Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 14 Februari 2016


Hanya bisa ngelus dada sambil geleng-geleng kepala kekanan dan kiri dan juga keatas dan kebawah... Satu sisi saya setuju bahwa kesejahteraan guru honorer memprihatinkan seolah kurang terperhatikan. Namun lain sisi demo memaksakan kehendak pribadi /gol tertentu. Mbuk ya jadilah guru yang elegan memiliki wibawa,. Jangan hanya hanya karena ingin sejahtera tapi memaksa pemerintah untuk mengangkat PNS tanpa test..

Tolong Bapak dan Ibu Guru.... untuk menentukan kelulusan anak TK, SD dan SMP kelas 6,9,12 harus dengan test, masuk univrsitas negeri juga dengan tes, bahkan please dehh.... Untuk masuk ke akhirat saja ada tesnya buuuuuu,,,tanya noh munkar nakir,,,bisa tidak masuk tanpa tes,,,kecuali ada orang dalam di akherat sana yang anda kenal.
 
Saya pastikan jika anda yang ingin masuk PNS tanpa test, jangan -jangan anak didik anda minta lulus tes atau lulus sekolah tanpa ujian kemungkinan juga anda luluskan.Nanti adalagi yang ikut ujian SIM, ujian masuk kampus, pokoknya harus lulus..tanpa test. Muda dan mudi juga tidak perlu nikah sebagai syarat untuk saling menghalalkan. Pokoknya apa saja ndak perlu pakai test.

Jadilah anda guru yang terhormat. Kenapa Pemerintah mengadakan tes supaya menghasilkan guru yang berkualitas dan profesional karena guru merupakan ujung tombak moral dan generasi yang memilki kapabilitas, kapasitas, profesionalitas untuk menghadapi pasar yang semakin bebas. Kalau guru abal-abal yang tidak berkompeten menjadi PNS tanpa tes sama saja menurunkan kualitas pendidikan, menjatuhkan kualitas pendidikan.

Gatungkan cita citamu lebih tinggi dari PNS, saya kasihan saja jutaan orang yang "nyidam" jadi PNS sampai alokasinya meluber dan tidak tertampung lagi. Lagian juga kenapa harus percaya sama janji pemerintah. Pemerintah itu jangan dipercaya , jika anda percaya dengan pemerintah ini bisa jadi "syirik"....

Tanpa harus jadi PNS anda bisa usaha sampingan, bisa dagang, bisa jualan kutang, jualan khusus celana kolor misalnya, jualan krupuk, atau apa sajalah yang dibutuhkan orang dan masih jarang yang membuka usaha itu.
 
Atau yang punya talenta dan skill juga bisa buka usaha dengan skill dan keahliannya itu. Pesan Bapakku dulu " Nak kalau kamu memilih jadi guru maka harus memiliki usaha sampingan, guru itu urusan pengabdian jadi gajinya tidak cukup buat mencukupi kebutuhan hidup".

Alhamdulillah meskipun saya mengajar di PSKQ Modern dengan menggratiskan SPP bulanan dan gratis bimbingan belajar hingga lulus untuk santri -santri yang tersebar diseluruh pelosok negeri tapi Allah memberikan limpahan rejeki lewat jalan lain dengan saya membuka usaha kecil -kecilan untuk menopang kebutuhan keluarga.

Terlalu menyandarkan hidup dengan menjadi PNS sih, jadi terkesan seolah menuhankan gaji dan jabatan PNS. FPI mana FPI ayo bakar dan juga bubarkan juga jabatan PNS yang menjadi berhala dan patung karena ini adalah perbuatan syirik.

Saya hanya bisa mendoakan semoga perjuangan para Guru Honorer untuk mendapatkan haknya segera terealisasi. Betapapun mereka adalah pejuang pendidikan yang harus diperhatikan pemerintah. Meskipun memang dari dahulu pemerintah bisanya cuma membuat "janji".

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top