Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Muhammad Assiry, 04 Maret 2017



Menghiasi Kubah masjid / Musholla dengan Motif /illuminasi kaligrafi tidaklah serumit yang dibayangkan orang, samgat mudah bila sudah mengetahui tekniknya. Inilah beberapa teknik sederhana yang sering dipraktekkan oleh Santri -Santri PSKQ Modern.

Perlu kita ketahui dahulu apa itu motif / iluminasi. Secara bahasa Illuminati (bentuk plural dari bahasa Latin illuminatus, yang berarti "tercerahkan"). Dalam bahasa inggris illuminate berarti menerangi.

Jadi iluminasi /motif itu adalah ragam bentuk hiasan yang bertujuan "to illuminate" untuk menerangi atau membuat sebuah karya menjadi terlihat lebih "jreng" atau lebih terang dan indah karena adanya unsur dari berbagai bentuk ragam hias.

Illuminasi /motif adalah bagai ruh bagi sebuah karya kaligrafi agar terlihat hidup, anggun dan lebih indah. Ada beberapa tahapan dari proses mulai menyiapkan desain, membuat pola atau mal, mengaduk dan mengoplos warna dengan mengikuti panduan desain yang sudah diprint out agar memudahkan untuk memperkirakan takaran gelap terangnya warna sebagai patokan awal dalam membuat karya.

Karena jika tidak demikian, maka pekerjaan melukis motif/ illuminasi menjadi lebih lama karena bisa jadi disebabkan oleh kesalahan kita dalam mengkomposisikan atau memadu padankan warna -warni tersebut agar terlihat lebih harmoni.

Kita tentu harus pintar mengolah ekspresi dan imajinasi kita. Mana warna yang analog(serumpun ) misalnya kesan kecoklatan atau kebiruan. Juga kita diharapkan mampu mengolah kreasi dari warna -warna komplementer ( warna yang bertentangan) misalnya biru dan merah).

Akan saya paparkan secara singkat proses pembuatan motif /illuminasi & kaligrafi pada Kubah Masjid/Musholla :

Siapkan bahan dan alat perlengkapannya sebagai berikut yaitu:
- Cat Mowilex warna primer saja merah, kuning, biru, putih sesuai dengan volume dinding kubah yang akan dilukis Motif dan Kaligrafi.
- Pisau cutter
- Pensil 2b.
- Kertas karton/duplex secukupnya.
- Print out desain illuminasi/ motif yang akan dibuat.
- Penghapus pensil
- Kapur/pensil kapur acrilyc untuk membuat sketsa kaligrafi
- Wadah atau tempat untuk mengaduk/mencampurkan warna.
- Kain Lap / kain bal sejenis katun.
- Kuas berbagai ukuran, termasuk juga kuas untuk menulis kaligrafi
- Lakban kertas dan lakban bening.
- Ember kecil dan botol plastik tempat oplosan cat secukupnya
- Penggaris dan meteran
- Benang rol
- Penggaris dari triplek
- Rol Spon

Langkah awal sampai akhirnya sebagai berikut:
Lakukan pengecatan dinding Kubah dalam maupun luar dengan dicat warna dasar setelah sebelumnya dihamplas halus terlebih dahulu untuk menghilangkan lapisan debu yang menempel di dinding kubah.

Langkah selanjutnya diameter kubah dibagi dahulu menjadi 8 atau 12 ( sesuai kebutuhan) dengan mengambil center garis dari titik tengah kubah. Untuk membuat garis lurus anda bisa menggunakan penggaris panjang. Misalnya dengan menggunakan triplek yang sudah dipotong dengan ukuran lebar 10 centimeter memanjang atau bisa disambung jika kurang panjang sesuai dengan ukuran tinggi kubahnya. Penggaris triplek tersebut sangat membantu untuk membuat garis -garis lurus sehingga memudahkan kita dalam pembagian motif yang akan kita kerjakan sehingga ukuran antara motif yang satu dengan motif yang lain proporsional.

Setelah selesai membuat garis-garis kubah kemudian langkah selanjutnya adalah menyiapkan gambar motif yang telah diprint sesuai ukuran dengan desain komputer atau dengan cara manual dengan membuat sketsa desainnya di kertas karton dengan patokan desain/gambar dan garis-garis yang sudah kita kerjakan pada dinding kubah tadi diawal.

Kertas karton yang dipilih baiknya yang berwarna Putih atau warna terang untuk membuat pola sesuai desain yang dikehendaki untuk memudahkan membuat pola tau malnya.

Setelah sketsa di karton sudah jadi kemudian karton tersebut dilakban bening semuanya bolak -balik. Tujuannya biar pola ( mal ) tidak cepat rusak jika digunakan atau dirol. Kemudian sketsa motif yang sudah dilakban dikarton tadi dilubangi menggunakan pisau cutter mengikuti bentuk motif.

Setelah karton yang sudah dibuat pola /mal sudah dilubangi, kemudian tempelkan mal (pola) tersebut dilokasi dinding kubah yang mau kita lukis motif /illuminasi tersebut.

Langkah selanjutnya kita blok setiap ruang motif dan ruang untuk kaligrafinya dengan minimal 2 kali pengulangan. Tunggu beberapa menit agar catnya agak kering untuk menebalkan blok tersebut hingga benar -benar rata.

Setelah dinding kubah semua rata diblok cat, tempelkan pada dinding kubah yang akan kita lukis tersebut dengan menggunakan potongan lakban kertas disudut -sudut kertas mal/pola biar tidak repot harus memegangi saat membuat sketsa motif pada dinding kubah. Setelah itu kemudian kita tebalkan dengan menggunakan pensil / pensil kapur ( ini untuk teknik lukis manual hand made atau seperti batik manual. Cuma bedanya kalo batik menggunakan canting tapi kalau melukis motif /illuminasi di dinding menggunakan kuas disesuaikan dengan pola/mal. Atau dengan cara yang lebih cepat dan praktis yaitu mal / pola tersebut langsung kita cat dengan mnggunakan rol spon yang kecil ( teknik sablon) pada bagian -bagian ruang motif.

Dengan catatan cat yang sudah dioplos itu campuran airnya jangn terlalu banyak/encer, tetapi harus agak sedikit kental, agar tidak meleber ( menetes) catnya saat di rol menggunakan rol spon.

Kita copot dulu kertas mal /pola jika kita melukis motifnya dengan teknik hand made( batik tangan ) atau jika teknik yang dipakai adalah dirol mnggunakan rol spon yang kecil ( teknik sablon). Maka mal / pola motif /illuminasi tersebut dilepaskan setelah selesai dirol / disablon minimal diulang 2 kali . Nah tercetaklah pada dinding kubah, hasil motif /illuminasi tsb.

Terakhir tinggal kita finishing touch dengan menebalkan lagi motif tadi dengan cat tembok mowilex/ acrilic, dengan kuas yang halus( bulu lembut).

Setelah motif / illuminasi sudah difinishing touch, langkah selanjutnya adalah menggores ruang kaligrafi dengan kuas khusus. Biasanya Santri -Santri PSKQ Modern menggunakan kuas pipih Winsor atau azanta ( bukan bulu babi) dengan ujung kuasnya dipotong sesuai dengan ketebalan huruf kaligrafi yang dikehendaki.

Perlu diperhatikan bahwa untuk menghasilkan goresan huruf kaligrafi yang indah dengan komposisi yang serasi dibutuhkan proses latihan khusus dan rutin dengan bimbingan Guru yang sudah mahir.

Itulah sekelumit teknik melukis motif / illuminasi dan Kaligrafi sederhana dan singkat pada kubah Masjid / Mushalla. Selamat mencoba, Semoga bermanfaat.

CV.Assiry Art dan PSKQ Modern terus menebarkan virus-virus kaligrafi di manapun berada.

Illustrasi:
-Kaligrafi Kubah Masjid Al Ihsan Diameter 10 meter karya Assiry Art di Nunukan Kalimantan Utara 2015.
- Karya Assiry Art menghiasi ratusan Masjid yang tersebar di Indonesia dan beberapa di Manca Negara.

Website: www.assirykaligrafimasjid.com, Info belajar: www.pesantrenkaligrafipskq.com

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top