Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 26 Desember 2016








Katakan saja bahwa langkah dan ide ini "gila" alias ngga waras. Sesuatu memang perlu dimulai dengan langkah -langkah nekat dan berani. Jika "Bisnis maksiat" saja terus berkembang pesat tentu ini karna sifat Maha Rahman Allah. Lha ko mendirikan Sanggar Kaligrafi atau Pesantren yang tujuannya untuk syiar agama kita masih ragu dan takut.

Keraguan sedikit saja itu sama saja kita "ngenyek" ( read: menistakan) kredibilitas dan kekuasaan Allah. Lha wong kita khawatir besok ndak bisa makan itu saja kita sudah bisa disebut sebagai "penista Tuhan". Apalagi ini yang berkaitan dengan pengembangan keilmuan Al Quran sebagai kalamullah.

Padahal sudah jelas Allah menjamin keberlangsungan Al Quran karena Allah langsung yang menjamin keotentikan dan Allah pula yang terus menjaganya hingga akhir masa. "Inna nahnu nazzalnaa adzikra wainna lahu lahafidzuun".( QS. AL HIJR 15:9).

"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya". Jika memang demikian adanya tentu kita jangan pernah ragu bahkan khawatir sedikitpun untuk terus berkiprah dalam melestarikan, menjaga dan ikut menjadi duta Al Quran dengan terus belajar dan berbagi ilmu untuk mengajarkan Al Quran meskipun kemampuan kita hanya tulisan indahnya (read: kaligrafi )saja kepada siapapun.

Saya akan terus menjadi "kompor" bagi siapa saja terutama untuk teman -teman kaligrafi yang concern dibidang ini. "Ngompori" atau memberi sedikit letupan -letupan dan sedikit kobaran api biar makin semangat dan membakar gairah untuk pengembangan kaligrafi yang lebih cepat di seluruh pelosok daerah di Indonesia.
Keseimbangan hidup, desir angir, rerumputan yang terus bergoyang dan apapun saja bisa terus bergerak agar stabilitas kehidupan ini terus tetap seimbang dan sesuai porosnya masing-masing.

Air yang tergenang itu adalah sumber penyakit apalagi jika musim hujan seperti ini. Maka apapun itu harus terus bergerak biar sehat dan bermanfaat baik kreativitas, ide, gagasan, pemikiran, kecerdasan, cita -cita harus diwujudkan dengan terus mengambil langkah dan tindakan untuk mendekatkan kepada gerbang tujuan keberhasilan yang kita impikan.

Mengutip kata -kata Albert Einstein "Orang-orang itu seperti sepeda. Mereka bisa menjaga keseimbangan mereka hanya selama mereka terus bergerak. (Surat kepada Eduard Einstein, 5 Februari 1930)

Maka gerakan dan gebrakan itu terus diwujudkan melalui tangan dingin Bang Hendro Budi Sungkowo, yang juga aktif sebagai ABRI. Akademi Kaligrafi dan Seni Lukis atau AKLIS yang ia dirikan bersama kawan-kawannya pada 2015 silam sekarang terus berkembang pesat. Bahkan saya terus "ngompori" agar AKLIS tersebut menjadi Pesantren Kaligrafi di Prop. Kalimantan Barat.

Akhirnya malam ini Senin malam, 26 Desember 2016 dipojok Pasar Singkawang sambil rileks dan "berhahahihi" menghabiskan duren beberapa buah saya, Bang Hendro dan Bang Anung S.Pd Guru Seni Rupa PNS di SMA 2 Singkawang memutuskan dan mendeklarasikan bahwa AKLIS menjadi Pesantren Kaligrafi dan Seni Lukis di Kalbar yang bisa merangkul dan mengayomi juga juga menjadi rumah kaligrafi masa depan untuk menampung seluruh aspirasi dan mewujudkan cita -cita bersama masyarakat Kalbar untuk mewujudkan Kalbar sebagai salah satu kawah candradimukanya kaligrafi di Indonesia. Alhamdulillah.

Soal asrama dan tempat Santri yang belum terpenuhi bisa terus diperjuangkan asal terus bergerak dan jangan pernah berhenti menyerah meski sejengkal langkah saja. Bahkan seluruh perjuangan saya ketika membangun PSKQ Modern dan mengkader Santri -Santri PSKQ Modern adalah inspirasi kecil yang bisa saya ceritakan dan saya bagi kunci-kuncinya kepada siapa saja sebagai acuan yang paling dasar bahwa hendaknya kita terus berpolarisasi dan terus melestarikan Al Quran sebagai wahyu Illahi.

Berkali -kali saya sering menyampaikan bahwa belajar menggores dan mengajarkan satu huruf Al Quran dengan ikhlas karena cinta kepada Allah dan Nabi kita, maka sesungguhnya kita adalah sebagai duta-duta Al Quran. Jika ribuan orang pada bulan Maulid semuanya ramai menggelar pengajian di mana-mana, maka dengan kita berkaligrafi Al Quran dan mensyiarkannya itu saja sudah dicatat oleh Allah kita sudah "bermaulid" kepada sang pembawa risalah yakni Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Karena tanpa Nabi Al Quran tidak akan pernah ada. Bahkan "lailatul Qadar" pun yang pahalanya lebih baik daripada beribadah seribu bulan itu juga tidak mungkin ada dalam sejarah kehidupan manusia.

Semua menjadi ada, semua menjadi discon besar -besaran dan surprise dari Allah karena kita adalah ummat Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Karena Nabi kita Muhammad adalah Master Piecenya Allah SWT. Bahkan Alam semesta inipun tidak akan pernah ada. Karena Nabi semuanya Allah adakan dan ciptakan untuk seluruh semesta.

Shallu 'ala annabiy...

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top