Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 19 Desember 2016


Seni sangat baik dikenalkan kepada anak sejak dini. Dengan seni anak akan belajar menggali potensi dan meningkatkan kreativitas. Namun, seni lukis kaligrafi tidak hanya dapat menggali potensi dan kreativitas anak. Karena didalam kaligrafi terdapat pesan ajaran agama yang dapat meningkatkan akhlak atau budi pekerti.

Ustadz Syaiful Adnan Jogya adalah tokoh seniman lukis angkatan kedua setelah Prof. Dr. AD.Pirous Bandung yang juga merupakan salah satu tokoh pembaharu seni lukis kaligrafi di Indonesia. Menurutnya seni lukis kaligrafi sangat berperan dalam memberikan unsur edukasi kepada generasi muda yang terus harus jaga dan dilestarikan.

"Lukisan itu tidak hanya soal keindahan tetapi juga terdapat pesan-pesan spiritual atau religi". Hal inilah yang beliau nasehatkan kepada saya. Biasanya beliau mengutip ayat-ayat tertentu yang terkadang secara kontekstual menggambarkan permasalah yang ada di masyarakat. Beliau juga memberikan penjelasan yang "unik" dan menggelitik ketika saya bertanya tentang awal gaya lukisan kaligrafi Syaiful atau tulisan kaligrafi gaya Syaiful ini diciptakan. Beliau dengan lugas dan polos menjawab pertanyaan saya,

"Saya membuat gaya kaligrafi itu karena saya belum pernah belajar kaligrafi kaidah. Kalau pada waktu itu saya sudah belajar kaidah tulisan kaligrafi, mungkin saya akan terpengaruh dengan bentuk kaidah kaligrafi yang sudah ada. Jadi ada hikmahnya ketika saya mencoba mencorat-coret membuat gaya penulisan kaligrafi dengan karakter saya sendiri dalam setiap goresan karya saya. Meskipun demikian acuan penulisan kaligrafi dalam karya saya biar tidak salah dalam penulisan tetap melihat dan mengacu pada gaya khat naskhi yang saya pelajari ketika membaca Al Quran".

Dewasa ini gaya penulisan kaligrafi "Pak Syaiful" panggilan akrabnya itu dikenal dengan manhaj atau gaya "Khat Syaifulli". Saya sangat merespon baik semoga gaya tersebut bisa dimasukkan kedalam gaya penulisan kaligrafi klasik yang sudah populer( aqlam assittah) sebagai ciptaan salah satu putra terbaik bangsa ini. Semoga saja gaya Khat Syaifulli ini bisa menstimulasi para Kaligrafer lainnya untuk terus bisa menggali, menemukan dan berinovasi menciptakan gaya-gaya atau bentuk lainnya selain yang sudah ada itu.

Ustadz Syaiful Adnan mengaku belum lengkap jika lukisan hanya keindahan saja tanpa pesan. Lukisan harus ada makna yang tersirat dan manfaat salah satunya dengan kaligrafi tersebut.

Harapan dari Ustadz Syaiful Adnan adalah pada setiap karyanya memberikan motivasi kepada penikmat seni agar dapat berkarya maupun mengambil manfaatnya.

Menurut saya karya-karya Ustadz Syaiful Adnan merupakan respon terhadap keadaan yang terjadi di bangsa ini sebagai wujud kontrol sosial. Sudah semestinya lukisan kaligrafi menjadi washilah hubungan vertikal dirinya yaitu hablumminallah atau hubungan pribadi seorang hamba kepada Tuhannya. Tidak hanya hablumminannas atau hubungan sesama manusia semata.

Sesuai rundown acara Sayembara Kaligrafi Mushaf Nasional Milad/Harlah PSKQ Modern ke-10 yang diselenggarakan pada tgl 16-20 Januari 2016 di Hotel Grand Muria Colo dan Arjuna Resto Kudus, Jawa Tengah. Ustaz Syaiful Adnan juga didapuk sebagai salah satu Pengisi Pameran Kaligrafi dan Pemateri Dialog Kaligrafi Nasional dengan diberi tema langsung oleh beliau sendiri yaitu:

"Masa depan Kaligrafi Kontemporer ditengah umat Islam Indonesia dan dunia Islam kosmopolitan".

Dalam pertemuan di Serambi Syaiful tersebut beliau berharap dengan adanya Sayembara Kaligrafi Nasional, Pameran Kaligrafi Nasional, Dialog Kaligrafi Nasional dan acara lainnya yang dipelopori oleh PSKQ Modern tersebut sebagai awal kebangkitan kembali kaligrafi Islam di Indonesia. Dalam kunjungan itu yang juga diikuti oleh Sdr. Yudhi D Arifianto dan Sdr. M Ragil AS melahirlah gagasan untuk dibuatkan semacam wadah bagi para Pelukis dan Seniman Kaligrafi Kontemporer tingkat Nasional. Semoga selalu dimudahkan Allah dalam menggapai cita-cita untuk terus bersatu dan mengaktualisasikan secara bersama-sama baik ide, gagasan, dan mimpi besar para Seniman Kaligrafi untuk menyemai dan membumikan kaligrafi di nusantara ini.

Illustrasi:
Pada hari Minggu, 18 Desember 2016, setelah selesai mengisi Workshop Kaligrafi di UIN Sunan Kalijaga Tampak Saya dan Ustaz Syaiful Adnan asyik bercengkerama ngobrol tentang kaligrafi hingga bedug maghrib di Gallery Kaligrafi Serambi Syaiful.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top