Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Kudus, 27 Januari 2017
Muhammad Assiry-Presdir PSKQ Modern





























Malam ini saya kadatangan tamu dari Panitia Festifal Istiqlal lll 2017 di Arjuna Resto yakni Mas Amien Salatiga sebagai ketua panitia Festifal Istiqlal HARLAH Istiqlal yang ke- 39 sejak 22 Februari 1978 Istiqlal berdiri. Meskipun saya harus "ngebut" nyetir mobil sendirian dari Masjid Baiturrahman Madiun Jatim dari siang tadi agar bisa bertemu dengan Team Panitia Festival Istiqlal, tentu seluruh energi yang berlipat -lipat itu adalah pemberian Allah semata.

Dalam kesempatan itu bersama temen -temen lainnya tampak yang hadir diantaranya adalah: Mas Husni Mubarok Dosen Tarbiyyah STAIN Kudus, Mas Muhammad Misbah Dosen Ilmu Tafsir STAIN Kudus, Mas Farid, Mas Ismail, Mbak Ika dan lainnya yang merupakan alumni MAPK Solo yang didapuk oleh Istiqlal sebagai pantia penyelenggara Festival Istiqlal lll 2017 di Masjid Istiqlal Jakarta, Indonesia.

Semoga saya tidak salah memberikan informasi, Insya Allah Bupati Kudus Bp.Dr.H.Musthofa SE, MM dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab.Kudus Bp. Drs. H. Yuli Kasiyanto, M.Pd beserta Ibu Hj.Mutrikah Tika S.H akan mensupport dan mengakomodir seluruh rangkaian acara Soft opening Festifal Istiqlal yang bertema " International Festival For Indonesian Islamic Cultures & Arts ( IFFIICA) dengan memecahkan rekor Dunia yakni membuat Mushaf Al Quran terbesar di Dunia dengan bahan kanvas, ukuran 4x3 meter yang menggunakan motif khas batik Kudus dan ornamen Gebyok Kudusan yang menjadi ikon kebanggaan Kota Kudus sebagai warisan seni dari Kanjeng Sunan Kudus.

Tentu mulai dari proses penggarapan Mushaf raksasa tersebut sampai selesai Santri -Santri PSKQ Modern dalam pengerjaannya dengan puasa Sunnah setiap hari dan terus dalam keadaan suci/berwudhu. Seluruh cat dan bahan juga peralatan membuat mushaf Al Quran tersebut bebas dari bahan najis seperti bulu kuas babi dan semacamnya dan betul -betul ditashih dan dijamin kehalalalannya oleh MUI Kudus.

Saya dan seluruh civitas Santri PSKQ Modern hanya mengawali dan menjadi pionir terdepan membuat Mushaf raksasa tersebut dengan memulai mengerjakan dari QS.Al Fatihah sampai QS.Al Baqarah.

Selanjutnya Mushaf Al Quran tersebut akan ditulis genap 30 Juz oleh seluruh kaligrafer terbaik di negeri ini yang terpilih dengan frame atau motif pinggir menampilkan corak motif khas daerah dari seluruh propinsi di Indonesia. Setelah genap 30 Juz Mushaf Al Quran itu dibuatkan tempat khusus Musium Al Quran raksasa dan dicetak secara massal sebagai kekayaan khasanah Islam bagi bangsa Indonesia. Masya Allah....Keren bukan?

Sesuai rundown acara untuk penulisan kaligrafi Bismillah dari QS.Al Fatihah dalam soft opening Festival Istiqlal yang rencananya dibuka pada tgl. 21 Februari 2017 akan diberikan penghormatan kepada Presiden RI Bp.H.Joko Widodo dan Bupati Kudus H. Musthofa untuk menggoreskannya dan Ayat lanjutannya digores oleh Muhammad Assiry selaku pimpinan dan pengasuh PSKQ Modern.

Selain menampilkan karya Mushaf Al Quran terbesar di Dunia, PEMKAB Kudus juga menampilkan seluruh produk-produk ekonomi kreatif unggulan ( UMKM) seperti Dekorasi panggung full gebyok ukir kudusan, soufenir, hasil olah seni terapan kaligrafi produk Kampung Kaligrafi Indonesia PSKQ Modern, kerajinan, cinderamata khas kudus, produk jajanan dan oleh -oleh khas kudus dan masih banyak yang lainnya.

Tidak hanya itu tetapi seluruh rangkaian acara Soft opening festiqlal tersebut "diback up" oleh PEMKAB Kudus dengan menyuguhkan seluruh keriuhan dan kemeriahan acara tersebut yang dihadiri para Ulama Dunia, Negarawan, Budayawan, Pejabat Kementerian RI, para Pengusaha Nasional, bahkan Imam Masjid besar Internasional dari Negara -Negara Sahabat juga akan hadir dalam perhelatan Akbar skala internasional tersebut.

Tentu ini akan membawa Kudus semakin dikenal Dunia apalagi tidak ketinggalan dalam Soft Opening Festival Istiqlal lll tersebut PEMDA Kudus juga menyuguhkan seluruh kekayaan Seni budaya Kab. Kudus seperti tari kretek, Tari GUSJIGANG, Penampilan dan peragaan Batik khas kudus, Batik hijab Kaligrafi karya Muhammad Assiry, perlombaan-perlombaan, pagelaran Ketoprak, Musik etnik kudus, Teater, Drama, Pembacaan Puisi Kudus dan banyak lagi yang lainnya.

Masya Allah, luar biasa. Tidak terbayang dan terlintas sedikitpun bahwa Kota Kudus mendapatkan tempat yamg terhormat dalam acara Soft opening Festifal Istiqlal III 2017.

Kudus tidak hanya di kenal sebagai kota kretek, lebih dari itu Kudus menjadi garda terdepan dengan menancapkan tonggak sejarah di kancah Dunia Internasional. Bahkan selayaknya kita bersama ketahui bahwa Kudus menjadi kota Budaya dan Religi bertaraf Internasional. Apalagi dengan mengukuhkan PSKQ Modern sebagai Kampung kaligrafi Nasional bertaraf internasional sebagai Asset PEMDA Kudus serta menjadikan kaligrafi sebagai kearifan lokal yang akan terus dijadikan sebagai kebanggaan masyarakat Kudus yang menjadi Destinasi Wisata bagi Wisatawan Domestik maupun mancanegara.

Semoga para pemilik kebijakan di Kudus terus diberikan kemudahan oleh Allah untuk terus memperkenalkan dikancah Nasional dan Internasional betapa Kudus adalah bukan sekadar Kota kecil dipesisir selatan Jawa Tengah tetapi menjadi kota kebanggaan masyakat Dunia Islam.

Tidak sia -sia Sunan Kudus dan Sunan Muria sebagai dua tokoh sentral penyebar Islam di Kudus yang dengan keberhasilan dakwahnya menjadikan kudus sebagai ikon Seni, budaya, dan Ekonomi kreatif bukan hanya slogan dan isapan jempol belaka. Kita para generasi penerus hanya bisa berupaya menjaga tradisi budaya yang baik dengan terus menjaga, mengasah dan ikut berpartisipasi aktif dalam pengembangannya kearah yang lebih baik agar semakin mendunia. Pokoknya Kudus Go Internasional, Yesss...!!

Temen -temen sekalian, saya mohon ijin istirahat dulu yah, karena besok pagi saya harus meeting lagi bersama Panitia Sayembara yakni Mas Amiien, Ibu Mutrikah, Bpk. Yuli I, untuk mempersiapkan bertemu Bupati Kudus Bp.H Musthofa untuk rapat koordinasi acara Festival Istiqlal tersebut. Pokoknya info selanjutnya akan saya tulis kemudian.

Maklum 3 hari saya harus mondar -mandir terus menggila dengan menebar virus kaligrafi di Madiun dan lainnya.
.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top