Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Muhammad Assiry, 03 Desember 2016









Hari ini Sabtu, 3 Desember 2016 Acara Worksop Kaligrafi bulanan UIN Walisongo Semarang bekerjasama dengan PSKQ Modern yang dimulai jam 14.00 WIB hingga menjelang magrib berjalan dengan kancar.

Meskipun separohnya lebih yang tidak bisa hadir karena mengikuti rombongan ziarah Walisongo, tetapi kemeriahan belajar bersama temen -temen di UIN Walisongo tetap makin jos dan seru.

Dalam setiap Workshop Kaligrafi saya memberikan juga tambahan referensi selain karya Syauqi Efendi dan Hasyim Muhammad tidak lupa buku "Tahsinul Khath" karya guru saya KH.Nur Aufa Shiddiq Allahu yarhamhu ( Pendiri Sanggar Kaligrafi Annur Kudus 1980) juga saya sarankan untuk dimiliki oleh peserta workshop. Karena siapa lagi yang memperkenalkan karya kaligrafi khatthat putra terbaik Indonesia kalau bukan kita.

KH.Nur Aufa Shiddiq adalah kaligrafer terbaik Indonesia di masanya. Belum ada kaligrafer yang melebihi karya - karyanya pada waktu itu. Selain menulis ratusan naskhah kitab, menulis tafsir Al Quran 30 juz pegon gandeng, mempopulerkan kaligrafi stereofoarm dengan menghasilkan kaligrafi ribuan karya dari sterrofoam Kayu ukir, kanvas dan lainnya juga menulis kaligrafi masjid.

Selain prestasi hebatnya itu beliau adalah pengajar kaligrafi yang sukses mengkader ratusan murid-muridnya yang sukses menjadi kaligrafer yang berprestasi Nasional, ASEAN dan Internasional. Allah memang tidak pernah salah memilih kepada siapa ilmuNya dianugerahkan, tentunya untuk hamba -hambaNya yang terpilih.

Sebelum Indonesia mengenal dan belajar kaligrafi, beliau sudah beberapa kali menjuarai event Kaligrafi MTQ Nasional dan ASEAN. Pada tahun 1985, beliau menyabet prestasi juara 1 Kaligrafi MTQ Nasional di Lampung, kemudian juara 1 Kaligrafi Tingkat Nasional Istiqlal tahun 1991. Selanjutnya pada tahun 1998 beliau berhasil meraih juara 3 Kaligrafi ASEAN dan seabrek prestasi lainnya.Al Quran besar ukuran 2 meter 1,5 meter yang sekarang dimusiumkan di Masjid Alun -alun Kudus adalah goresan indah tangannya.

Semoga apa yang saya lakukan untuk terus menebar virus -virus kaligrafi adalah Wujud khidmah dan tadzim kepada Bapak Ibu saya yang tercinta dan para guru kaligrafi. Khususnya kepada KH.Nur Aufa Shiddiq alm, karena dari KH.Nur Aufa Shiddiq alm, saya banyak belajar bahkan dituntun dan dipapah belajar kaligrafi dari nol/dasar, hingga sampai mengerti dan memahami kaidah kaligrafi mulai tahun 1996 -2000. Bahkan ketika saya khidmah dan pengembangan belajar kaligrafi di Pesantren Kaligrafi LEMKA Sukabumi 2000 sampai 2007 saya masih terus tashih karya kaligrafi kepadanya hingga dinyatakan lulus oleh beliau.

Alhamdulillah berkat bimbingan KH.Nur Aufa Shiddiq dan KH.Dr. Didin Sirajuddin AR, saya berhasil menggondol juara 1 Nasional 2003 Kalteng dan juara 1 Kaligrafi ASEAN di Brunai Darussalam untuk semua cabang Kaligrafi yang dilombakan pada th. 2001 dan 2006 ( Naskhi, Tsulust, Riqah dan Diwani).

Semoga terus bermanfaat dan menjadi jariyah untuk semua Guru Kaligrafi yang membimbing saya dan Bapak Ibu saya yang tidak akan pernah kering dan terus mengalir kemana -mana virus -virus keberkahan kaligrafi ini. Amiiin.


About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top