Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Kudus, 4 januari 2015
Assiry gombal mukiyo


Ayah......
Entah ini hari keberapa?
Aku tetap saja dungu dan pura-pura lupa
Ku berlari meloncati waktu
Membunuh peluh dan ngangamu
Betapa setiap tetesan keringatmu
Menjelma menjadi rintik hujan yang menyuburkan
Yang menjadikanku sekuntum bunga dan berbuah

Ayah .......
Entah ini bulan ke berapa?
ku terus menusuk dan membunuh jutaan kenangan
Yang tak pernah lekang oleh waktu engkau persembahkan
Aku bahkan amnesia mendoakanmu
Betapa setiap desah nafasmu adalah doa bagiku
Yang membuatku tidak menjadi sekadar debu

Ayah......
Entah ini tahun ke berapa?
Aku terus saja meutup -nutupi
Tak ku dengarkan nuranimu sebagai nasehat sejati
Menutup rapat dari cahaya rindu yang membuncah itu
Betapa setiap ayunan kakimu dan gerak tanganmu
Adalah bagai rotasi bumi
Agar anak -anakmu hidup mapan
Betapa nyawamu sekalipun engkau jual murah
Di pasar, di sawah dan di tingginya bangunan
----------------------------------------------------------------------------------
Berkali -kali tubuhmu engkau gadaikan
Hanya karena engkau sebagai Suami
Dan biar pantas dipanggil " ayah"

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top