Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 05 Oktober 2016


Dengan meningkatnya kemajuan teknologi saat ini bukan malah menambah dan mempertahankan kreativitas manusia, namun justru menghilangkan daya kreasinya yang adiluhung. Pemikir dan para Kaligrafer di masa silam mengabadikan temuan dan teori serta pemikirannya melalui tangan-tangan lihai dalam bidang kaligrafi sehingga dihasilkan tulisan yang memukau dan elok dengan gaya penulisan yang bercorak dan bermacam ragam. Kemajuan teknologi tidaklah menjadi ancaman jika kita semua terus andil, kreatif dan terus menjaga warissn Seni Kaligrafi yang begitu agung itu untuk terus kita lestarikan untul menghadapi kemajuan saat ini yang dikenal dengan berbagai font penulisan komputer, laptop, gadget dan semacamnya.

Disadari atau tidak bahwa segala bentuk kreasi manusia yang berupa kekuatan menulis versi kaligrafi dari kecakapan tangan (termasuk manuskrip) sudah memudar akibat suguhan teknologi yang kian memanjakan.

Dengan sajian teknologi melalui penemuan Bill Gates dengan microsoft-nya, dunia tulis menulis sudah dapat dilakukan dengan berbagai macam dan model yang menyamai seni tulis kaligrafi masa dulu bahkan melebihinya, meskipun ada beberapa font kaligrafi yang tidak semuanya bisa dibuat melalu komputer. Sehingga sajian Bill ini mengubah dan menghipnotis secara besar-besaran para penulis kaligrafi untuk mencoba menu Microsoft yang disajikan oleh Bill tersebut. Sehingga lambat laun kreasi mereka tidak begitu diperhatikan. Mereka lebih condong pada yang instan dan melupakan kecakapannya yang hakiki dalam hal gaya penulisan dengan kaligrafi yang sebenarnya lebih menarik dari usaha Bill tersebut jika memang terus dikembangkan.

Jika masyarakat Indonesia dulu menulis buku dan membuat sebuah tulisan arab dengan arsb pegon gandeng atau khat jawi ( red: melayu) menggunakan gaya kaligrafi dari hasil kreasi tangan murni. Kini sudah beralih pada komputer dengan sajian menu sofware yang berupa microsoft dalam komputer atau laptop.

Kerangka buku ala kreasi tulisan kaligrafi hasil manuskrip pada saat ini akan menjadi bahan unik, kemungkinan juga akan dimusiumkan melihat konservatisme seni kaligrafi dalam model penulisan buku kuno. Dengan kehadiran microsoft saat ini, banyak penulis yang mulai meliriknya. Mereka meninggalkan eksistensi dari microsoft yang sebenarnya berangkat dari seni tulis kaligrafi tangan manusia melalui kreasinya pada masa sebelum abad ke-19.

Dari sini tampak jelas di era modern ini manusia dalam sejarah penulisan buku melalui seni tulis kaligrafi sudah mulai sirna dan berganti secara instan dan manual pada microsoft dan percetakan modern. Ini merupakan penjajahan tersembunyi bagi mereka yang memiliki kreativitas dalam bidang seni kaligrafi dan seni manuskrip. Penjajahan semacam ini harus segera ditanggulangi guna antisipasi kematian seni kaligrafi yang pada eksistensinya merupakan hasil kreasi manusia yang otentik.

Dari latar belakang inilah UIN Walisongo Semarang bekerja sama dengan PSKQ Modern, Kudus Jateng untuk menandatangani kontrak kerjasama dalam bidang Pengkaderan dan Workshop Kaligrafi yang diadakan setiap bulan secara gratis dan bersifat umum. Tidak tanggung-tanggung Kontrak kerjasama tersebut langsung ditetapkan oleh Rektor UIN Walisongo Bp. Prof. Dr. H. Muhibbin, M.Ag dengan jangka waktu 5 th. Ini bukan berarti pembelajaran dan Workshop Kaligrafi tersebut hanya berlangsung 5 tahun saja tetapi jangka waktu tersebut hanya sebagai permulaan dan tentu akan terus berlangsung sepanjang masa, Amiin. Saya mengapresiasi setinggi -tingginya kepada Kampus UIN Walisongo yang dengan bangga menjadi pendobrak dan penggerak utama dan pertama bagi pengembangan kaligrafi di dunia Kampus dan Pendidikan di Jawa Tengah.

Workshop Kaligrafi yang akan dimulai pada hari Sabtu, tgl 8 Oktober 2016 di Kampus UIN Walisongo Semarang Jawa Tengah ini adalah salah satu cara kita bersama untuk menjaga kelestarian Seni Kaligrafi sebagai warisan Seni dan budaya Islam yang adiluhung yang sudah semakin terhimpit, terjepit dengan kemajuan teknologi agar terus hidup dan berkembang di wilayah Jateng khususnya dan semoga diikuti oleh Kampus, Sekolah, Madrasah, Instansi Pemerintah dan Swasta diseluruh Indonesia.

Mari kita mulai dari lingkungan terdekat kita yakni keluarga dengan mengajarkan anak -anak kita menulis dan melukis kaligrafi untuk memupuk kecintaan terhadap Seni Kaligrafi.

Jangan terlalu berharap banyak terhadap Pemerintah kita. Karena Pemerintah kita ini sudah membeku di kubangan darurat. Segala sesuatunya sudah darurat. Poros kebekuannya adalah darurat tauhid yang terjadi sekarang ini yang masing -masing individu percaya kepada Dukun pengganda uang dan semacamnya. Darurat tauhid menelorkan berbagai macam darurat lainnya. Darurat kekufuran, kemusyrikan, dan kemunafikan. Darurat politik, hukum, Seni dan kebudayaan. Darurat cuaca dan musim. Darurat keadilan, kemerataan dan keseimbangan. Darurat kepemimpinan dan kerakyatan. Sampai pun nanti darurat pangan, dan kesehatan dan sempitnya lapangan kerja yang terus memprihatinkan. Sudahlah kita tidak usah berharap apa-apa dari pemerintah untuk ikut "mikirin" bagaimana Seni Kaligrafi bisa berjaya dan nenemukan kembali jaman keemasannya.

Sebelumnya saya mewakili PSKQ Modern juga aktif setiap bulan mengisi Workshop Kaligrafi di UIN Sunan Kalijaga Jogyakarta hingga saat ini yang diprakarsai oleh komunitas Kaligrafi dan Sanggar Kaligrafi UIN Sunan Kalijaga Al Mizan. Semoga Worksop Kaligrafi, Seminar Kaligrafi, Kursus Kaligrafi, Pembinaan Kaligrafi entah apapun itu namanya akan terus berkembang diseluruh pelosok Indonesia bukan hanya pada Kampus -Kampus Islam tetapi juga Kampus -Kampus Umum secara lebih luas.

Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan umur panjang dan tenaga yang berlipat -lipat untuk saya agar bisa terus menebarkan virus-virus keindahan Kaligrafi dimanapun berada. Semoga Allah selalu meridhoi atas sisa umur saya yang sudah saya wakafkan untuk kaligrafi agar bisa berbuah kemanfaatan, Amiiin.

www.pesantrenkaligrafipskq.com
www.assirykaligrafimasjid.com

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top