Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 27 Maret 2015


Pak Didin Sirajuddin Ar. terlalu luas menghampar untuk diarungi. Pak Didin begitu akrab disapa tidak hanya memberi saya Sabana-nya, tetapi memberikan Laut tempat dimana saya menyelam sedalam-dalamnya. Agar saya tidak menyadari kedangkalan dari permukaan-permukaan pengetahuan saya, dan itu cukup sulit untuk saya arungi.

Pak Didin adalah sosok yang bisa menjadi Bapak Kaligrafi bagi siapa saja.
Saya betul -betul merasakan bagaimana menjadi Guru itu tidak mudah. Seorang guru harus mensamuderakan hatinya dengan luasnya kesabaran dan jernihnya keikhlasan.Saya menemukan itu ada pada pribadi Pak Didin yang mengucurkan kepada saya bergelas-gelas ilmu Kaligrafi dan bercangkir-cangkir teladan yang bijak.

Fenomena kaligrafi yang semakin meluas ini seharusnya bisa menjadi trigger penyebaran informasi yang benar-benar informasi, menyebarkan berita yang bukan seperti berita pasaran saat ini, menjadi acuan dan pembangkit gairah dimanapun berada untuk memuncaki perkembangan kaligrafi yang bisa menemukan eksistensinya sendiri.

Dengan memanfaatkan teknologi yang sudah semakin maju, sudah saatnya para kaligrafer Indonesia mampu memanfaatkannya untuk menyebarkan nilai-nilai Kaligrafi Al Quran yang semakin menemukan jati dirinya.
Sudah saatnya Indonesia menjadi corong informasi penyebaran nilai-nilai Kaligrafi yang ada dalam kehidupan sehari-hari yang dialami oleh setiap individu berdasarkan interpretasi masing-masing dalam berkesenian.
Pak Didin sudah melakukan itu jauh sebelum kita mengenal apa itu tinta, handam, kuas dan bahkan kaligrafi itu sendiri.

Jadi jangan tanyakan lagi siapa Bapak Kaligrafi Indonesia.Kebenaran itu tidak pada siapapun kecuali pada keputusan terakhir anda masing-masing, karena itu yang nanti akan dihisab oleh Allah. Anda boleh mendengar apapun, boleh menafsirkan seperti apapun, boleh menilai siapapun berdasarkan kesimpulan anda sendiri, boleh melakukan apapun tetapi yang dinilai sebenarnya bahwa itu adalah menjadi keputusan otentik dalam diri anda.

Sedangkan keindahan atau estetika itu bisa pada siapapun.Anda juga bisa belajar Kaligrafi kepada siapa saja baik yang bersyahadah (ijazah) atau tidak. Tetapi letak penilaiannya sesungguhnya ada pada pengembangan dan terus menerus belajar hingga menemukan pintu kualitas.

PSKQ Modern adalah manifestasi dari gerakan pengembangan Kaligrafi yang telah di ruhkan oleh Pak Didin sebagai Guru, Bapak, pendidik, dan karib yang menyamankan siapa saja.

Terlalu naif dan kotor seorang Assiry gombal Mukiyo mendeskripsikan "Bapak Kaligrafi Indonesia" yang begitu dicintai, dirunut essensinya sebagai Kaligrafer masyhur. Sangat tidak berlebihan jika Pak Didin saya sebut sebagai Legenda Kaligrafi Indonesia.

About Elsya Vera Indraswari

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top