Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

SEPUTARKUDUS.COM, UMK – Masjid ini bernama Darul Ilmi atau rumah ilmu. Bangunannya berbentuk kubikal, bergaya futuristik, namun atapnya berbentuk cungkup, mirip seperti atap masjid zaman Walisongo. Masjid yang dibangun tiga lantai dengan hiasan kaligrafi Kufi dan Tsulutsi ini terletak di bagian barat kampus Universitas Muria Kudus (UMK). Masjid yang sangat megah ini dibangun 2009 lalu dan menelan biaya hingga Rp 5 miliar.

masjid umk
Zamhuri, Manajer Yayasan Pembina (YP) UMK, mengatakan, bangunan masjid memadukan arsitektur lokal dan Timur Tengah. Arsitek yang membuat desain bernama Harmono, orang Bandung. Dia membeberkan, anggaran yang dikeluarkan Yayasan UMK untuk membangun masjid sebesar Rp 5 miliar. “Kira-kira pembangunannya habis Rp 5 miliar,” ungkapnya ketika ditemui di kantor Yayasan Pembina UMK, Selasa (14/6/2016).

Dia melanjutkan, Masjid Darul Ilmi diresmikan tanggal 16 Desember 2009 dengan ditandai kegiatan nikah masal. “Masjid tersebut diresmikan akhir tahun 2009 tepatnya 16 Desember 2009. Untuk penentuan bentuk dan arsitekturnya kami meminta bantuan konsultan,” tuturnya.



Zamhuri menceritakan, proses pembangunan Masjid Darul Ilmi, bentuk dan arsitekturnya ditentukan oleh konsultan. Pihaknya hanya meminta ruangan-ruangan tertentu yang harus dipenuhi konsultan. “Konsultannya juga merangkap arsitek,” terangnya.

ornamen masjid umk
Dia mencontohkan, pihaknya meminta terdapat ruang pertemuan dan teras di masjid. Dari pantauan Seputarkudus.com, ruang pertemuan berada di lantai satu, lantai dua merupakan ruang utama salat dan lantai tiga digunakan untuk salat bagi perempuan.Bagian selatan dan utara masjid ada teras yang sering digunakan untuk mahasiswa UMK berkumpul. Tempat berwudlu laki-laki dan perempuan terpisah di lantai satu. 


Kaligrafi Masjid Dibuat ssiry Jasiri dari Undaan Lor

Bagian depan masjid dan ruang utama salat, tulisan arab berbentuk Kufi dan Tsulutsi menghiasi sebagian besar ruangan. Zamhuri memberitahukan, yang membuat kaligrafi di masjid UMK yakni Assiry Jasiri, pakar kaligrafi kenamaan dari Undaan Lor, Kudus. “Yang membuat khotnya Assiry dari Kudus,” ungkapnya.

Dia memberitahukan, pihaknya hanya menentukan ayat-ayat Al-Quran yang akan ditulis. Untuk jenis dan bentuk kaligrafinya ditentukan Assiry. “Ya jenis khat yang digunakan namanya Khat Kufi,” tuturnya.

Bagian depan Masjid Darul Ilmi kaligrafi yang ditulis yakni, Iqra’ Bismi Robbilalladhi Kholaq. Kholaqol insana min alaq. Iqra’ warobbukal akromulladhi a’llama bil qolam. A’llamal insane malam ya’lam (SQ. Al-Alaq, 1-4) dan Ya ayyuhal ladzina amanu idza nudiya lishsholati min yaumil jumu'ati fas'au ila dzikrillahi wadzarul bai'a, dhalikum khoirullakum ingkuntum ta’lamun (SQ. Al-Jumuah,9). 


Bagian dalam masjid dekat imaman, sisi kanan tertulis Hadis Man aroda dunya fa’alaihi bil’ilmi, man arodal akhiroh fa’alaihi bil ilmi. Wa man aroda huma fa’alaihi bil ‘ilmi. Man aroda dunya fa’alaihi bil ‘ilmi, man arodal akhiroh fa’alaihi bil ilmi, wa man aroda huma fa’alaihi bil’ilmi.

Sedangkan di bagian kiri tertulis Fawalli wajhaka syathra almasjidilharam wahaytsu maa kuntum fawallu wujuuhakum syathrah (SQ. Surat Al-Baqarah, 144).

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top