Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

PSKQ Modern, 13 Oktober 2018



Selamat untukmu Muhammad Hasanuddin saudaraku, karib juga keluarga besar PSKQ Modern atas prestasimu yang membanggakan. Menurut saya kesuksesan apapun dalam sebuah prestasi adalah akumulasi dari proses perjuangan yang panjang. Hanya orang yang mau berjuang yang akan menggapainya. Inilah jalan berliku nan terjal yang akhirnya diraih puncaknya oleh Muhammad Hasanuddin Santri PSKQ Modern angkatan 2007 sampai 2009 yang berhasil meraih medali emas juara 1 Kaligrafi Mushaf Al Quran pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XVII di Medan dan Deli Serdang, Sumatra Utara. MTQ tersebut diselenggarakan mulai tgl.7 sampai 12 Oktober 2018.
Saya selalu merekam sepak terjang dan kiprahnya baik saat masih di PSKQ Modern maupun setelah ia lulus dan menikah. Ia adalah pribadi yang serius dan bersungguh-sungguh dengan hidupnya. Bahkan Hasan panggilan akrabnya di PSKQ Modern inilah orang yang mengetuk pintu rumah saya pertama kali padahal baru saya bangun dan belum selesai betul karena belum saya keramik. Akhirnya pada awal januari tepatnya tgl. 17 Januari 2007 bertepatan dengan lahirnya putri saya yang pertama yakni Divany Bilqyz Assiry menjadi awal berdirinya PSKQ Modern dengan bangunan asrama yang seadanya itu.





Hasanuddin juga menjadi saksi sejarah bagaimana saya berjuang dan bersusah payah membangun PSKQ Modern ditengah himpitan ekonomi saya yang pas-pasan bahkan kekurangan. Ia juga ikut merasakan saat asrama PSKQ Modern kebanjiran dan harus ikut mengungsi hampir dua minggu bersama keluarga dan warga kampung Undaan ke kota biar lebih nyaman dan terjamin kesehatan dan makanan di tempat pengungsian.
Kaligrafi yang kita pelajari atau dikaji di PSKQ Modern sesungguhnya bukan hanya menambah keindahan ayat, tetepi juga dapat mengetuk pintu hati penikmatnya sekaligus membuktikan bahwa kebenaran itu haq dan nyata. Kebenaran terhadap kesuksesan yang telah ia raih karena mengorbankan banyak hal baik waktu, tenaga, fikiran juga materi. Kini ia telah buktikan karena ketekunannya dalam belajar kaligrafi dan terus menggores bahkan kalau sudah fokus belajar ia bisa tidak tidur berhari-hari.
Salah satu sabda nabi tentang kaligrafi:
الخط الحسن يزيد الحق وضوحا
Artinya: “Kaligrafi yang indah akan menambah kebenaran tampak nyata”. (Al-Hadist)
MTQ Medan menjadi perhelatan akbar yang akan terus mengukir sejarah dan menorehkan tinta emas dan kemuliaan. sepanjang sejarahnya bahkan sampai kapanpun kaligrafi akan terus mendapat kedudukan yang tinggi dan menjadi fator nyata yang benar-benar penting dalam pemikiran islam. Karena al-quran adalah firman-firman Allah yang dapat menyentuh setiap aspek kehidupan muslim. Maka tidak salah jika saya menyebut bahwa seni kaligrafi menjadi seni Islam ke puncak seni yang paling tinggi yang tak tertandingi oleh seni lainnya.
Semoga bermanfaat dan terus menginspirasi.
___________________________
Illustrasi: 
- Beberapa tashih saya pada sketsa goresan Hasanuddin ayat pilihan final MTQ Nasional 2018 di Medan. Ayat tersebut dibagi sebelum final dan diolah menjadi Tsulust, Ta'liq, Diwani dan Diwani Jali. 
Akhirnya setelah diundi gaya khath yang keluar saat final adalah khath Ta'liq.
- Karya final Hasanuddin yang meraih juara 1 Kaligrafi Mushaf MTQ Nasional di Medan 2018.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top