Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 14 Januari 2015


Sebetulnya kejadian bom tadi pagi Akibat terorisnya yang "BUDEG", Sebenarnya mereka itu diperintahkan ke Suriah eh malah nyasar ke Sarinah. Meskipun cuma 2 korban jiwa dan lainnya luka-luka dari akibat teror yang disinyalir dari ISIS ini tapi bukan berarti kita tidak ikut berbela sungkawa. Saya sendiri mengucapkan bela sungkwa yang sedalam -dalamnya dilubuk hati saya terdalam.

Kali ini ISIS terkena batunya..justru terornya tidak ditakutin sama sekali, bahkan oleh pedagang asongan, penjual kacang dan tukang sate sekalipun. Beberapa tukang kacang juga dikabarkan menawarkan kacangnya kepada teroris ISIS sebelum teror terjadi di Sarinah. " Mas Sis Kacangnya mas, murah ko mas" Mau?"....Enak dan renyah mas". Kang Darjo si penjual kacang kaget bukan kepalang setelah tahu bahwa mereka yang beli kacangnya itu adalah jaringan ISIS. Mereka sebelumny sempat makan kacang Kang Darjo sebelum melakukan aksinya dan belum bayar lagi" ini memalukan ! " kata kang Darjo.

Sesuatu yang sangat tidak menakutkan bagi bangsa Indonesia. Beberapa Ibu dan anak kecil justru ramai berdatangan menonton ke lokasi karena terdengan tar der dorrr....dikira shoting sinetron. Setelah tahu itu aksi teror bukannya pada ngumpet malah pada nonton sampai selesai. Sudahlah Kang Sis ngga perlu repot-repot meneror kami bangsa yang sudah terbiasa dengan teror.

Teror kelas cabe-cabean seperti itu mau gertak Indonesia. Kami sudah biasa makan teror sambal yang dijamin pedasnya kami sikat habis. Tengah malem begini makan kerak teror panas-panas juga sudah biasa meskipun cuacanya dingin hujan, karena kalo terornya dingin kurang sedap Kang Sis.

Mana ada bangsa yang sehebat kami Kang Sis. Kami bangsa Indonesia 10 tahun terteror terus -menerus " abadan abadi". Kami terbiasa ditetor dengan perekonomian yang kocar -kacir, diteror moneter, nganggur, ngga punya duit, tapi terbukti kami masih bisa nyicil angsuran motor dan beli mas kawin meskipun semuanya ngutang. Seluruh teror dengan model yang seperti itu sudah kita lalap tak tersisa.

Kami tiap hari sudah terbiasa mnghadapi latihan teror yang lebih sadis dari teror yang paling sadis bahkan teror neraka dunia sekalipun. Kami biasa diteror penjara hanya karena merakit TV ngga standar SNI. Lapak kaki lima kami diporak-porandakan Satpol PP, tiap hari sudah biasa latihan teror pagi yakni kejar -kejaran. Belum lagi teror Asap kebakaran hutan berbulan -bulan dan justru hakim melepaskan para pembakar lahan, teror apa lagi coba yang belum pernah kami dapati di negeri ini. Kami sudah kenyang Kang Sis.

Saya sendiri saja kebal. Misalnya Kalau teror laperrr datang melanda.. saya juga sudah biasa. Kalau ngga bisa makan misalnya, saya "mondar -mandir" di tempat tetangga saya yang punya hajatan, sudah pasti saya di undang makan gratis. Saya yakin Kang Sis ngga pernah bisa menjalani hidup nekat yang terus -menerus terteror setiap hari sehingga justru membuat bangsa kami lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan bangsa lainnya dihadapan Tuhan.

Soal teror -meneror belajarlah dahulu ke Pesantren Kami, biar otak kalian lebih encer dan ngga beku. Pesan saya jangan nakal yah....karena sampean ternyata suka main -main dengan senjata rakitan. Ngga boleh.... itu harus pakai standar SNI dahulu minimal dapat label halal baru sah dipakai untuk meneror dan tentu lebih syar'i.
 
Mbuk ya jangan teror -teroran seperti anak kecil juga nanti kamu bisa dijadikan bahan tertawaan. Pokoknya intinya kami sudah tidak kaget dengan teror seperti terong-terongan gaya -gaya ISIS, jihadis, ekstrimis, yang sok-sok agamis itu deh.

Kang Sis tolong jawab pertanyaanku dengan jujur. Tadi pagi sahabat saya namanya Mas Dalijo yang kerja di Gojek Online itu lho. Dia bercerita katanya dia sempat lihat Kang Sis menembak seorang karyawati di gedung Sarinah, katanya sampean ditolak ya? Begini lho kang Sis tidak bermaksud menggurui, ini saran saya,mbuk ya pakai kira-kira kalau mau main tembak-tembakan, kalau sampean mau nembak itu ditanya dulu sudah punya suami apa belum. Masak sudah punya suami sampean tembak juga..........

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top