Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 17 Februari 2016


Temen -temen sekalian sebelumnya ijinkan saya menulis pesan untuk pelaku penganiayaan terhadap anjing ini."Apa salah anjing ini?? Jangan hanya memikirkan kehidupan dari segi pandangmu sendiri. Coba sesekali tempatkan dirimu pada pada posisi yang sebaliknya, saat kamu teraniaya, saat kamu terhakimi, saat kamu harus menanggung derita tanpa kesalahan yang kamu buat, hanya karena kamu binatang yang tidak bisa bicara dan membela diri. Coba fikirkan akibat yang diderita anjing itu dengan luka panah didadanya dan tetap berjuang mati -matian untuk menyusui anak -anaknya, dimana nuranimuuuuu... jian Asssu tenan kamu itu"
.
Asu!!!... begitulah kira -kira banyak orang yang selalu menyebut binatang ini ketika sedang jengkel atau uring -uringan. Saya juga tidak tahu pasti kenapa banyak yang terlalu mendeskreditkan dan bahkan sering kali menganggap anjing itu perlu dianjingkan atau bahwa anjing adalah makhluk yang teramat menjijikkan.

Padahal anjing adalah makhluk yang begitu ikhlasnya. Bagaimana tidak. Tuhan menciptakannya dengan segudang kelebihan dan kelemahannya misalnya memiliki liur yang najisnya naudzubillahimin dzalik, "najis mugholadzoh" yang bahkan untuk mensucikannya harus dicuci 7 kali dengan tanah. Tapi anjing begitu "legowo" tidak pernah merasa minder apalagi protes dengan Tuhan. Kenapa kok Tuhan seperti kurang kerjaan dengan menciptakannya demikian. Anjing menerima qadha qadar atas dirinya yang seperti itu.
 
Tapi bukan berarti kita bebas menghinakan, berbuat semena -mena dan membunuhnya sedemikian rupa hanya karena menganggap ia seekor anjing. Benar -benar anjing kalau dalam otakmu masih bercokol pola fikir seperti itu. Anjing juga manusia yang juga harus kita manusiakan.

Seorang tokoh Sufi masyhur sekaliber Abu Yazid Al Busthomi bahkan berguru dari seekor anjing hitam yang buruk rupa. Suatu waktu Abu Yazid sedang menyusuri sebuah jalan sendirian, tiba-tiba ada seekor anjing hitam besar dan mukanya buruk berlari-lari disampingnya, melihat hal itu Abu Yazid spontan dalam hati ia berkata, " Anjing ko rese banget sudah jelek mukanya najis pula". Dengan sigap ia segera mengangkat jubah kehormatannya, barangkali hawatir bersentuhan dengan anjing yang liurnya najis itu.

“Tubuhku kering dan aku tidak melakukan kesalahan apa-apa” tiba-tiba anjing tadi berbicara. “Seandainya tubuhku basah, engkau cukup menyucinya dengan air yang bercampur tanah tujuh kali, maka selesailah persoalan diantara kita, tetapi apabila engkau menyingkapkan jubah sebagai seorang Parsi (rasa sombong), dirimu tidak akan bersih walau engkau membasuhnya dengan tujuh samudra sekalipun!!!!”. 

Lanjut anjing. "Mukaku memang buruk dan juga bau, tapi ketahuilah aku diciptakan Allah sedemikian adanya dan aku bersyukur takdirku menjadi anjing, sama saja engkau menghina Allah karena menyebut aku buruk dan najis, karena yang menciptakan aku seperti ini adalah Allah !!! ".

Abu Yazid terperanjat dan menangis sesenggukan lalu menjawab : Maafkan aku wahai anjing, engkau kotor secara lahiriyah, tetapi aku kotor secara batiniah, marilah ikut bersamaku aku buatkan engkau tempat yang layak dirumahku, jadilah engkau sahabatku agar kita bersama-sama berusaha menjadi bersih”. 

“engkau tidak pantas untuk berjalan bersama-sama dengan diriku dan menjadi sahabatku, karena semua orang menolak kehadiranku, siapapun yang bertemu dengan diriku akan melempariku dengan batu, mengumpat atas namaku, berbeda dengan dirimu, siapapun akan menyambut kedatanganmu dan memuliakanmu. Aku tidak pernah menyimpan sepotong tulangpun untuk aku makan, tetapi engkau memiliki sekarung gandum bahkan lebih untuk makanan esok hari!” kata anjing tadi menyindir.

Semakin keras tangisan abu yazid sampai terduduk lemas ia memohon ampun kepada Allah. "Astaghfirullahhhh....ampuni aku ya Rabb, Aku tidak pantas berjalan bersama seekor anjing!...... Lantas, bagaimana aku dapat berjalan bersama Engkau yang Agung dan Suci?"

Temen -temen sekalian....Marilah terus merenung dan tafakkur, sudahkah kita betul -betul sudah lebih baik dari seekor anjing, sehingga menganggap diri ini lebih baik darinya. Saya tidak mau berperasangka sedikitpun untuk menuduh apakah anda, pacar anda, DPR, Megawati, juga presiden jokowi, atau siapa saja kita sebut sebagai "anjing". 

Marilah terus berbenah dan terus memperbaiki diri dari "anjingisme" artinya sifat -sifat anjing dari najisnya perilaku kita sebagai manusia. Jangan buru -buru meng-anjing-kan orang lain tapi lihatlah hati dan fikiran kita terlebih dahulu jangan -jangan kita ini adalah anjing yang sejati.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top