Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry Gombal Mukiyo, 29 Januari 2016

Foto Assiry Presiden Kaligrafi.

"Segalanya dalam hidup ini tidak ada artinya kecuali kebaikan" inilah yang pernah dikatakan oleh Chow Yun Fat. Chow Yun Fat menyisihkan 99% hartanya atau setara dengan Rp 1,15 Triliun untuk amal, mirip Nabi Muhammad SAW. yang menyerahkan hampir semua hartanya ketika meninggal.

 Kalau Nabi Muhammad masih hidup, Chow Yun Fat pasti jadi sahabat dekatnya, sedangkan orang Islam yang sukanya bunuh-bunuhan, anarkhi dan kekerasan dengan dalih jihad bisa jadi malah tidak diakui sebagai ummat Nabi Muhammad SAW. karena kelakuannya mirip Quraisy. Saya tidak sedang menuding-nuding siapapun, tapi tentu apa yang saya utarakan adalah sesuatu yang harus selalu kita renungkan. Kita mengaku Islam tapi perilaku kita tidak Islam. 

Dari segi bahasa, Islam berasal dari kata aslama yang berakar dari kata salama. Kata Islam merupakan bentuk mashdar (infinitif) dari kata aslama ini. Islam memiliki banyak pengertian, diantaranya adalah: Salaam yang berarti sejahtera atau selamat. Orang (subyek) yang berperilaku menyelamatkan, mengayomi atau mensejahterakan itu disebut Muslim. Sudahkah kita menjadi Muslim yang sesungguhnya Muslim, apa sekadar Islam Kartu? 

Berbicara satu sifat seorang Muslim saja saya sepertinya belum pantas disebut "Muslim". Kriteria Muslim yang shaleh tidak hanya diukur lewat shalatnya. Standar kesalehan seseorang tidak melulu dilihat dari banyaknya dia hadir di kebaktian atau misa. Tolok ukur kesalehan hakikatnya adalah output sosialnya: kasih sayang sosial, sikap demokratis, cinta kasih, kemesraan dengan orang lain, memberi, membantu dan menolong sesama. Idealnya, orang beragama itu mesti shalat, misa, atau ikut kebaktian, tetapi juga tidak korupsi dan memiliki perilaku yang santun dan berkasih sayang.

Agama adalah akhlak. Agama adalah perilaku. Agama adalah sikap. Semua agama tentu mengajarkan kesantunan, belas kasih, dan cinta kasih sesama. Bila kita cuma puasa, shalat, baca al-quran bahksn sampai hafal 30 juz sekalipun, atau bagi saudara kita yang pergi kebaktian, misa, datang ke pura, menurut saya, kita belum layak disebut orang yang beragama. Tetapi, bila saat bersamaan kita tidak "nggarong" uang negara, menyantuni fakir miskin, memberi makan anak-anak terlantar, hidup bersih, menolong sesama, maka itulah orang yang beragama.

Ukuran keberagamaan seseorang sesungguhnya bukan dari kesalehan personalnya, melainkan diukur dari kesalehan sosialnya. Bukan kesalehan pribadi, tapi kesalehan sosial. Orang beragama adalah orang yang bisa menggembirakan tetangganya. Orang beragama ialah orang yang menghormati orang lain, meski beda agama. Orang yang punya solidaritas dan keprihatinan sosial pada kaum mustadh’afin (kaum tertindas). Juga tidak korupsi dan tidak mengambil yang bukan haknya. Karena itu, orang beragama mestinya memunculkan sikap dan jiwa sosial tinggi. 

Muslim yang saleh itu bukan orang-orang yang meratakan dahinya ke lantai masjid hingga berbekas hitam dijidatnya ( atsarilkarpeet). Letak kesalehan kita sesungguhnya bisa dilihat dari bekas sujud (min Atsari assujud). Artinya dari Sujud dan Shalat kita berbuah menjadi perilaku baik kita terhadap sesama, menjadi pelindung, pengayom, penyelamat bagi siapapun itulah yang disebut sebagai "Muslim". Ternyata untuk menjadi Muslim dihadapan Allah begitu berat kriterianya. 

Duh Gusti semoga Engkau selalu memberikan petunjuk bagi kami agar menjadikan Islam bukan sekadar agama tapi sebagai alat untuk memperbaiki diri " husn al khuluq" dan perduli terhadap lingkungan sosial. Barangkali Chow Yun Fat adalah muslim dihadapan Allah SWT. Entahlah kita tidak memilki hak sedikitpun untuk menilai dengan murah dan " renyah" dengan menyimpulkan seseorang itu Muslim, Kafir, murtad, atau sesat seperti kang Mas MUI ( Majlis Ulama Indonesia). Hanya Ia yang memilki kewenangan dengan prerogratif mutlaq atas cap -cap terhadap diri kita.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top