Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 07 Oktober 2016










Saya menulis tulisan ini karena mengekspresikan rasa syukur kepada Tuhan. Saya diberi akal, tangan, jari dan kekuatan untuk menulis, maka saya menulis. Menulis apa saja. Ini adalah fenomena menulis yang bersyukur.

Syukuran embrio rizki. Rizki, merupakan sesuatu yang abstrak. Maka orang menyebut rahasia kehidupan selain jodoh dan kematian juga rizki. Ia seperti bayangan. Dikejar menjauh. Tapi didiamkan justru menghampiri.

Menurut hemat saya rizki itu ada 3, rizki transaksi, rizki dari orang kepepet/butuh dan rizki dari orang yang bersyukur. Rizki transaksi adalah rizki tipe paling bawah dan rendah. Misalnya Anda kerja, 1 bulan digaji 1 juta, itu rizki yang paling rendah. Mengapa? Prinsip orang transaksi adalah mengeluarkan sedikit dan untung banyak.

Yang kedua rizki dari orang kepepet maksudnya adalah ketika ada orang datang dan ingin membeli sesuatu yang kita memiliki karena ia butuh sekali. “Saya mau beli berapa pun asal barang itu bisa saya miliki, saya butuh sekali”. Demikian itu merupakan rizki yang kurang baik karena "kepepet" atau karena sangat butuh dengan tidak niat sebelumnya.

Rezeki selanjutnya adalah rizki dari orang bersyukur. Prinsipnya, tidak ada orang bersyukur yang eman-eman. "Wis, pokoknya berapa pun tak beli, jangan ditolak ini karena saya bersyukur”. Contohnya seperti itu. Tapi praktik lain, banyak orang bersyukur memberi kita uang atau sesuatu lebih dari yang kita sangka. Islam menyebutnya “min haisu la yahtasib”. Jadi, apakah Anda masih eman-eman dalam bersyukur?
Inilah yang telah Santri-Santri PSKQ Modern lakukan sejak dahulu.

Pada malam ini Jumat 7 Oktober 2016, Sdr Hasan Basri dan Faizal Aristama mengadakan acara Syukuran dengan bakar ikan puluhan kilogram ikan Gurameh dan ikan nila. Mereka berdua berhasil menggondol juara 1 dan 3 pada lomba kaligrafi Mushaf tingkat Nasional di UIN Malang beberapa hari lalu.

Setiap ada Santri yang juara kaligrafi atau mendapatkan rizki lainnya mereka kompak mengadakan syukuran entah motong kambing, bakar ikan atau mengundang anak yatim untuk disantuni. Saya sendiri setiap bulan mengadakan "syukuran wethon" setiap hari kelahiran saya untuk mengundang tamu dan makan bersama Para Santri PSKQ Modern dengan memotong beberapa ayam dan lainnya dengan membaca Ratib Al Atthas dan acara manaqiban. Bukan soal pamer tetapi tradisi baik ini harus terus dilestarikan. Kebaikan dalam bentuk syukuran itu jika dilakukan dan terus kita budayakan dengan prinsip "jangan eman" untuk kemanusiaan maka tentu nilainya lebih tinggi dihadapan Allah jika dibandingkan untuk tujuan foya -foya dan hura -hura.

Syukuran itu memberi bukan mengeluarkan sesuatu agar dapat lebih banyak itu yang benar. Karena berharap agar sesuatu yang kita keluarkan itu bisa beranak pinak dan berlipat -lipat hasilnya itu bukan syukuran tapi prinsip bisnis atau dagang. Inilah pandangan keliru yang perlu diluruskan seperti yang selama ini yang digembar -gemborkan "Ustaz -Ustaz" di TV itu.

Sudahlah meskipun sederhana "kebersamaan" itulah sejatinya yang membuat acara Syukuran Santri-Santri Diklat PSKQ Modern ini menjadi istimewa. Makan bareng diatas daun pisang memanjang ala pesantren. Apalagi jika setelah makan ikan bakar kemudian minum "kopi ndeso" Produk Arjuna Resto & Kedai Kopi Pskq Modern Kudus Jateng...hmmmm aromanya sedap dan makin mantaaaap rasanya........

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top