Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 09 Oktober 2016






Tidak saya sangka sebelumnya, ternyata antusias para Mahasiswa dan mahasiswi UIN Walisongo dalam belajar kaligrafi hari ini Sabtu, 8 Oktober 2016, sangat semarak sekali. Ada sekitar 70 orang lebih yang terdaftar meskipun yang datang sekitar 60an, karena hujan mengguyur Semarang dari siang hari hingga Maghrib tadi belum juga reda.

Semoga Allah selalu memberikan berkah dan rahmatnya melalui setiap tetes hujan. Hujan atau dalam bahasa Jawa disebut "Jawwoh" itu berasal dari dua suku kata Ja'a dan Allah yang berarti datangnya rahmat dan berkahnya Allah. Bahkan ada beberapa peserta putri pada Workshop kaligrafi tersebut. Mereka datang jauh -jauh dari Purwodadi dan Kudus sengaja berhujan -hujan perjalanan menuju UIN Walisongo dengan mengendarai sepeda motor. Sungguh mengharukan.

Padahal waktu yang dibutuhkan agar bisa sampai UIN Walisongo Semarang kurang lebih 2 jam. Mereka rela badannya basah kuyup, ikhlas meskipun lelah dan penat juga bertarung dengan bunyi dan riuh rendah suara bising knalpot dan deru truk yang macet dijalanan.

Saya tidak bisa membayangkan, tentu jas hujannya tidak mampu membendung air hujan itu masuk menelusup melalui baju hingga kulitnya. Apalagi jika mereka menangis karena sesuatu yang mengganjal dihatinya misalnya karena kehilangan duit atau sandal jepitnya terjatuh di jalan. Sungguh hanya Tuhan yang tau rinai air matanya karena air hujan telah membanjiri mukanya. Inilah pedihnya perjuangan ketika mencari ilmu. Masya Allah.

Dari awal saya menemani mereka semua mulai memotong qalam, kemudian memberi contoh dengan menggoreskannya dikertas dan papan tulis juga lewat proyektor yang bisa langsung online internetnya.

Meskipun hari ini saya kurang fit, tapi ketika saya melihat wajah -wajah mereka yang cantik saya langsung sembuh seketika, ketika saya memberi contoh goresan didepan para mahasiswi yang harum baunya itu, terasa 17 tahun umur saya. Apalagi melihat mahasiswanya yang gagah dan ganteng saya makin bugar dan fit badan saya. Heheeuhh...inilah letak cabulnya saya. Luar biasa memang peserta Workshop Kaligrafi kali ini.

Acara Workshop kaligrafi ini memang terbuka untuk umum dan juga gratis. Puluhan peserta yang juga ikut dalam Workshop tersebut meskipun Statusnya bukan dari Mahasiswa dan Mahasiswi UIN Walisongo. Acara Workshop kaligrafi tersebut diselenggarakan oleh JQH EL FASYA UIN Walisongo Semarang.

Viirus -Virus kaligrafi dan Seni Rupa PSKQ Modern terbukti semakin "menggila", menjalar kemana-mana, dan terus menghujam kedalam relung sanubari mereka, sehingga tidak bosan -bosannya mereka ingin selalu bertemu saya.....hhhhh.

Meskipun hanya sebulan sekali, tetapi ijinkan saya meminjam ruh dan semangat dari Allah agar kontrak 5 tahun Workshop Kaligrafi di UIN Walisongo Semarang ini terus berjalan lancar dan istiqamah, dan melahirkan Kaligrafer handal dan profesional.Amiin..

Meskipun tanpa dukungan dari LPTQ dan Pemerintah Jawa Tengah yang sepertinya acuh terhadap perkembangan kaligrafi di Jateng, tetapi Visi dan Misi PSKQ Modern untuk terus menebar virus- virus keindahan kaligrafi dan membumikan Kaligrafi di bumi pertiwi ini tetap akan terus berbunga dan mewangi.
Illustrasi:
Bersama para peserta Workshop kaligrafi di Masjid Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top