Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 24 Januari 2016


Saya kadang panjang merenung kenapa orang banyak yang tidak mau dan bahkan menolak mentah -mentah terhadap ISIS. Padahal tanpa ISIS kita tidak memiliki kekuatan dan semangat apapun dalam nenjalankan kehidupan baik beragama, bernegara dan lainnya.

Bahkan segala sesuatu tindakan pengeboman selalu saja dikait-kaitkan dengan ISIS. Bagaimana mungkin kita menuduh ISIS pelakunya. Bagaimana mungkin ISIS bisa melakukan kejahatan kemanusiaan karena sesungguhnya merekalah yang justru melahirkan manusia itu sendiri.

Bukankah selama ini kita rindu dan ingin selalu dibom habis -habisan oleh ISIS? Bom cinta ISIS lah yang justru kita nanti selalu. Jika frekuensi dan kuantitas bom ISIS berkurang justru perlu dipertanyakan. Seseorang yang tidak setuju dengan ISIS ini justru diragukan kesehatan akalnya. Bahkan Tuhan sendiri memberi cap seseorang yang sudah tidak suka ISIS dia adalah termasuk orang yang bodoh ( Fainnahum Qaumun Jaahilun).

ISIS yang saya maksudkan adalah ( Istri Sholehah Idaman Suami). Nah loh.... Siapa juga yang berani menolak keberadaan ISIS. Bahkan hampir semua calon suami merindukan ISIS ini. Bagi saya wanita cantik itu bukan keindahan lagi, tapi siksaan. Jadi harus dilihat output dari perempuan itu, anda jangan hanya melihat inputnya. cari tahu dulu hulunya, jangan hilirnya saja. Kalau hanya lihat inputnya berarti berarti sama saja kita memburu kulitnya. Cantik itu perlu untuk semangat hidup kita sebagai suami. Tapi output yang saya maksudkan adalah sejauh mana peran seorang istri sehingga bisa disebut sholehah. Karena Sholehah letaknya bukan pada casing atau tampilan pakaiannya semata. Meskipun jangan juga disimpulkan bahwa cewe yang suka pakai bikini mondar -mandir dijalan itulah yang sesungguhnya sholehah. Perlu kedewasaan dalam menilai dan melihat sesuatu secara essensi dan substansi.

Nikmatnya hidup itu kan karena ada batasan, kita tidak tahu isi hati istri kita, karena itu kita akan terus memberikan yang terbaik, karena kita tidak tahu apa yang bercokol dalam hatinya. Soal anda dapat pelayanan yang terbaik dari istrimu atau tidak itu ngga jadi soal. Toh kita sudah memberikan yang terbaik untuk istri kita. Masalah kita tetap dianggap suami apa tidak pokoknya tetap memberikan yang terbaik. Itu jika anda mampu menjalaninya.

Tetapi suatu saat seorang kawan pernah mengirim pesan pendek (sms) kepada saya untuk memberikan tips doa agar istrinya yang selingkuh bisa balik ke dia lagi. Alih-alih doa yang saya berikan. Saya justru marah-marah, kemudian saya balas smsnya “Buat apa doa untuk mengembalikan wanita seperti itu? Tinggalkan!”
“Wanita bukan hanya dia. Kalaupun dia kembali karena doa, itu bukan dari hatinya sendiri. Tinggalkan dan putuskan untuk cari yang lain, Kalau tidak ada wanita yang mau, sama kambing juga "ngga papa" kalau kamu mau!".....

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top