Kegembiraan telah datang dengan hari kelahiran sang penunjuk jalan yang lurus. Mari teladani Akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari - hari. Keluarga Besar Assiry Art dan Pesantren kaligrafi PSKQ Kudus Mengucapkan Selamat Maulid Nabi 1441 H.

"Engkaulah Bukti Kesetiaan Murid Kepada Guru" Bapak Kaligrafi Tsulus Adi Muhammad Syauqi Affandi




Beliau di Lahirkan di kota Seyyidler, Kastamona Turki, tahun 1829 M/ 1244 H. Menimba ilmu kaligrafi tsulus, naskhi dan riq’ah bersama pamannya langsung Muhammad Khulushi Afandi hingga beliau mendapat ijazah pada tahun 1257 H (usia 13 tahun).

Pamannya sendiri merupakan khattat pertama yang ditunjuk untuk menjaga buku-buku di perpustakaan yang terkenal di Istanbul. Selain itu, beliau adalah seorang guru yang berbakat dalam seni ini. Banyak sekali kaligrafer handal yang lahir dari didikannya.
Tak heren melihat bakat dan kemampuannya, sang paman menyarankan untuk menimba ilmu kaligrafi lebih lanjut kepada kaligrafer lain yang lebih hebat semisal Mustafa Izzat Afandi. Hingga pada suatu saat Kholusi menyaksikan akan bakat yang luar biasa pada diri Syauqi, lalu berkata kepada anak dari saudara perempuannya tersebut: “Anakku, hanya ini yang bisa saya ajarkan kepadamu. Karena itu saya izinkan kamu untuk melanjutkan belajar kepada guru lain yang lebih hebat dariku, yaitu Kadiaskar Musthafa Izzat Afandi. Belajarlah kepadanya hingga nanti engkau akan berkembang dalam seni kaligrafi ini”. Kholusi menyampaikan hal tersebut karena melihat kehebatan yang dimiliki oleh Muhammad Syauqi. Namun justru Muhammad Syauqi menjawab: “Saya tidak akan pergi kepada guru siapapun selain engkau wahai pamanku.” Mendengar jawaban itu, Kholusi hanya bias mendoakan untuk kebaikan dan kemudahan bagi muridnya dan keponakannya, Muhammad Syauqi .
Bukti kesetiaan yang Muhammad Syauqi contohkan kepada gurunya membuahkan keberkahan doa dari sang guru. Hingga doa inilah yang menjadi motivasi bagi Muhammad Syauqi untuk menekuni belajar khat lebih tekun lagi, hingga akhirnya beliau menemukan karakteristik tersendiri dalam menulis khat naskhi khususnya yang diilhami dari karya karya para maestro kaligrafer sebelumnya, seperti Hafidz Othman, Ismail Zuhdi serta Musthafa Raqim dan yang lain, meskipun Muhammad Syauqi tidak belajar secara langsung ke mereka. Dalam pernyataannya yang terkenal dalam cacatan sejarah, Muhammad Syauqi mengatakan bahwa “mereka (para kaligrafer sebelumnya) yang telah mengajariku lewat mimpi”.
Atas sikapnya itu, khulasi Afandi mendoakam agar ia menjadi kaligrafer besar. Berkat doa dan bimbingan dari sang guru sekaligus pamannya , Muhammad Syauqi Afandi berhasil membangun satu aliran kaligrafi yang disebut “Madrasah Syauqi”.
Sebagian karya Muhammad Syauqi berupa mushaf dan beberapa tulisan dari kitab Dalail Khairat, wirid-wirid dan beberapa hilyah. Kelebihan tulisan yang dimiliki Muhammad Syauqi Afandi tersebut telah mendapatkan reputasi yang tidak diragukan di mata kaligrafer dunia pada umumnya. Derajat keindahan tulisannya tersebut menempati posisi yang tinggi karena tingkat detail huruf yang melebihi rata-rata namun tetap anggun dan menarik. Atas sebab inilah, sahabat beliau, Sami Afandi berkata: “Bahwa Syauqi bila menulis tidak pernah bisa menulis jelek, meskipun ia menghendakinya (sengaja menulis dengan jelek)”. Muhammad Syauqi menulis beberapa khat nya dengan tingkat detail yang tinggi, termasuk ketika menulis amsyaq (buku pelajaran) sebagai materi untuk para muridnya.
Kesibukan Muhammad Syauqi lainnya adalahsebagai guru kaligrafi pada Madrasah al-Askariyah di Istanbul. Karenanya, beliau juga dikenal dengan sebutan “munsyi’ kuttab askary”. Pada saat yang sama, beliau juga mengajarkan khat pada putera sultan Abdul Hamid II selama dua tahun setengah.
Muhammad Syauqi telah menulis beberapa mushaf Al-Qur’an dan kitab Dalail Khairat serta buku-buku Dzikir, hingga beliau wafat pada tanggal 13 sya’ban 1304 H (1887) dan di makamkan disamping pamannya, Khulasi Afandi di Istanbul, Turki.
Muhammad Syauqi atau dalam bahasa Turki Mehmed Sevki Efendi merupakan salah satu kaligrafer yang termasyur di dunia. Beliau juga merupakan salah satu kaligrafer terbesar Kerajaan Ustmani saat itu. Karya-Karya beliau banyak menjadi referensi para kaligrafer zaman sekarang, tak heran jika lembaga IRCICA menjadikan salah satu buku amsyaq beliau sebagai panduan untuk pelombaan kaligrafi internasional, beliau lebih dikenal dengan penulisan khat naskhi dan tsulus yang indah dan khas. hampir rata-rata amsyaq dan karya-karya beliau di tuangkan kedalam 2 jenis khat tersebut.
Berikut ini beberapa karya Muhammad Syauqi :

BERKARYA KALIGRAFI DENGAN BIMBINGAN GURU


     Untuk bisa menciptakan karya kaligrafi yang bagus butuh proses yang melelahkan dan harus dengan bimbingan guru yang kompeten. Alhamdulillah, atas segala puji untukNya yang terus berlimpah karena saya terus bisa mendampingi para Santri PSKQ Modern hingga berkali-kali menghadiahi indonesia dengan berprestasi kaligrafi terbaik 1 baik di tingkat Nasional, Asia maupun Internasional.


     Yaqut Al Musta'shimi memberikan nasehat yang indah menukil sabda Imam Ali Karramallahu Wajhah  للإمام علي كرم الله وجهه إن الخط مخفي في تعليم الأستاذ، وقوامه في كثرة المشق، ودوامه على دين الإسلام 


"alkhatthu makhfiyyun fi ta'limi al ustadz waqiwaamuhu fi katsrati al masyq". "Rahasia keindahan khat terletak pada bimbingan guru dan kualitasnya ditentukan dengan memperbanyak berlatih dan menggores".

________
Illustrasi:
- Para Santri PSKQ Modern sedang mempersiapkan karya untuk mengikuti lomba kaligrafi tingkat ASEAN di Malaysia 2019. Semoga bisa mempersembahkan karya terbaiknya. Amiiin.

GERAKAN NGAJI KALIGRAFI NAHDLATUL KHATTHATIN JOGYA


Terus bersinergi. Inilah gebrakan demi gebrakan PSKQ Modern melalui wadah Nahdhatul Khatthathin Indonesia terus bergerak menjemput dan menggiring untuk menarik sebanyak -banyaknya kader binaan di berbagai daerah di Indonesia untuk bisa kumpul bareng dan ngaji kaligrafi bersama rutin setiap bulan dan mingguan.


Ngaji kaligrafi Alquran adalah bagian dari upaya untuk terus membersamai para pencinta dan penggiat kaligrafi agar terus bisa meningkatkan kualitas seni kaligrafi dengan mempertahankan kaligrafi yang bercorak khas nusantara tanpa meninggalkan aturan pakem kaligrafi jejak para pendahulu (khath klasik).

Nahdhatul Khatthatin ini awalnya berdiri pada th.2015 dengan rutin belajar kaligrafi yang saya asuh setiap bulan di UIN Suka Jogya, bekerjasama dengan Komunitas Kaligrafi Kampus UIN SUKA (Al Mizan Kaligrafi) hingga th.2018. Tidak berhenti di sini. Berbarengan dengan kegiatan pengajian kaligrafi di UIN Suka Jogya ternyata membuahkan keberkahan yang semakin bedar terbukti karena pada tgl.13 Oktober 2017 pula, akhirnya saya mengajak para Kaligrafer Indonesia untuk mendirikan komunitas kaligrafi nasional Pencinta Kaligrafi( PK). Diantara para pendirinya adalah: Saya Muhammad Assiry, KH. Robert Nasrullah Jogya, Ustaz Toha Putra Jogya ( Ketua Al Mizan UIN SUKA), Kyai Midhan Anis Cilacap, Mas Amin Nor Muhammad Solo, Kyai Athoillah ( Pimpinan Sakal) Jombang, Ustaz Husein Sujana Jogya.

Respon pengajian rutin bulanan yang saya adakan melalui wadah Nahdhatul Khatthatin juga akhirnya berkembang menjadi program kegiatan di komunitas Pencinta Kaligrafi (PK) ini. Pengajian kaligrafi yang terus semarak mendapat respon positif dari Kampus- Kampus yang notabenenya Kampus Islam. Seolah menjadi semacam wabah dan virus cinta bagi siapa saja khususnya para Mahasiswa/i menjadi semakin ketagihan.

Pada 12 Oktober 2016 UIN Walisongo Semarang melalui Rektornya Prof. DR.Muhibbin langsung memanggil saya untuk menandatangani kontrak kerjasama dengan PSKQ Modern 5 tahun agar saya mengkader dan mengajar kaligrafi bagi para Mahasiswa/i.

Setelah itu rutin saya mengadakan pengajian kaligrafi Nahdhatul Khatthathin dan Workshop Kaligrafi dari Kampus ke Kampus, Sekolah, Pesantren, Komunitas Perkumpulan Kaligrafi, Lembaga Pendidikan Swasta hingga saat ini.

Alhamdulillah, ribuan kader Kaligrafer terlahir dari Nahdhatul Khatthathin ini baik yang hanya kelas dasar hingga profesional. 
Semoga terus berkembang dan semakin membumi Kaligrafi  Indonesia.

_________
Ilustrasi: Workshop kaligrafi Nahdhatul Khatthathin UIN JOGYA bersama Nuhammad Assiry.  

Workshop kaligrafi sekalian membuka pameran kaligrafi nasional UKM JQH Al Mizan Jogya dengan tema duka -duka kultural di Aula Galeri Kaligrafi UIN Sunan Kalijaga.

Dalam kesempatan itu saya mengajak para peserta Workshop dari Mahasiswa/i UIN Suka, UNY dan beberapa dari Pesantren sekitaran Jogya, belajar dan pengenalan kaligrafi klasik juga kaligrafi lukis atau sekarang disebut kaligrafi kontemporer.
Jogja, 1 November 2019

Seni menulis kaligrafi arab merupakan salah satu dari banyaknya jenis karya seni rupa di dunia ini yang menonjolkan keindahan pada setiap garis dan bentuk-bentuk hurufnya. Banyak orang yang mengaguminya, terutama sebagian besar orang-orang Islam.  

Pengertian Kaligrafi Islam Adalah 

Kaligrafi adalah sebuah tulisan berbahasa arab yang ditulis dengan indah, susunan variasi dari khat(garis garis bentuk pada tulisan arab)yang terlahir dari para khathat(para pembuat kaligrafi) dahulu kala untuk membentuk sebuah seni indah dari tulisan arab. 

 Macam-macam Khat Kaligrafi Islam Arab 

Sebelum lanjut untuk membuat kaligrafi arab, alangkah baiknya jika kita belajar untuk mengetahui khat atau bentuk dasar huruf beserta fungsi dari tulisan arab. Misalnya untuk kaligrafi pada isi sebuah surat, bentuknya akan berbeda dari kaligrafi sampul yang biasanya menjadi hiasan. Karena memang dalam membuat kaligrafi, harus sesuai dengan dasar-dasar dan tetap pada kaidah pembuatan. Berikut adalah macam-macam khat kaligrafi yang bisa kalian ketahui diantaranya :  
Kaligrafi Khat Naskhi 
Khat Naskhi merupakan tulisan yang paling sering dipakai di dalam penulisan bahasa arab karena bentuknya yang sangat mudah untuk dibaca dan dibuat. Biasanya akan kalian temukan pada penulisan sebuah buku dan juga kaligrafi. Berikut ini pembelajaran khat naskhi bersama Ustadz Muhammad Assiry bersama santri Pesantren Seni Kaligrafi Quran yang dapat anda saksikan di kanal youtube akun milik ustadz Muhammad Assiry.


 
Pembelajaran Khat Naskhi dalam Bahasa Arab Dasar 

1. Kedudukan Khat Arab dalam Pembelajaran Bahasa Arab Pembelajaran khat Arab merupakan bagian dari pembelajaran keterampilan menulis dalam bahasa Arab. Keterampilan menulis disamping sarana untuk mengekspresikan keinginan, juga merupakan sarana untuk melestarikan berbagai hasil pemikiran dan perasaan. Keterampilan menulis merupakan salah satu keunggulan akal pikir manusia, serta budaya manusia sehingga wajar para antropologi berargumen, ketika manusia mampu menulis, maka berarti dia telah memulai sejarahnya. Berkenaan dengan pengajaran bahasa Arab, menulis berarti mengandung dua keterampilan sekaligus, keterampilan mekanik yang bersifat fisik, dan keterampilan psikis yang bersifat non fisik yakni dinamika berpikir. Keterampilan yang pertama adalah bagaimana menulis rumus-rumus bahasa, yang berupa huruf-huruf, kata, kalimat serta kesesuaian antar unsur dalam paragraf. Sedang keterampilan yang kedua berkenaan dengan proses berpikir, bagaimana mengungkapkan perasaan, maksud, keinginan dalam bahasa tertulis secara benar. Adapun keterampilan menulis dalam pengajaran bahasa Arab lebih menekankan pada empat aspek yaitu: Penulisan abjad Arab, Penulisan kalimat Arab dengan benar, Menyusun jumlah berbahasa Arab yang dapat dipahami oleh pembaca, dan Menyusun jumlah dalam paragraf berbahasa Arab dengan benar jelas. Berdasar keterampilan menulis dan aspek pengajarannya di atas, maka keterampilan menulis dapat diklasifikasikan menjadi empat macam yaitu imla’, khath, ta’bir, dan insya’. Keterampilan menulis sangat penting dalam pengajaran bahasa Arab sebagai bahasa asing. Dengan menguasai keterampilan menulis, diharapkan siswa tidak hanya dapat menulis teksteks berbahasa Arab, tetapi juga dapat mengungkapkan segala keinginan, kemauannya dengan bahasa Arab yang benar. Jadi keterampilan menulis dapat mendukung terwujudnya siswa dengan empat kemampuan kebahasaan yang handal. Dalam pembelajaran khat ada beberapa kaidah menulis dan menyusun yang harus diketahui oleh guru dan siswa. Berkenaan dengan anatomi huruf Arab Ibnu Muqlah juga telah merumuskan beberapa kriteria tulisan yang dianggap baik dan pas, diantaranya: taufiyah (tepat),yakni setiap huruf mendapat usapan sesuai dengan bagiannya(lengkungan, kejuran, dan bengkokan); itma>m (tuntas), yakni setiap huruf harus diberi ukuran yang utuh (panjang, pendek, dan tipis tebal);ikma>l (sempurna), yakni setiap usapan garis harus sesuai dengan keelokan bentuk yang wajar (tegak, terlentang, memutar, dan melengkung); isyba>’ (padat), yakni setiap usapan garis harus mendapat sentuhan pas dari mata pena sehingga terbentuk suatu keserasian; irsa>l (lancar), yakni menggoreskan kalam secara cepat, tepat, tidak tersandung atau tertahan, tidak mogok, dan bahkan tidak sampai membuat getaran tangan yang berakibat goresan yang kasar. Tidak sekadar itu, dalam hal tata letak atau susunan (h}usn alwad}’i) Ibnu Muqlah merumuskan pada empat kriteria bagus diantaranya; tars}i>f (rapat teratur), yaitu ketepatan sambungan antar huruf; ta’li>f (tersusun), yaitu menghimpun setiap huruf yang terpisah (tunggal) dalam bentuk yang wajar namun indah; tast}I>r (selaras, beres), yakni menghubungkan suatu kata dengan lainnya sehingga membentuk garis yang selaras letaknya sehingga membentuk mistar (penggaris); tans}i>l (pedang atau lembing), maksudnya meletakkan sapuan-sapuan garis memanjang yang indah pada huruf-huruf sambung. 
2. Tujuan Pembelajaran Khat Naskhi Tujuan diberikannya pelajaran kaligrafi Arab khat Naskhi adalah agar anak mampu menulis huruf tunggal dan bersambung dengan baik, serta mampu mngekspresikan pada kaligrafi dalam aspek kreativitas mewarnai. Kemampuan dalam belajar kaligrafi ini berorientasi pada penyaluran perasaan estetis dan berkesenian melalui pengalaman berekspresi baik tulisan maupun bentuk kreatifitas seni kaligrafi disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Kemampuan tersebut secara terperinci meliputi: a. Memahami cara pembentukan huruf Hijaiyyah baik di awal,tengah dan akhir dengan jenis khat Naskhi (penulisan naskah)serta pengenalan jenis khat lain yang disesuaikan dengan jenjangnya. b. Memahami dan menulis kata bahasa Arab, Mahfuzhat, ayat Al-Qur’an dan Hadits. c. Memahami penyusunan huruf Hijaiyyah menjadi bentuk karya seni tulis indah disesuaikan dengan jenjangnya. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengajarkan Al-Hija’ dan Al-Khath, diantaranya adalah: a. Jangan mudah memberikan penilaian tulisan jelek pada anak didik. Tapi katakan tulisanmu akan lebih bagus bila begini. b. Ciptakan suasana menyenangkan dalam ruangan agar dalam menulis khath lebih bagus. c. Siapkan peralatan yang harus diperhatikan mulai dari pena,tempat duduk, kertas, maupun tinta. 
3. Metode Pembelajaran Khat Naskhi Pembelajaran khat atau kaligrafi pada umumnya hanya menerapkan pembahasan praktik menulis kaligrafi dengan menggunakan buku kaligrafi tertentu. Adapun perangkat seperti kurikulum maupun silabus pelajarannya masih jarang dimiliki olehsekolah ataupun lembaga pendidikan yang mengajarkan bahasa Arab.Pembelajaran kaligrafi berorientasi pada pengkajian bentuk-bentuk huruf, proses pembinaannya, manajemen penyusunan dalam kata dan kalimat, dan penjelasan teknis pelaksanaannya. Adapun langkah-langkah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran khat sebagai pelajaran tersendiri: Pertama: Pendahuluan. Yang dimaksud adalah menulis ungkapan di papan tulis, kemudian di baca, diuraikan artinya dan dijelaskan kandungan pikiran, isi kisah atau peristiwanya yang menarik sekitar tema pelajaran. Kedua: Orientasi yaitu memaparkan tema pelajaran, pemilahan huruf-huruf dan menerangkan bagian-bagiannya. Kemudian mengarahkan perhatian kepada sarana dengan praktek pemecahan, perbandingan, dan pengawasannya secara cermat. Ketiga: Latihan. Adapun Yang dilakukan adalah menyampaikan beberapa pertanyaan umum sekitar masalah yang sudah diarahkan untuk memperkukuh pemahaman tema, dan dalam waktu bersamaan mengkonsolidasikannya dalam ingatan. Tugas ini diselesaikan tidak lebih dari 10 menit pelajaran. Setelah itu murid mengerjakan latihan, sementara guru berkeliling diantara mereka, sambil menarik perhatian murid kepada kesalahan-kesalaan umum di papan tulis. Tahap keempat: Koreksi. Guru mengoreksi tulisan setiap murid dan membetulkan tugas yang lalu. Usai koreksi, murid menulis ulang dan guru membeikan pegarahan sekali lagi, kemudian memberi mereka petunjuk pelajaran berikutnya sebelum meninggalkan pelajaran.

Sungguh Menarik Belajar Kaligrafi di Era Digital Sekarang ini


Kaligrafi lafadz Allah merupakan hasil dari pemikiran desainer tentang Keagunngan dan Keindahan, yang hanya dimiliki Allah SWT. Semua konsep itu bersatu hingga membentuk seni kaligrafi yang indah.

Kaligrafi atau khath, dilukiskan sebagai kecantikan rasa, penasehat pikiran, senjata pengetahuan, penyimpan rahasia dan berbagai masalah kehidupan. Oleh sebagian ulama disebutkan “khat itu ibarat ruh di dalam tubuh manusia”.

Dari keunikan dan juga keragaman dari seni khaligrafi, maka seni khaligrafi seperti ini terbagi dalam menjadi beberapa jenis seperti di antaranya sebagai berikut ini:

Khat naski

Khat khufii

Khat tsuluts

Khat diwani

Khat farisi atau ta’liq

Khat riq’ah

Di dalam era digital sekarang ini kalian para kaum milenial dapat belajar seni kaligrafi di manapun dan kapanpun. Kalian juga bias belajar secara online melalui video youtube menarik di channel Muhammad Assiry ya guys. Pasti pada penasaran kan ? Cek aja langsung video selengkapnya !!!!


#gambarkaligrafiarab #lukisankaligrafi #contohkaligrafibismillah #kaligrafiarab #kaligrafiayatkursi #kaligrafiallah #kaligrafiasmaulhusna #calligraphy

PENAMPILAN DIVANI BYLQYZ ASSIRI PADA LOMBA KALIGRAFI PORSADIN SEJATENG


Demak, 8 Juli 2019



Hasil bagus atau tidak itu ngga penting. Yang terpenting itu adalah menumbuhkan rasa cinta Al Quran melaui kaligrafi sejak dini, ini yang wajib. Sehingga kelak bisa merasakan berkahnya. Kalau hanya niat biar juara atau kemenangan yang diburu apa bedanya dengan lotre. 

Tujuan belajar kaligrafi Al Quran itu sesungguhnya bukan kejuaraan atau materi tetapi bentuk cinta kita kepada Allah dengan mengagungkan kalam sucinya.

Tidak sedikit para penulis Al Quran hanya karena memiliki prestasi tinggi justru menanggalkan akhlaq dan keta'dziman. Kemenangan dan kejuaraan yang diburu itu hasilnya selalu semu.

Membersamai Anak sulungku Divani Bilqyz Assiri saat lomba antar Madrasah Diniyyah (PORSADIN) Sejateng.

DIVANI BILQYZ PAWAI LOMBA PORSADIN KE V ANTAR MADRASAH SEJATENG

Muhammad Assiry, 7 Juli 2019


 


 

Malam ini sehabis maghrib, putriku sulung Divani Bilqyz Assiry didampingi Pamannya Ustaz Muhammad Rifai sedang mengikuti pawai bersama Lomba olah raga dan seni atau PORSADIN antar Madrasah Diniyyah Tingkat Propinsi Jawa Tengah yang di selenggarakan di SMA Islamic Center Demak, Jawa Tengah.

Setelah pawai malam ini, langsung berlangsung lomba tenis meja dan bulu tangkis. Sedangkan besok pagi pukul 07.30 WIB Divani Bilqyz insya Allah tampil lomba kaligrafi mewakili peserta Kaligrafi putri dari Kabupaten Kudus.

Semoga bisa tampil maksimal dan teruslah mencintai Al Quran dengan kaligrafi.

BELAJAR SELAGI DINI

Muhammad Assiry, 7 Juli 2019




Hari ini, tak terasa mata ini berlinang melihat pemandangan seperti ini, relung jiwaku terasa teduh.
Hanya bisa melihat anakku Sulthan Katiby digembleng Asatidznya di Pesantren melalui grup Wa.
Semoga kelak semua anakku menjadi anak yang sholih sholihah.
Bapakmu yang sudah tua dan bodoh ini hanya bisa membiayai perjuangan pendidikan kalian dan terus berdoa semoga kelak bisa berguna bagi kehidupan dunia dan bekal akhirat. Amiin.

PROSES PELATIHAN KALIGRAFI DIVANY BILQYZ ASSIRY

Kudus, 4 Juli 2019
Muhammad Assiry






Putriku Divany Bilqyz juga sedang tampak asyik berlatih bersama para Santri Pskq Modern Kudus Jateng senior.

Persiapan latihan kaligrafi mewakili Kab.Kudus untuk menghadapi Lomba kaligrafi antar Madrasah tingkat Jateng yang diselenggarakan pada tgl. 9 Juli 2019 di Demak Jateng.

Semoga bisa ikut mempersembahkan prestasi yang terbaik untuk Kudus tercinta.

PELATIHAN KALIGRAFI PRIVAT UNTUK ANAK SEKOLAH.

Kudus, 4 Juli 2019





Beberapa Sekolah yang diliburkan beberapa hari lalu digunakan oleh para Orang Tua Murid untuk mengirim putra/putrinya ke Pskq Modern Kudus Jateng untuk berlatih kaligrafi dalam rangka persiapan perlombaan baik tingkat Kabupaten maupun Propinsi.

Sebut saja Rifda (13 Tahun) yang jauh-jauh dari Semarang. Ia diantar kedua orang tuanya ke PSKQ Modern fokus latihan persiapan perlombaan Mapsi tingkat Jawa Tengah antar Siswa/Siswi MTS/ Sederajat yang kemungkinan dilaksanakan pada September mendatang.

Pada tahap pertama ini Firda berlatih seminggu di PSKQ Modern yang dimulai pada tgl. 27 Juni hingga 2 Juli 2019.

Semoga terus membawa prestasi yang gemilang dan menjadi anak yang membanggakan kedua ortunya, Amiin.

Ta'lim al-Muta'allim

Muhammad Assiry, 19 Juni 2019


Beberapa hari ini, saya menerima beberapa gambar terjemah kitab _Ta'lim al-Muta'allim._ Di beberapa timeline FB kawan juga ada yang menyebarkan. Ada beberapa gambar dan tulisan di sana. "Menjadi buku wajib di beberapa lembaga pendidikan Islam yang menekankan pentingnya adab sebelum ilmu." Begitu tertulis di satu gambar. "Menjadikan pelajar lebih beradab" Demikian tulisan yang ada di gambar lainnya. "Jangan lepas anak ke sekolah tanpa buku ini! Karena adab itu penting sebelum ilmu." Pesan ini pun tercantum dalam gambar yang lain. 

Bagi saya, ini adalah fenomena yang menggembirakan. Tampaknya, kesadaran kaum Muslimin akan pentingnya adab dan ilmu sudah mulai meningkat. Jika selama ini konsep pendidikan karakter sudah banyak tersebar , maka kini gema konsep pendidikan adab mulai terdengar lebih keras. Jika selama ini para praktisi pendidikan mengenal Thomas Lickhona, maka sekarang mereka merasa perlu mengenal pemikiran Imam al-Zarnuji. Jika sekian lama buku _Educating for Character_ atau _Character Matters_ begitu mendominasi, kini saatnya kitab _Ta'lim al-Muta'allim_ menjadi rujukan primer dalam usaha rekonstruksi peradaban.

Sebenarnya, kitab _Ta'lim al-Muta'allim_ bukanlah kitab baru. Di dunia pesantren, baik kalangan santri, apalagi kyai, pasti tidak asing dengan kitab ini. Bahkan menjadi kitab wajib untuk membentuk adab santri. Maka tidak heran, jika belakangan banyak video beredar yang menunjukkan adab santri kepada gurunya. Ketika gurunya berjalan, tidak ada seorang santri pun yang berani melintas. Ini bukan masalah halal atau haram, tapi adab yang harus dijunjung tinggi, salah satunya kepada guru. Sementara di tempat lain, kita juga menerima video murid yang melawan gurunya, mengancam, bahkan membunuh gurunya. Tentu saja, ini adalah tragedi pendidikan yang harus diselesaikan.

Di luar pesantren, seperti di sekolah umum, bahkan di sekolah Islam, kitab ini mungkin belum familiar. Hal ini karena kurikulum di sana tidak berbasis kitab turats sebagaimana di pesantren. Ini bukan menafikan adanya penanaman adab di luar pesantren. Hanya saja, kitab turats seperti _Ta'lim al-Muta'allim_ memang memiliki keistimewaan yang telah teruji dan terbukti. Itulah sebabnya, sejak ditulis oleh sekitar abad keenam Hijriyah, kitab itu masih terus dipelajari hingga saat ini. Mulai dari pesantren tradisional sampai kampus Islam di berbagai belahan dunia. Berbagai penelitian ilmiah tentangnya, mulai dari makalah, skripsi, tesis dan disertasi pun masih belum berhenti ditulis. Artinya, selama sembilan abad, kandungan kitab ini masih sangat relevan, sejalan dengan banyaknya perubahan di dunia pendidikan.

Meski banyak dikaji di pesantren, kitab ini bisa juga dipelajari oleh orang-orang di luar pesantren. Yang paling penting, banyak manfaat yang saya dapatkan dan rasakan setelah mempelajarinya. Sistematika pembahasannya, langkah-langkah praktis yang dibahasnya, kisah-kisah inspiratif, juga syair-syair yang dikutipnya, membuat saya yakin, bahwa kitab ini adalah jalan yang benar untuk dilalui oleh setiap penuntut ilmu.

Kini, kitab _Ta'lim al-Muta'allim_ tetap menjadi sahabat saya. Bersama santri-santri di pondok Pskq Modern Kudus Jateng, juga kawan-kawan di luar pondok, kita duduk bersama. Mengkaji kembali pemikiran salah satu tokoh pendidikan Islam yang hebat. Dengan tujuan yang sama, menanamkan adab dalam diri, agar menjadi insan adabi. Karena peradaban Islam yang gemilang hanya akan tegak kembali jika adab menjadi pondasi dan tertanam dalam diri setiap insani.

Dikala hari ini, kita sibuk mencari rolle model dan cara menterapkan ke"adab" an kepada generasi hari ini.....para ulama sudah mempersiapkan dalam manuskrif hebatnya.

Mari kita pelajari kembali kita _Ta'lim al-Muta'allim._ Pahami maksudnya untuk menghadapi tantangan zaman ini. Amalkan isinya agar menjadi ilmu yang nafi'. Lalu sebarkan kepada dunia bahwa pendidikan adab adalah konsep pendidikan terbaik yang pernah ada di muka bumi. Yakinlah, jangan pernah ragu lagi. Semoga Allah merahmati Imam al-Zarnuji atas karyanya yang bernilai tinggi. Juga untuk setiap pencinta ilmu yang berusaha mengambil manfaat dari kitab _Ta'lim al-Muta'allim_ ini. 

---------------
Ilustrasi:
Santri PSKQ sedang mendekorasi dinding Asrama.

Top