Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 01 Januari 2016


Ketika tahun baru tiba. Tidak sedikit yang berhura-hura, gegap -gempita menaburkan segala nikmat sesaat yang berujung sesal menggumpal.

Teman.....Tahun baru, bukanlah soal perayaan dengan meniup terompet, memandang gemerlap kembang api bersama orang spesial, menghabiskan puluhan kondom dengan bergonta-ganti pasangan, mabuk dan "mendem" oplosan atau bersenang- senang menikmati hujan diskon akhir tahun semalam di kota Kudus atau barangkali juga dikota anda.
 
Meminjam kata-kata Goenawan Mohamad "Bukan tahun yang berganti. Tapi hidup". Tahun baru adalah perkara hidup. Tapi bukan sekadar hidup tapi Kualitas hidup yang sudah kita capai selama hampir 12 bulan yang silam. Di tahun 2016 ini coba luangkan waktu kita sejenak untuk mengevaluasi apa saja yang telah dicapai sampai saat ini. Apa saja yang sudah kita perbuat? Apakah hanya kesibukan bersama PSK dengan rajin ke tempat karaoukean, bercumbu dengan dunia picisan yang amburadul. Atau diam -diam kita sibuk mencari selingkuhan baru untuk kita "koskan" dan ketika dihadapan pasangan, berakting seolah- olah yang paling setia. Tidak usah kaget bukankah ini adalah trend yang selama ini kita idam -idamkan.

Habis pesta miras, pesta kondom, pesta nudis, pesta teropet, kemudian berdoa kepada Tuhan dengan khusu' " Ya Allah ampunilah khilaf dan dosa hamba berilah kesuksesan dan kebahagiaan, dan limpahkanlah rizki yang banyak kepada hamba". Barangkali jika maaf saya yang jadi Tuhan tentu jengkel banget sama itu orang. "Enak yahh sampean....sudah pesta -pora, seabrek dosa kamu puas-puasin sekarang pura-pura minta ampun segala, sana push up!". Itu kalau saya.
 
Untungnya Tuhan kita adalah Allah SWT. yang maha Rahman dan Rahim. Sejuta dosa dan hamparan samudera kebusukan kita, tetapi Tuhan selalu memberikan pintu kesempatan agar bisa memasuki rahmatNya dan memperbaiki kualitas atas hidup kita agar semakin baik.

Teman.....Apa saja karya yang sudah kita hasilkan? Singkatnya, sudahkah kita memberi manfaat untuk orang lain? Spirit atau makna perpindahan menuju tahun baru masih sangat relevan kita bicarakan untuk direnungkan pada kehidupan ini, baik dalam kehidupan personal maupun kolektif, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan kualitas pada diri kita yang tentunya adalah pribadi dengan kualitas moral yang baik.

Jika membuka laman beranda facebook akan membuat kita tersadar, kaleidoskop album foto tahun lalu yang di-share kawan-kawan kita mengingatkan jika telah banyak peristiwa yang kita lewati selama satu tahun ini. Perjalanan selama hampir 12 bulan bukanlah perjalanan singkat begitu saja, banyak pengalaman yang suatu saat nanti akan kita rindui pada masanya. Sehingga momentum tahun baru ini semestinya menghadirkan kita pada rasa syukur yang setulus- tulusnya kepada Tuhan yang telah memberi kita "kado" kesempatan untuk menjalani banyak hal selama satu tahun ini.

Membaca kembali kisah dan memutar ulang memori kehidupan kita selama tahun 2015 lalu pasti akan membawa sebuah penyesalan dan kekecewaan ketika didapati beberapa kenakalan, kebusukan dan hal-hal negatif kita di tahun 2015 lalu.
 
Hal ini membuat kita tersentak sadar sekaligus malu pada diri kita sendiri, bahwa betapa berharganya waktu dan begitu lemahnya kita dalam memaknai waktu sehingga mudah bagi kita untuk menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga.

Tetapi apa daya, sedetik, sejam, sehari, sampai setahun yang terlewati kini telah menjadi masa lalu, masa yang tidak bisa kita putar ulang kembali. “the past can hurt. But,the why I see it, you can either run from it, or.. learn from it”–The Lion King. yang berarti dari masa lalu yang membuat kita menyesal tetapi kita dapat mengambil pelajaran sebagai pegangan untuk melangkah ke masa mendatang.

Duh Gusti Allah.....Semalam saat kembang api terdengar bersahutan bagai halilintar menandai pergantian tahun. Aku menyusuri sebuah gedung tua, berjalan sesenggukan, menangisi seluruh khilaf dan dosa- dosaku yang terus aku ingin mengulanginya.
 
Dosa-dosa yang semestinya harus diperbaiki tapi justru malah terus saja aku rindukan agar bisa melakukannya selalu. Dosa yang aku simpan rapat dibalik sarung hitamku.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top