Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Oleh : Mohd. Noer al-Khattath *


Nama lengkap beliau Belaid Hamidi. Lahir pada tahun 1959 di ‘Ain Lauh, Kerajaan Maroko. Beliau menggeluti dunia mengajar sejak muda. Pada awalinya, beliau adalah pengajar di sebuah desa terpencil di mana beliau tinggal. Karena prestasi dan kemampuan beliau dalam dunia pendidikan yang luar biasa, akhirnya beliau dipanggil untuk mengajar di Madrasah Maulawiyah, sebuah madrasah yang berada di lingkungan istana, di mana keluarga kerajaan bersekolah.

Karena pertimbangan ingin menyebarkan ilmu yang selama ini beliau gemari, beliau mengajukan pengunduran dirinya dari madrasah tersebut. Sekarang syaikh Belaid Hamidi menetap di Mesir dan menjadi musyrif sekaligus pengajar khot di Markaz Halqah al-Khairiyyah di Maidan Husain, di mana mayoritas murid-muridnya juga mahasiswa al-Azhar.

Belajar Khot Naskhi dan Tsulust dari Syaikh Hassan Celebi (Rais Khattathin di Turki saat ini). Dan memperolah ijazah pada dua khot tersebut pada tanggal 05 November 1997.

Belajar Khot Diwani dan Jaly Diwani dari Prof. Dr. Ali Alparslan. Dosen Seni Kaligrafi di Perguruan Tinggi “Ma’mar Sinan” Istanbul, Turki. Memperoleh Ijazah dari sang guru pada tanggal 26 Oktober 2000.
Belajar Khot Nasta’liq dan Jaly Ta’liq juga dari Prof. Dr. Ali Alparslan. Memperoleh ijazah pada tanggal 25 November 2005

Dengan demikian beliau adalah Khattath Arab Muslim Pertama yang mendapatkan 3 ijazah pada 5 cabang utama seni kaligrafi. Karena itu, beliau terpilih untuk mewakili daerah Maroko dan sekitarnya untuk duduk dalam jajaran Dewan Juri pada Lomba Kaligrafi Internasional di Turki tahun 2007 dan 2009, yang diadakan oleh IRCICA, sebauah lembaga yang concern terhadap seni dan peninggalan Islam, yang berada di bawah naungan OKI.

Selain itu, beliau juga pernah menjadi Dewan Juri pada Lomba Kaligrafi Khot Magribi, memperebutkan hadiah Raja Muhammad ke-Enam, yang diadakan pertama kalinya pada tahun 2008. Dan pada tahun 2007, beliau mendirikan Yayasan “Ash-shanai’ an-Nafiisah”. Sebuah Yayasan yang bergerak dalam pengajaran dan pengembangan seni kaligrafi di Maroko.

  • Mimpi bertemu Rasulullah, saw. hingga Mushaf ke-enam.
Pada akhir tahun 80-an, Allah swt. memberi ni’mat kepada beliau dalam bentuk mimpi bertemu Rasulullah saw. Datang kepadanya isyarat dan berita baik untuk menulis Mushaf. Berkat rahmat Allah swt. mimpi tersebut terwujud dengan selesainya penulisan Mushaf pertama pada tahun 1999.

Mushaf Pertama
Dengan rahmat Allah swt. Mushaf pertama ditulis pada Jum’at Pertama tahun 1999 bertepatan dengan 15 Ramadhan 1420 H. Dan selesai pada Hari Jum’at Terkhir pada tahun tersebut. Dicetak di Percetakan al-Ma’arif di Rabat.Mushaf ini dicetak setelah melalui tashih berkali-kali. Hingga terakhir, ditashih oleh pentashih Muhammad Naji Muhammad al-Bahlawi. Foto bersama pentashih seperti di bawah ini.
Keterangan bahwa mushaf sudah melewati tashih dan layak cetak

Mushaf Kedua
Mushaf ini selesai ditulis pada hari Jum’at, 13 Sya’ban 1424 H/ 2003.

Mushaf Ketiga
Selesai ditulis pada hari Jum’at 8 Ramadhan 1425 H / 2004.
Mushaf tersebut dihias zahrafah oleh Hamid Hamidi, muzahrif (ahli ornament) yang juga adik kandung beliau paling kecil.

Mushaf Keempat
Selesai ditulis pada Hari Jum’at, tanggal 12 Jumadal Ula 1427 H/ 2006.
Mushaf ini dicetak atas biaya Percetakan al-Fadhilah di Rabat. Dan dijadikan wakaf dengan dibagi-bagikan di masjid-masjid setiap bulan Ramadhan. Mushaf ke-empat ini dipoles dengan Ornament corak Andalusia karya Muzahrif Maroko ‘Abdullah al-Wazza’i.
Syaikh Belaid memberi kenang-kenangan mushaf-nya yang ke-empat kepada Mufti Mesir, Ali Jum’ah.

Mushaf Kelima
Selesai ditulis pada hari Jum’at, 6 Muharram 1428 H/ 2007.
Mushaf kali ini ditulis dengan bentuk melebar, seperti corak Mushaf Usmani dulu ditulis.
Mushaf ini dianggap sebagai mushaf terbesar yang pernah ditulis dengan Khat Magribi Mabsuth.

Mushaf Keenam.
Mushaf ini mulai ditulis pada Hari Jum’at, tanggal 28 Safar 1428. Saat ini sudah sampai ditulis sampai surat al-Hajj. Mulai ditulis di Maroko, satu juz diselesaikan di Perancis, dan beliau berharap bisa selesai dan khatam ditulis di Mesir. Mushaf ini ditulis dalam bentuk makhthuth, dan bukan untuk dicetak. Karena itu, penulisannya pun berbeda dan harus lebih hati-hati.
Zahrafah kali ini dibuat oleh adiknya, Hamid Hamidi.

Selain menulis mushaf 5 kali (mushaf ke-6 dalam penulisan), beliau juga telah menulis lebih dari 10 Helyah Syarifah dengan Khot Magribi, tersebar di berbagai Negara. Baik itu koleksi pribadi para pecinta khot, maupun di museum atau tempat pameran seni kaligrafi lainnya.

Selain itu, pada tahun 2005 menulis Silsilah Nasab Mulia Raja Muhammad ke-Enam. Raja Maroko saat itu. Beliau juga menulis banyak judul2 buku di berbagai Perguruan Tinggi dan Yayasan-yayasan di Maroko. Juga pernah mengadakan rekaman khusus selama sembilan jam tentang dunia kaligrafi, dengan salah satu stasiun TV Belanda, untuk para generasi muda di muslim di sana.

Pada tahun 2006 menulis buku pertama tentang panduan belajar Khot Magribi Mabsuth, disebarkan melalui internet dan mendapatkan sambutan yang luar biasa dari pecinta khot magribi. Banyak para pelajar dan pecinta kaligrafi dari Maroko, Tunis, Libia, Mesir, Jepang, dan Emirat yang kemudian belajar khot magribi dengan buku tersebut.

Pada tahun 2008, stasiun TV “Al-Majdi” merekam profil beliau untuk acaranya yang bertajuk “Khattatin fi rihaabi an-Nuur”. Sebuah acara yang khusus tentang para khattath yang menulis al-Qur’an.

Pada tahun 2008, kembali menulis buku kedua tentang panduan belajar Khot Magribi Mabsuth, di sela-sela mengisi pelatihan khot yang beliau adakan di Perancis. Buku tersebut kemudian menyebar ke kelompok muslim yang berada di Peru dan juga Canada melewati murid beliau yang datang untuk belajar kepadanya.

  • Peran dan Kiprahnya dalam dunia Kaligrafi.
Tahun 1996 hingga 2008: seminggu sekali, beliau memberikan pelajaran kepada para murid-muridnya yang datang untuk belajar khot. Untuk itu, beliau menghususkan sebuah ruangan di rumahnya sebagai tempat belajar. Murid-murid yang datang untuk belajar bukan hanya dari Maroko, tetapi juga dari Jepang, Korea Selatan, Turki, Spanyol, Peurto Riko, Amerika dan Mali. Di antara mereka ada yang kemudian mendapatkan ijazah di Istanbul, Turki, sebagian lagi menjuarai lomba Internasional yang diadakan oleh IRCICA, dan sebagian lain mendapatkan hadiah pada lomba khot magribi hadiah Raja Muhammad ke-Enam yang diadakan tahun 2008.

Tahun 1997: Pemateri dan praktek dalam proses seni kaligrafi pada acara Pameran Kaligrafi Internasional III yang diadakan di Rabat. Seperti mempersiapkan pena, membuat tinta taqlidi, membuat kertas taqlidi (muqahhar) dan lain-lain.
Tahun 2007: Pembimbing pada Pelatihan Kaligrafi untuk para pelajar di Daar al-Iftaa’ di Kairo, Mesir.
Tahun 2007: Pembimbing pada Pelatihan Kaligrafi pada sekelompok Muslim di Perancis.
Tahun 2007: Pembimbing pada Pelatihan Kaligrafi untuk para pengunjung Pameran “Al-Muqaddasaat” di London, Inggris.
Tahun 2008: Kembali diminta sebagai pembimbing untuk pengenalan Kaligrafi dan Zahrafah bagi sekelompok Muslim di Perancis.
Tahun 2008: Diminta kembali sebagai pembimibing pada Pelatihan Kaligrafi untuk para pelajar di Daar al-Iftaa’ Mesir.
Tahun 2008: Menetap di Kairo (setelah pengunduran diri beliau dari guru di Madrasah Maulawiyah di disetujui) untuk mewakafkan dirinya di jalan khot. Beliau kini menjadi pembimbing sekaligus pengajar kaligrafi pada “Yayasan al-Halqah al-Khairiyyah”. Lembaga yang berada di kawasan Husain, Kairo ini berada di bawah bimbingan Mufti Mesir, Ali Jum’ah. Lembaga ini bertujuan untuk mengembangankan seni Islam, khususnya kaligrafi dengan metode klasik sebagaimana ia harus diajarkan. Dengan metode tersebut, diharapkan para pelajarnya bisa benar-benar menguasai seni ini dan berhak untuk memperoleh ijazah kaligrafi sebagaimana mestinya. Saat ini pelajar kaligrafi di yayasan ini berjumlah lebih dari 150 murid putra dan putri, berasal dari 29 negara. Selain itu, dalam usaha mewujudkan niat mulisa tersebut, yayasan “al-Halqah al-Khairyyah” hubungan baik dengan lembaga-lembaga di luar mesir, khususnya IRCICA dan juga para kaligrafer senior di Istanbul, Turki.
Tahun 2009: Mendapat undangan dari Universitas Cap town, Afrika Selatan, untuk ikut dalam pameran kaligrafi serta mengisi seminar khat yang berjudul : Dari Istanbul hingga Timbuktu.
Tahun 2009: Mengikuti pameran kaligrafi di Budapest, Hungaria. Beliau juga terus melanjutkan bimbingan bagi murid-murid beliau di berbagai negara melalaui internet.

  • Penghargaan dan Apresiasi.
1990: Penghargaan pada Expo Kaligrafi Internasional Maroko Pertama di Rabat.
1994: Juara Pertama, kategori Khat Magribi di Lomba Internasional ke-3 di Istanbul.
1997: Urutan ke-8 dari 10 besar di antara 1102 kaligrafer dari 23 negara pada Expo Khot Dunia Islam ke-I di Teheran.
2001: Juara Pertama, kategori Khat Magribi di Lomba Internasional ke-5 di Istanbul.
2002: Juara Kedua, kagori Ta’liq Jaliy pada Lomba Kaligrafi di Syiria.
2004: Penghargaan pada Expo Kaligrafi Internasional “asy-Syaariqah” di Dubai.
2006: Tamu kehormatan pada Pameran dan Seminar Tentang Seni Kaligrafi di Kuwait.
2011 : Tamu kehormatan dalam acara jumpa kaligrafer khusu para penulis mushaf yang di undang langsung oleh Raja Abdulllah. Raja Saudi Arabia,
dan lain-lain.

*Mohd. Noer al-Khattath merupakan salah satu murid Syaikh Belaid Hamidi al-Khattath, sekarang menetap di Kab. Ponorogo sebagai pengajar di P.M. Daarussalaam Gontor

About Elsya Vera Indraswari

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top