Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

assiry gombal mukiyo, 22 Desember 2016










Adek Izza Nasira Azzahra yang baru kelas 1 SMP ini memang patut menjadi Inspirasi kita yang sudah tua dan dewasa. Bagaimana tidak, diusianya yang masih imut ( baca: 12 th) ia sudah puluhan kali mengukir prestasi dari berprestasi NEM tertinggi , rangking 1 dari kelas 1 sd 6 , nilai ujian matematika 100 , finalis lomba matematika nasional, juara 1 catur nasional , juara melukis tingkat jateng, juara 1 siswa teladan sekota salatiga dan diterima langsung di SMPN 1 salatiga jauh hari sebelum pengumuman ujian akhir, dan juga sebagai 3 dari "Peserta terkreatif" dari 40 Peserta Pesantren Kaligrafi Ramadhan PSKQ Modern yang sudah rata -rata berusia dewasa bahkan ada 8 orang yang sudah Sarjana. Prestasi terbaik dibidang akademik dan non akademik dilibas habis oleh Izza, panggilan akrabnya saat mengikuti Pesantren kaligrafi Ramadhan di PSKQ Modern 2016.

Tentu prestasi yang gemilang ini tidak lepas dari bimbingan dan keberhasilan seorang ayah yang bernama Bp.Amien dan totalitas bukti cinta seorang Ibu Wardayani.

Mengutip pendapat Erich Fromm seorang Filsuf dan psikolog dari Jerman dan Amerika Serikat (1900-1980), "Hubungan orang tua khususnya ibu-anak adalah paradoks dalam arti tertentu tragis. Hal ini membutuhkan cinta paling intens di sisi ibu, namun cinta ini yang harus membantu anak tumbuh jauh dari ibu, dan menjadi sepenuhnya independen".

Mereka orang tua Izza kompak dan begitu fokus berniat menyekolahkan Izza panggilan akrabnya itu untuk bersosialisasi, bekerjasama dan peduli dengan sesama. Menurut Pak Amien Salatiga seorang anak bukan untuk diadu dan berkompetisi, apalagi hanya untuk gengsi semata. Bahkan ketika dikirim di PSKQ Modern untuk mondok mengikuti Pesantren Kaligrafi selama sebulan penuh justru kedua orang tua Izza sengaja tidak menengoknya sama sekali hanya berkirim kabar lewat hand phone, karena mereka menerapkan sebuah teladan cinta yang menguatkan kepada Izza untuk bisa latihan mandiri, bekerjasama, bersosialisasi dan peduli terhadap sesama temannya meskipun dimulai dari lingkup yang kecil di PSKQ Modern. Masya Allah.

Saya begitu bersyukur karena telah dipertemukan oleh Allah kepada kedua orang tua yang luar biasa ini. Diperkenalkan kepada seorang anak kecil yang justru saya menjadikannya sebagai guru yang menginspirasi saya yang sudah tua bangka ini, juga memberi getaran magnet bagi jutaan anak -anak seusianya agar bisa meniru gebrakan dan prestasinya yang emas itu.

Saya haru, bangga dan bergetar jiwa ini saat membaca tulisan Bapak Amin yang dinasehatkan untuk Izza putri jelitanya. Saya kutip tanpa merubah kata dan untaian kalimatnya. Beginilah yang Ia tulis:
"Ada saatnya bahwa menang atau kalah, eksis atau tidak eksis sudah tak penting lagi nak, yang penting happy karna kulihat dirimu sudah begitu enjoy dalam melangkah.

Tidak seperti ketika dirimu menangis karena harus memilih mewakili lomba catur apa melukis dalam waktu yang sama. Karena dirimu suka keduanya maka begitu berat dikau memilihnya.

Begitulah nak...hidup memang pilihan, kadang untuk belajar menentukan pilihan dan sekaligus bertanggung jawab atas pilihan itu dibutuhkan pengorbanan, layaknya langkah bidak catur yang kamu mainkan, dan kini kau telah membuat bangga orang disekitarmu, setelah juara 1 catur nasional kau raih, juara menggambar, juara siswa berprestasi, juara tiki, juara matematika dan entah esuk apalagi. Nak..teruslah bermimpi dan berkarya. Smoga dikau selalu ingat rahasia kecil kita untuk berusaha menyambut apapun dengan ceria. Karena mendapatkan ridho Alloh azza wa jalla adalah prestasi dan keceriaan sesungguhnya".

Ya Allah ya Kariim...Setidaknya ketika banyak anak -anak yang seusianya hanya bermain dan membuang waktu, bagi Izza belajar apapun saja juga melukis kaligrafi adalah permainan yang berkualitas. Dia menjangkungi siapa saja yang bahkan lebih dewasa darinya. Bukan usia memang yang menentukan kedewasaan dalam diri seseorang melainkan perilaku, pilihan hidup, prinsip hidup, prestasi yang bermanfaat, berbakti kepada orang tua, dan menaburkan kemanfaatan kepada siapapun adalah puncak pendewasaan seorang manusia dihadapan Tuhannya " Khairunnas anfa'uhum linnasi.

Saya meyakini siapaun kita diberikan porsi yang sama oleh Allah tinggal ketekunan dan fokus atas apapun yang kita hadapi itu yang akan menentukan kesuksesan dan nilai kita. Adek Izza yang masih sangat belia ini sudah bisa fokus dan tekun atas apapun kegiatan yang dilaluinya sehingga kesuksesan dan prestasinya beruntun bagai rinai hujan yang terus mengguyur.

Seperti yang pernah diungkapkan oleh Albert Einstein "Bukan karena saya sangat cerdas atas apa yang saya dapatkan dalam hidup saya, melainkan karena saya tekun dalam menghadapi permasalahan lebih lama".

Dek Izza teruslah menaburkan mewangi karena budi pekertimu yang santun dan kemanfaatan atas hidupmu. Buatlah Rasulullah tersenyum karena bangga melihatmu. Semoga teman -temanmu Santri -Santri PSKQ Modern iri. Iri yang positif terhadap dirimu atas seluruh anugerah yang Allah telah tanamkan dalam jambangan hidupmu agar kita semua menjadikanmu sebagai teladan dan motivasi agar lebih baik, Amiiin.

Illustrasi:
Dek Izza yang berpose didepan lukisan saya (Muhammad Assiry) saat Pameran Kaligrafi Nasional di UIN Sunan Kalijaga, beberapa foto prestasi lomba catur dan lainnya, berpose didepan Gallery Kaligrafi Serambi Syaiful Adnan Yogya setelah mentashihkan karya lukisannya kepada Bp. Syaiful Adnan saat mengikuti rangkaian kegiatan Pesantren kaligrafi Ramadhan dan pose bersama keluarganya.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top