Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 25 Mei 2014


Nabi Muhammad setelah hijrah kembali ke Mekah dan menang perang. Pasukannya Abu Sofyan diborgol dan disuruh duduk. Pasukn Abu sofyan dan kawan 2 kafir Qurays ini tetap di manusiakn dan tetap dihormati sebagai makhluk Allah meskipun sudah berani 2 melawan pasukan Islam dan bhkn membunuh tidak sedikit pasukan Islam.

Rasulullah lalu berpidato, “Wahai prajurit sekalian, hari ini bukan hari pembantaian. Tetapi hari ini adalah hari kasih sayang dan kalian semua atas nama Allah saya bebaskan pulang ke rumah masing-masing. Kalian bahkan tidak hanya bebas, kalian akan kita bekali dengan pembagian harta rampasan perang dan bagi yang bisa baca dan tulis maka kalian hanya saya minta mengajarkan kaum muslimin belajar membaca dan menulis.” Kita bersama 2 membangun Jazirah Arab dengan pengelolaan dan mengolah sumber daya alam juga pertanian.Jadi jangan heran jika sekarang ada buah misalnya, di jaman Nabi lebih hebat dan makmur dari sekarang. Hasil pertanian dan perdagangan mampu menembus pasar eksport ke cina dan hampir belahan bumi lainnya.

Akhirnya pasukan Islam membagi-bagikan kambing, emas, pokoknya harta rampasan itu juga fustun 2 yang jelita tawanan perang yang halal digauli, semua dikasihkan dan dikembalikan kepada pasukan kafir yang kalah perang. Sampai akhirnya pasukan Islam sendiri tidak dapat bagian apa-apa. Akhirnya mereka demo kepada Kanjeng Nabi, “Rasul bagaimana ini, kita yang menang, kita yang setengah mati bhkn kawan 2 kita yang lain juga gugur syahid tapi perjuangan kita seakan tidak berarti apa 2 karena kita tidak dapat apa-apa. Justru yang kalah malah disuruh pulang membawa emas, membawa unta dan rampasan perang lainnya juga fustun 2 itu, ini sugguh terlaluuuuu, dimana letak keadilanmu ya Rasul?"................

Rasulullah menjawab dan balik bertanya dengan santun dan bijaksana. “Wahai prajurit Islam yang dicintai Allah, apakah kalian mencintai aku?”“Ya, kami semua mencintaimu ya Rasulullah!” jawab mereka. Terus Nabi Muhammad bertanya lagi, “Sekarang pilihlah, aku kasih emas dan unta atau engkau memilih cintaku? Pilihlah oleh kalian, cintaku atau emas permata?" Semua pasukan Islam menangis sesenggukan dan mengatakan, “Kami memilih cintamu ya Rasulullah".

Suasana menjadi semakin haru karena mereka saling berpelukan dan legowo memilih cinta Nabi. Cinta kepada Nabinya mngalhkn emas dan permata bhkn apapun gemerlap dunia. Itu karena mereka tertanam iman kepada Allah dan cinta kepada Nabi yang kokoh didadanya. Kalau kita bukan begitu jawabannya. Orang Indonesia jawabannya, “Ya cintamu tapi masak cinta thok? Ya kambing, ayam, emas. Kalau cinta thok ya kecuuuut.”

Bahkan kalau pada waktu itu saya termasuk prajurit Nabi yang ikut perang, sudah pasti saya katakan kepada Nabi " Ya Rasul.......! Yah cinta sih cinta, tapi mbok ya barang segram dua gram atau sekilo dua kilo emas atau fustun yang semok satu saja kan ndak papa ? jadi semakin sempurna, karena saya dapt cintamu juga dapt emas dan fustun itu ya Rasul....pleas deh ya Rasulll mana cukup saya makan cinta."

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top