Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9



Setiap cinta konsekuensinya adalah pengorbanan. Tidak bisa disebut pecinta jika seseorang tidak mau atau enggan berkorban kepada yang dicinta.

Bagi pecinta tidak mengapa jika 12 bulan Allah menjadi Ramadhan semuanya. Tetapi karena Tuhan begitu mengerti kadar kemampuan hambanya, maka cukup sebulan Ia menyuruh kita berpuasa demi cinta yang kita luapkan kepadaNya.

Ketika yang kita cintai menyuruh apapun bahkan sekadar berpuasa untukNya maka dengan segenap jiwa raga kita akan menjalaninya dengan perasaan senang karena kita sungguh-sungguh cinta kepadaNya. Sehingga harapan utama kita adalah terbalas cinta kita ( Asshoumu lii wa Ana ajzii bihi).

Jika puasa adalah bukti pengorbanan cinta, maka Idul Fitri adalah tanda semoga diterima cinta kita oleh Allah yang maha cinta dengan memberikan limpahan rahmat ( kasih sayang) dan ampunan.

Kita mudah mengatakan cinta bahkan terhadap pasangan yang kita cinta, tetapi sungguh itu tidak cukup jika belum dibuktikan dengan pengorbanan yang disebut kesejatian cinta. Maka kayu Jati yang menjadi bahan baku kapal raksasa Nabi Nuh adalah kayu yang benar -benar dianggap sejati karena ketahanan dan dianggap paling kuat sebagai kayu yang mampu menahan keropos beribu tahun.

Puasa itu adalah upaya lahir dan bathin untuk menuju puncak "kesejatian cinta", karena hanya pribadi kita dan Tuhan saja yang tahu. Kesadaran bahwa asal kejadian manusia dari tanah, harus mampu mengantar manusia memahami "jati dirinya" sebagai hamba.

Maka seberapa besar bukti cinta kita bisa teridentifikasi dengan menjalankan seluruh perintahNya dengan terus menanam pohon ibadah sebanyak -banyaknya pada Ramadhan, sehingga buah manisnya bisa terus kita petik pada bulan -bulan setelah Ramadhan.

Tuhan yang akan membalas cinta kita yang "hanya kata -kata" atau "terbukti nyata", entah diterima atau tidak. Semoga kita semua adalah bagian dari orang -orang yang hasrat dan cinta kita diterima olehNya bukan yang tercampakkan (la'allakum tattaquun). Amiiin.

÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Saya Muhammad Assiry & Keluarga besar PSKQ Modern.
Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1438 H, mohon maaf lahir batin, mohon doa untuk kebaikan dan keberkahan fiddin waddunya wal akhirah, kulla 'aam wa antum bi khair. 1 Syawal 1438 H.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top