Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 19 Februari 2016



Sebelumnya saya pribadi menumpahkan keprihatinan yang mendalam, ikut berbela sungkawa atas kasus pengrusakan karya seni Patung Arjuna dan tokoh -tokoh pewayangan lainnya di Purwakarta yang dilakukan oleh kelompok FPI. Kelompok garis keras yang paling bertanggung jawab atas kejadian ini. Semoga kita semua bisa mengaji diri, instropeksi, jangan merasa diri paling baik, paling suci paling beriman dan yang lainnya musyrik atau pelaku syirik. Mari terus menjaga persatuan dan dan kesatuan demi keutuhan NKRI.

Tolong kepada antum yang tergabung dalam kelompok FPI yang melontarkan tuduhan bahwa Purwakarta sebagai darurat akidah hanya karena banyak karya seni patung disana. Mohon atum bisa bersikap lebih bijak lagi, karena budaya dan agama sebenarnya memiliki hubungan yang erat. Islam dan budaya keduanya saling mendukung dan beriringan sehingga Islam dapat dilaksanakan secara sempurna (kaffah). Apa antum tidak sadar bahwa masjid, sajadah, baju, kutang, bahkan celana dalam sekalipun merupakan produk budaya.

Antum ini terkadang bikin gellli ( pakai tasydid)...Menganggap bahwa suatu penghargaan terhadap budaya antum pandang sebagai musyrik. Bukankah agama tidak pernah melarang kita untuk berbudaya, justru dengan adanya agama menjadi tuntunan/pegangan manusia yg berbudaya menjadi lebih dekat kepada Sang Pencipta. Karena budaya adalah hasil cipta, rasa dan karsa yg diberikan TUHAN kepada manusia. Mbuk ya jangan oportunis, dengan mengatakan seseorang atau kelompok yang tidak sependapat dengan antum lantas antum cap kafir, musyrik, haram dan sebagainya. Tapi produk dari orang-orang kafir kok masih antum gunakan seperti : mobil, pesawat, ponsel, sosial media, apa "nggak" haram juga itu ?????.

Mustinya antum itu jangan juga foto di studio foto, apalagi selfi sambil bawa fentungan. Foto juga haram karena mendekati syirik. Kalau antum berangkat haji jangan pakai pesawat karena pesawat itu juga patung buatan kafir. Jadi saran saya antum naik onta atau berenang saja. Kalau sudah didepan ka'bah antum ndak perlu towaf mengelilingi ka'bah karena itu perilaku syirik. Wong benda ko diagung-agungkan. 

Patung monas juga menjadi agenda selanjutnya yang harus antum bongkar dan robohkan karena patung itu simbol syirik apalagi patung monas itu adalah simbol "lingga yoni" yaitu simbol seks dan jelas itu parno. Patung -patung harimau di pos -Pos polisi juga patung polisi, antum habiskan dan robohkan saja sampai tidak ada yang tersisa karena semuanya syirik. Patung-patung tokoh pahlawan yang tersebar diseluruh penjuru sudut kota juga harus dirobohkan, dibakar, difentungi sampai tidak tersisa karena ini juga syirik.

Allahu Akbarrrrr !!....( maaf niru -niru gaya antum kalau pas lagi nggebugin orang). Saya ingin mengingatkan antum yang gemar sekali merusak karya seni tersebut dengan dalih agama. Kita ini hidup di Indonesia, bukan di Saudi Arabia. Saudi jelas mengharamkan patung, karena mereka mengikuti paham Wahabi. Ini Indonesia, ini Islamnya Indonesia, Islam yang rahmatan lil 'alamin. Islam di nusantara jelas menghargai tradisi, budaya lokal, peradaban Indonesia dan berkomitmen kuat untuk melestarikan dan mengembangkannya selagi tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip keislaman.

Dari sisi keislaman, karya seni patung yang antum porak -porandakan itu tidak ada larangan karena tidak ada unsur "ash-shonam yu'bad" atau berhala yang disembah. Dan karya seni patung di Purwakarta jelas tidak memenuhi unsur-unsur tersebut, melainkan hanya sekadar asesoris kota untuk artistik/ keindahan tata kota.

Antum ini kan sering haji dan umroh. Kalau antum piknik ke Saudi Arabia, di sana juga banyak bangunan karya seni yang dipajang di arena publik yang menghiasi keindahan kota, seperti patung sepeda yang dikenal dengan sepeda nabi Adam, al-Qur'an, pedang, bangunan-bangunan antik dan seterusnya. Sebagai aksesori kota, bangunan seperti itu sama sekali tidak ada larangan. Yang dilarang dalam perspektif Islam sesungguhnya adalah apabila pembuatan patung atau karya seni itu dimaksudkan untuk sesembahan. Itupun kalau antum benar -benar memperhatikan. Wah jangan -jangan fustun -fustun yang semlohay saja yang antum perhatikan (upps keceplosan..astaghfirullah kok saya jadi suudzon).

Antum dengarkan baik -baik kalau masih punya telinga untuk mendengar dan punya otak untuk tafakkur. Apapun karya seni yang entah itu patung atau semacamnya itu tidak ada masalah, dan tidak ada hubungannya jika dikaitkan dengan shonam yu'bad, atau berhala sesembahan itu. Antum tahu apa tidak bedanya karya Seni Rupa patung dan berhala. Mohon dipelajari kembali biar tidak asal sruduk sana sruduk sini seperti babi.

Jangan -jangan isi kepala dan pola fikir antum dijajah oleh berhala yang bersemayam dalam dirimu sendiri. Berhala -berhala itu bernama amarah, kebodohan yang terus-menerus dipelihara, merasa paling benar, arogan, membabi buta, dll. Jangan suka menuding orang lain syirik tapi perhatikan dahulu syirik yang ada dalam dirimu sendiri.

Jangan -jangan hanya karena antum melihat saya yang hobby membawa kutang istri saya kemudian ketika dikamar menjelang tidur saya ciumi kutang itu dengan penuh penghayatan kemudian antum juga menuduh syirik kepada saya. Duh Gusti....yang saya ciumi itu sebenarnya bukan kutang tapi bukti cinta dan keteguhan saya sebagai suami yang selalu menjaga kesetiaan. 

Atau ketika saya menciumi hajar aswad dengan begitu mesra antum juga cap saya syirik. Lhah dalah......(pusing pala barby). Karena seandainya Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidak mencium hajar aswad maka tentu kaum muslimin tidak melakukannya. Jadi mencium hajar aswad adalah bukti bahwa kita meneladani Rasul.

Letak syirik itu sebenarnya tergantung mindset atau cara pandang antum terhadap segala sesuatu. Yang mengerti kita ini syirik, atau kafir, atau Islam, itu adalah diri kita sendiri dan Allah, bukan orang lain. Tapi saya husnudzon sajalah sama antum. Mungkin karena antum takut kita semua masuk neraka. Pesan saya untuk antum, jangan hanya khawatirkan orang-orang yang membuat patung saja tolong juga khawatirkan orang-orang yang masuk pasar, mall atau masuk pusat -pusat perbelanjaan, karena mereka adalah orang yang menuhankan materi. Jadi setelah ini saya anjurkan semua orang untuk berprasangka kepada siapa saja dengan tuduhan syirik, biar semua tempat dihancurkan, termasuk gedung DPR juga harus dihancurkan karena anggotanya menuhankan jabatan dan mendewakan kepentingannya sendiri-sendiri.

Berhala-berhala abad modern ini bisa berupa jabatan yang diagung-agungkan, kepentingan, kekuasaan, tahta, fustun yang menggoda atau bisa juga berwujud manusianya sendiri. Manusia yang terkadang menuhankan apa saja yang tidak patut dipertuhankan, dan lupa substansi asal -usulnya yang senantiasa mengabdi dan bersujud padaNya.

Wah...wahhhh ko jadi saya ngelantur dan seolah -olah nasehatin antum seperti saya ini Habib saja, padahal saya adalah makhluk terbodoh di negeri indonesia. Afwan yah......
================================================================
Coba kalau seandainya kita semua sadar dengan tugas kita masing-masing dan menjalankan suatu qoidah
أمر معروف بالمعروف ونهى المنكر بالمعروف
"Memerintahkan kebaikan dengan cara yang baik dan mncegah kemununkaran dngan cara yg baik pula". Subhanallah....
 
Menurut saya aksi -aksi vandalisme itu terjadi karena berawal dari adanya "dhan" atau prasangka pada perilaku yang dituduh syirik.
 
Sepertinya tidak akan pernah Ada kerusuhan dan keributan yang merugikan kita semua jika kita tetap mengedepankan ukhuwah dan persatuan serta menjauhkan berbagai macam perasangka membabi buta. Bukankah sebagian dari prasangka itu adalah dosa ( inna ba'dha adhanni itsmun).

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

1 comments:

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top