Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 15 April 2016


Saya sangat bersyukur sekali kepada Alah SWT. dimana telah menganugerahkan kepada bangsa yang sangat besar. Dalam kondisi apapun bangsa ini tidak pernah bisa dihancurkan. Dihancurkan oleh apa saja dan sistem atau oleh tangan siapa saja bahkan oleh "Dajjal Teknologi".

Anak -anak muda dan mudinya juga sangat berprestasi. Prestasi terbaik yang pernah ditorehkan dengan tinta emas oleh salah satu putra terbaik Bangsa ini Bpk.Habibie di bidang Thermodinamika, Konstruksi, dan Aerodinamia, misalnya tentang Teori-teori Habibie Theorem, Habibie Methode, dan Habibie Factor itu bahkan tidak ada apa -apanya dibanding prestasi muda -mudi sekarang ini.
 
Kalau saya adalah Jaya Suprana tentu saya akan menganugerahi para muda -mudi tersebut dengan penghargaan Musium Rekor Indonesia( MURI). Karena ini adalah prestasi yang belum pernah sama sekali ada sebelumnya di bumi pertiwi.

Prestasi -prestasi anak -anak muda kita yang beruntun ditorehkan adalah ketika th 2015 silam mereka "tukeran baju" antar pasangan yang membuat cowok menggunakan baju cewek begitu pun sebaliknya dan kemudian diunggah di medsos, dan puncak kegemilangan prestasi tersebut adalah pada Th. 2016 ini. Mereka membuat Dunia terbelalak, terpesona dan makin bangga dengan muda -mudi bangsa ini. Mencium ketek pasangan yang hits dilakukan kalangan anak muda adalah prestasi terbaik yang terus dan harus ditingkatkan kuantitas dan prosentasenya. 

Misalnya dengan mengadakan lomba mencium ketiak mulai dari tingkat kabupapen, propinsi dan hingga lomba mencium ketiak tingkat Nasional dengan berhadiah umroh atau naik haji dari Presiden Jokowi misalnya.

Perkembangan teknologi dan media sosial (medsos) saat ini memungkinkan setiap orang untuk menyampaikan aspirasi atau pun perasaan sayangnya untuk orang-orang yang mereka cintai. MUI juga perlu memberikan "fatwa wajib" bagi setiap muda -mudi untuk "cium ketek pacar", pasangan, bencong, selingkuhan atau siapa saja sebagai " Syarat Syah Facaran". Facaran bukan pacaran, sengaja saya menulisnya dengan huruf F karena kalau memakai huruf dengan awalan P itu ndak syar'i.

Ini perlu sekali karena mengingat hal ini adalah trend baru yang harus selalu kita jaga kelestariannya sebagai budaya bangsa yang adiluhung. Anda jangan percaya sebuah fakta bahwa ketiak adalah sarang terfavorit bagi bakteri. Per satu inci persegi saja bisa ada 516.000 bakteri. Anggap saja itu ndobos atau ndobol dan omong kosong dengan itu semua.

Toh sebuah penelitian dari Universitas Pensylvania menegaskan dan menunjukkan bahwa aroma badan pria bisa membuat wanita rileks hingga menurunkan stres. Persetan dengan bakteri dan moral katamu? Jangan bicara moral. Muda-mudi kita ndak perlu memilki moral, karena mereka sudah sedemikian yakin bahwa "kapling Surga" sudah pasti mereka dapatkan asal syaratnya adalah Muslim. Toh jika mereka terpaksa harus dimasukkan kedalam neraka itu ndak masalah bagi mereka, lha wong di neraka konon banyak artis -artis porno yang seksi dan semlohay, keyakinan inilah yang membuat neraka bukanlah neraka tapi surga yang menyenangkan. Jadi prinsip yang dijadikan sandaran utama adalah sebuah adagium yang berbunyi "muda foya -foya mati masuk syurga".

Tren selfie atau menghabiskan waktu liburan bersama pun dirasa tidak cukup untuk menjadi bentuk ekpresi sayang dan kekompakan. Maka saya sangat bahagia sekali kemajuan dan kreativitas muda mudi kita layak kita acungi jempol lima. Saya yakin dengan seyakin- yakinnya keyakinan, bahwa semakin banyak yang akan mengikuti trend sperti ini, maka semakin maju dan berwibawa negeri kita dimata dunia Internasional. Buktinya beberapa media asing bahkan menayangkan dan memberitakan prestasi muda -mudi kita tersebut di media cetak dan elektronik beberapa minggu lamanya, ini belum pernah terjadi, bahkan Rio Haryanto pembalap F1 yang sedang berlaga di GP China pun tidak mendapatkan sambutan dari media asing yang seistimewa itu. Kita patut bersyukur.

Tetapi dibalik gegap gempita prestasi yang membanggakan kita semua itu, tiba -tiba sekelompok Ibu-ibu yang renta justru protes atas prestasi gemilang anak -anaknya. Mereka bukannya bangga dengan anak -anaknya tetapi sebaliknya mereka berteriak dengan jeritan tangis dan linangan air mata. Dengan lantang jamaah ibu -ibu itu berkata " maukah kalian wahai anak -anakku melakukan hal yang sama? Jika kalian menganggap bahwa mencium ketiak pacarmu yang bau itu adalah prestasi dan kebanggan. Maka coba ciumlah busuknya ketiak kami yang dipenuhi aroma lelahnya membesarkanmu?"........

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top