Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

PENAMPILAN DIVANI BYLQYZ ASSIRI PADA LOMBA KALIGRAFI PORSADIN SEJATENG

Demak, 8 Juli 2019



Hasil bagus atau tidak itu ngga penting. Yang terpenting itu adalah menumbuhkan rasa cinta Al Quran melaui kaligrafi sejak dini, ini yang wajib. Sehingga kelak bisa merasakan berkahnya. Kalau hanya niat biar juara atau kemenangan yang diburu apa bedanya dengan lotre. 

Tujuan belajar kaligrafi Al Quran itu sesungguhnya bukan kejuaraan atau materi tetapi bentuk cinta kita kepada Allah dengan mengagungkan kalam sucinya.

Tidak sedikit para penulis Al Quran hanya karena memiliki prestasi tinggi justru menanggalkan akhlaq dan keta'dziman. Kemenangan dan kejuaraan yang diburu itu hasilnya selalu semu.

Membersamai Anak sulungku Divani Bilqyz Assiri saat lomba antar Madrasah Diniyyah (PORSADIN) Sejateng.

DIVANI BILQYZ PAWAI LOMBA PORSADIN KE V ANTAR MADRASAH SEJATENG

Muhammad Assiry, 7 Juli 2019


 


 

Malam ini sehabis maghrib, putriku sulung Divani Bilqyz Assiry didampingi Pamannya Ustaz Muhammad Rifai sedang mengikuti pawai bersama Lomba olah raga dan seni atau PORSADIN antar Madrasah Diniyyah Tingkat Propinsi Jawa Tengah yang di selenggarakan di SMA Islamic Center Demak, Jawa Tengah.

Setelah pawai malam ini, langsung berlangsung lomba tenis meja dan bulu tangkis. Sedangkan besok pagi pukul 07.30 WIB Divani Bilqyz insya Allah tampil lomba kaligrafi mewakili peserta Kaligrafi putri dari Kabupaten Kudus.

Semoga bisa tampil maksimal dan teruslah mencintai Al Quran dengan kaligrafi.

BELAJAR SELAGI DINI

Muhammad Assiry, 7 Juli 2019




Hari ini, tak terasa mata ini berlinang melihat pemandangan seperti ini, relung jiwaku terasa teduh.
Hanya bisa melihat anakku Sulthan Katiby digembleng Asatidznya di Pesantren melalui grup Wa.
Semoga kelak semua anakku menjadi anak yang sholih sholihah.
Bapakmu yang sudah tua dan bodoh ini hanya bisa membiayai perjuangan pendidikan kalian dan terus berdoa semoga kelak bisa berguna bagi kehidupan dunia dan bekal akhirat. Amiin.

PROSES PELATIHAN KALIGRAFI DIVANY BILQYZ ASSIRY

Kudus, 4 Juli 2019
Muhammad Assiry






Putriku Divany Bilqyz juga sedang tampak asyik berlatih bersama para Santri Pskq Modern Kudus Jateng senior.

Persiapan latihan kaligrafi mewakili Kab.Kudus untuk menghadapi Lomba kaligrafi antar Madrasah tingkat Jateng yang diselenggarakan pada tgl. 9 Juli 2019 di Demak Jateng.

Semoga bisa ikut mempersembahkan prestasi yang terbaik untuk Kudus tercinta.

PELATIHAN KALIGRAFI PRIVAT UNTUK ANAK SEKOLAH.

Kudus, 4 Juli 2019





Beberapa Sekolah yang diliburkan beberapa hari lalu digunakan oleh para Orang Tua Murid untuk mengirim putra/putrinya ke Pskq Modern Kudus Jateng untuk berlatih kaligrafi dalam rangka persiapan perlombaan baik tingkat Kabupaten maupun Propinsi.

Sebut saja Rifda (13 Tahun) yang jauh-jauh dari Semarang. Ia diantar kedua orang tuanya ke PSKQ Modern fokus latihan persiapan perlombaan Mapsi tingkat Jawa Tengah antar Siswa/Siswi MTS/ Sederajat yang kemungkinan dilaksanakan pada September mendatang.

Pada tahap pertama ini Firda berlatih seminggu di PSKQ Modern yang dimulai pada tgl. 27 Juni hingga 2 Juli 2019.

Semoga terus membawa prestasi yang gemilang dan menjadi anak yang membanggakan kedua ortunya, Amiin.

Ta'lim al-Muta'allim

Muhammad Assiry, 19 Juni 2019


Beberapa hari ini, saya menerima beberapa gambar terjemah kitab _Ta'lim al-Muta'allim._ Di beberapa timeline FB kawan juga ada yang menyebarkan. Ada beberapa gambar dan tulisan di sana. "Menjadi buku wajib di beberapa lembaga pendidikan Islam yang menekankan pentingnya adab sebelum ilmu." Begitu tertulis di satu gambar. "Menjadikan pelajar lebih beradab" Demikian tulisan yang ada di gambar lainnya. "Jangan lepas anak ke sekolah tanpa buku ini! Karena adab itu penting sebelum ilmu." Pesan ini pun tercantum dalam gambar yang lain. 

Bagi saya, ini adalah fenomena yang menggembirakan. Tampaknya, kesadaran kaum Muslimin akan pentingnya adab dan ilmu sudah mulai meningkat. Jika selama ini konsep pendidikan karakter sudah banyak tersebar , maka kini gema konsep pendidikan adab mulai terdengar lebih keras. Jika selama ini para praktisi pendidikan mengenal Thomas Lickhona, maka sekarang mereka merasa perlu mengenal pemikiran Imam al-Zarnuji. Jika sekian lama buku _Educating for Character_ atau _Character Matters_ begitu mendominasi, kini saatnya kitab _Ta'lim al-Muta'allim_ menjadi rujukan primer dalam usaha rekonstruksi peradaban.

Sebenarnya, kitab _Ta'lim al-Muta'allim_ bukanlah kitab baru. Di dunia pesantren, baik kalangan santri, apalagi kyai, pasti tidak asing dengan kitab ini. Bahkan menjadi kitab wajib untuk membentuk adab santri. Maka tidak heran, jika belakangan banyak video beredar yang menunjukkan adab santri kepada gurunya. Ketika gurunya berjalan, tidak ada seorang santri pun yang berani melintas. Ini bukan masalah halal atau haram, tapi adab yang harus dijunjung tinggi, salah satunya kepada guru. Sementara di tempat lain, kita juga menerima video murid yang melawan gurunya, mengancam, bahkan membunuh gurunya. Tentu saja, ini adalah tragedi pendidikan yang harus diselesaikan.

Di luar pesantren, seperti di sekolah umum, bahkan di sekolah Islam, kitab ini mungkin belum familiar. Hal ini karena kurikulum di sana tidak berbasis kitab turats sebagaimana di pesantren. Ini bukan menafikan adanya penanaman adab di luar pesantren. Hanya saja, kitab turats seperti _Ta'lim al-Muta'allim_ memang memiliki keistimewaan yang telah teruji dan terbukti. Itulah sebabnya, sejak ditulis oleh sekitar abad keenam Hijriyah, kitab itu masih terus dipelajari hingga saat ini. Mulai dari pesantren tradisional sampai kampus Islam di berbagai belahan dunia. Berbagai penelitian ilmiah tentangnya, mulai dari makalah, skripsi, tesis dan disertasi pun masih belum berhenti ditulis. Artinya, selama sembilan abad, kandungan kitab ini masih sangat relevan, sejalan dengan banyaknya perubahan di dunia pendidikan.

Meski banyak dikaji di pesantren, kitab ini bisa juga dipelajari oleh orang-orang di luar pesantren. Yang paling penting, banyak manfaat yang saya dapatkan dan rasakan setelah mempelajarinya. Sistematika pembahasannya, langkah-langkah praktis yang dibahasnya, kisah-kisah inspiratif, juga syair-syair yang dikutipnya, membuat saya yakin, bahwa kitab ini adalah jalan yang benar untuk dilalui oleh setiap penuntut ilmu.

Kini, kitab _Ta'lim al-Muta'allim_ tetap menjadi sahabat saya. Bersama santri-santri di pondok Pskq Modern Kudus Jateng, juga kawan-kawan di luar pondok, kita duduk bersama. Mengkaji kembali pemikiran salah satu tokoh pendidikan Islam yang hebat. Dengan tujuan yang sama, menanamkan adab dalam diri, agar menjadi insan adabi. Karena peradaban Islam yang gemilang hanya akan tegak kembali jika adab menjadi pondasi dan tertanam dalam diri setiap insani.

Dikala hari ini, kita sibuk mencari rolle model dan cara menterapkan ke"adab" an kepada generasi hari ini.....para ulama sudah mempersiapkan dalam manuskrif hebatnya.

Mari kita pelajari kembali kita _Ta'lim al-Muta'allim._ Pahami maksudnya untuk menghadapi tantangan zaman ini. Amalkan isinya agar menjadi ilmu yang nafi'. Lalu sebarkan kepada dunia bahwa pendidikan adab adalah konsep pendidikan terbaik yang pernah ada di muka bumi. Yakinlah, jangan pernah ragu lagi. Semoga Allah merahmati Imam al-Zarnuji atas karyanya yang bernilai tinggi. Juga untuk setiap pencinta ilmu yang berusaha mengambil manfaat dari kitab _Ta'lim al-Muta'allim_ ini. 

---------------
Ilustrasi:
Santri PSKQ sedang mendekorasi dinding Asrama.

KEMIRINGAN UJUNG PENA KHATH NASKHI & TSULUST

Muhammad Assiry, 10 Juni 2019


Kemiringan mata pena (qalam) yang digunakan oleh para Maestro kaligrafi untuk Khath Naskhi maupun Tsulust rata -rata adalah 30 derajat. 

Meskipun ada beberapa Master kaligrafi lainnya yang mungkin lebih dari 30 derajat pemakaiannya. Ini menjadi kebiasaan dan kenyamanan pada masing -masing Kaligrafer. Yang penting hasil karyanya tidak melanggar pakem kaidah jumhur Ulama' Khath.

AL QURAN GORESAN TANGAN SYEKH MUHAMMAD ARSYAD ALBANJARI

Muhammad Assiry, 11 Juni 2019




Goresan tangan dari Syekh Muhammad Arsyad Albanjari, Kalimantan selatan (1122-1227 H). Beliau meninggal pada tgl.13 Oktober 1812.

Beliau adalah salah satu Ulama Nusantara yang mendunia. Ini salah satu karya tulisan tangan Beliau Al Quran 30 Juz yang digores sangat indah.

Salah satu kerabat dari cucunya yang bernama sama dengan Beliau yakni Muhammad Arsyad adalah Santri PSKQ Modern yang ingin meniru jejak dan langkah buyutnya untuk juga bertekad menulis Al Quran 30 Juz.

Waktunya terus digunakan untuk terus berlatih di PSKQ Modern. Semoga tercapai cita -citamu Ustaz M.Arsyad Balik Papan. Amiiin.
_______________
Ilustrasi:
1. Mushaf 30 Juz Goresan Khath Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjari.
2. Goresan Lhath Tsulust Adi Ustaz Muhammad Arsyad Balik Papan Santri PSKQ Modern.

KAJIAN KITAB KUNING PSKQ MODERN

PSKQ Modern, 31 Mei 2019





Majelis *Tempoe doeloe*... Masih pada pakai kaos dan tanpa peci bersama Santri PSKQ Modern yang mengaji kitab tradisional salaf (kitab gundul).

Awal 2016 ketika lantai granit Asrama putra Pskq Modern Kudus Jateng baru selesai dipasang.
Save untuk kenang-kenangan... #Kebersamaan yang sulit terulang.

Dok: Ustaz Khairun Najib

SANTRI PASARAN PSKQ MODERN ZIARAH KE MAKAM PUTRA DAN CUCU AL IMAM AL QUTHB AL HABIB ALI BIN MUHAMMAD BIN HUSEIN AL HABSYI

Dok PSKQ Modern
Solo, 27 Mei 2019




Ustaz Khairun Najib bersama teman-teman Santri pasaran PSKQ Modern berziarah ke makam putra dan cucu Al Imam Al Quthb Al Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al Habsyi (Pengarang Maulid Simtudduror) Makam Habib Alwi bin Ali Al Habsyi, Habib Ahmad bin Alwi bin Ali Al Habsyi, Habib Anis bin Alwi bin Ali Al Habsyi.

Setelah ziarah para Santri kemudian berangkat demo kaligrafi hingga bedug Maghrib dan mengikuti Workshop Kaligrafi bersama para tokoh dan penggiat Komunitas Pencinta Kaligrafi di Bentara Budaya Solo Jogya.

POSE BERSAMA PENGURUS PENCINTA KALIGRAFI & SANTRI PSKQ MODERN DI BENTARA BUDAYA SOLO SETELAH DEMO KALIGRAFI & WORKSHOP KALIGRAFI PAMERAN KALIGRAFI NASIONAL

Solo, 26 Mei 2019
Muhammad Assiry


MUHAMMAD MUALLIMIN JUARA 1 KALIGRAFI TINGKAT INTERNASIONAL ASSAFIR DI IRAQ 2019

Kudus, 23 Mei 2019
Muhammad Assiry





Selamat atas prestasi yang membanggakan keluarga besar PSKQ Modern karena Saudara Muhammad Muallimin Santri senior sekaligus guru kaligrafi Pskq Modern Kudus Jateng yang berhasil menduduki juara 1 khath Diwani.

Semoga prestasi yang tinggi yang diraih Saudara Muhammad Muallimin terus memberikan inspirasi bagi Santri yang lainnya untuk terus belajar. Saya sering mengatakan kepada Santri PSKQ Modern bahwa 5 sampai 10 tahun yang akan datang indonesia akan menjadi salah satu kiblat study kaligrafi dunia gaya indonesia. Dan tahun -tahun sebelumnya hingga saat ini Santri PSKQ Modern bergantian berprestasi juara Nasional, Asia dan Internasional.

Gaya yang dipakai oleh Saudara Muallimin dalam perhelatan akbar lomba kaligrafi internasional assafir di Iraq ini mengunakan gaya Izzat Turki.

Seperti pada materi pengajaran kaligrafi yang saya kaji bersama Santri pasaran ramadhan 2019 ini, saya mengulas 4 gaya khath diwani yakni: Gaya izzat Turki, gaya Ghazlani Mesir, gaya Hasyimi Baghdad dan gaya Assiry Indonesia. Semoga bermanfaat, amiiin.


Top