Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Muhammad Assiry, 3 September 2017


Benarkah tidak boleh menyebut nama nabi muhammad dengan di awali kata sayyidina...?terutama di dalam sholat.

Di karenakan ada hadits:
لا تسيدوني في الصلاة
" janganlah engkau menyebut sayyidina kepadaku di dalam sholat "

Hadits di atas adalah hadits maudlu atau hadits palsu,sehingga harus di tinggalkan,dan juga dari segi tata bahasa terdapat kesalahan jika di lihat dari segi ilmu shorof

ساد - يسود mengikuti wazan فعل - يفعل ( بضم العين )

Jika di lihat dari segi i'lalnya:
ساد اصله سود على وزن فعل قلبت الواو الفا لتحركها وانفتاح ما قبلها فصار ساد
ساد :
asal lafadznya adalah سود mengikuti wazan فعل wawu di ganti alif karena berharokat dan jatuh setelah huruf yang menyandang harokat fathah sehingga menjadi ساد
ساد :
itu sendiri adalah fiil lazim atau kata kerja yang hanya sampai kepada failnya,sehingga untuk memuta'adikan fi'il lazim diantara adalah dengan cara mentadl'if 'ain fi'il

ساد => سود
dengan membaca tasydid 'ain fi'ilnya ( huruf wawu ) sehingga ketika berbentuk fi'il amar atau kata kerja bentuk perintah Waqi' mukhotob jamak menjadi تسودوا

Sehingga seandainya kalimat di atas merupakan hadits،seharusnya kalimatnya menggunakan لا تسودوني bukan لا تسيدوني

Justru dalam hadits lain nabi bangga mengatakan سيد:
انا سيد ولد ادم ولا فخر

"Saya adalah sayyidnya anak cucu adam bukan karena sombong "
والله اعلم بالصواب

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top