Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 10 Februari 2016


"Dalam diri saya mengalir darah seorang ulama dan bangsawan, dari ayah saya," Begitulah mengutip kata -kata Fuad Amin membacakan nota pembelaan (pledoi) pribadi pada 8 Oktober 2015 silam. Saya baru tahu ternyata yang berdarah biru, ningrat dan keturunan Ulama bahkan keturunan Nabi sekalipun ternyata bisa menjadi "monyet" dalam kehidupan ini.

Mungkin anda sering mendengar adagium yang sering disebutkan oleh para kiyai " Biar bajingan asal punya iman dia pasti masuk syurga, dan sebaliknya biarpun baiknya luar biasa asal kafir dan non muslim tetap saja masuknya neraka". Saya tidak sependapat dengan adagium "kadal" seperti itu. Kadang saya jadi nyengir sendiri sambil membentur-benturkan kepala saya di dinding melihat kenyataan hidup ini.

Memang tdk semua muslim begitu, meskipun SDA Mantan Menteri agama yang Hafidz Quran pun terbukti korupsi dan siap -siap masuk bui. Kan dosa bisa ditebus dengan naik haji yah itung -itung cebok dari dosa korupsi kan Tuhan maha pengampun (Al Ghafuur).

Saya tidak dalam rangka menuding dan menuduh bahwa yang hafidz Quran pasti koruptor. Artinya semua tergantung pribadi masing-masing. Tidk hapal Al Qur an pun yang baik dan jujur juga banyak kok. Beragama memang blm tentu membuat orang bermoral dan beradab.
Dan begitu sebaliknya.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top