Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 30 Maret 2017

 
Tidak sedikit dari kita terus menyuarakan untuk terus belajar kaligrafi bersanad. Bahkan ada juga yang paling lantang meneriakkan bahwa belajar kaligrafi harus bersanad sedangkan yang belajar kaligrafinya tidak bersanad kepada Guru Kaligrafi yang jelas dianggap menyesatkan.

Sah dan boleh -boleh saja mau belajar kaligrafi dengan sanad guru yang jelas atau tidak. Yang terpenting terus belajar dan mau berbenah. Kekuatan seorang Kaligrafer besar letaknya pada karya yang dihasilkan (ijadah) bukan menggantungkan pada setifikat pengakuan (ijazahnya) semata.

Berbahagialah bagi yang belajar langsung dengan para Maestro besar kaligrafi dunia, tetapi itu bukan sebuah jaminan bahwa karya -karyanya juga berkelas dan berkualitas kemudian menganggap yang tidak belajar langsung kepada Master karyanya dianggap remeh.

Bahkan ratusan Kaligrafer -Kaligrafer hebat Indonesia dan dunia yang belajar kaligrafi tidak secara langsung bertemu dengan para Master kaligrafi dunia, hanya belajar kaligrafi melalui karya -karyanya.

Semua dari kita harus tetap bergandengan tangan saling berfastabiqu al khairat, saling asah, asih dan asuh. Yang sudah bisa memberikan ilmunya kepada yang belum bisa, sebaliknya yang masih pemula jangan sungkan dan malas belajar. Yang sudah mapan dan berpengalaman Jangan pelit berbagi ilmu dan menunjukkan kepada yang masih pemula jangan malah "diumpetin".

Pernah suatu ketika Khulusi Afandy yang tidak lain adalah Guru satu-satunya dan juga Paman Syauqy afandy pernah menyarankannya untuk melanjutkan belajar kaligrafi kepada kaligrafer lain yang lebih hebat semisal Musthafa Izzat Afandi. tetapi Syauqi tidak mau. Ia berkata :
" Aku tidak akan pergi kepada kaligrafer lain selain engkau ".

Meski Syauqy tidak belajar kaligrafi langsung kepada kaligrafi lain. Tetapi ia mempelajari secara otodidak karya karya kaligrafer besar semacam Hafidz Usman, dan kakak beradik Ismail Zuhdi dan Musthafa Raqim.
Syauqi pun berkata : "Mereka telah mengajariku kaligrafi melalui alam imaginasi meskipun aku tidak bertemu dengan mereka."

Bahkan Sami Afandy, yang juga seorang teman dekatnya pernah berkata mengenai Syauqi: "Syauqi Afandy tidak bisa menulis jelek walaupun dia menginginkannya". Guru hanya membantu yang menentukan bagus atau tidaknya kualitas karya kita ya diri kita sendiri dengan tidak putus-putusnya belajar. Guru saya KH.Didin Sirojuddin Ar pernah berujar:
"Belajar kaligrafi itu bukan bersanad kepada Guru tapi kepada kebenaran dan prinsip- prinsip standar akurasi. Guru memang membantu."

Jangan putus asa dan minder jika anda termasuk salah satu dari ribuan orang yang belajar tidak dengan guru kaligrafi yang bersanad seperti saya. Teruslah belajar jangan pernah berhenti sampai ujung kematian menjemputmu.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top