Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

PSKQ Modern, 11 Oktober 2016





Sudah menjadi tradisi Nahdhiyyin /NU yaitu masyarakat Kudus khususnya merayakan 10 Muharram (‘Asyura) dengan berbagai amalan seperti memberikan makanan kepada fakir miskin, mandi taubat, berdoa dan lain-lain, yaitu amalan amalan yang dianjurkan pada setiap waktu tanpa dikaitkan dengan waktu tertentu - dengan niat bersyukur kepada Allah Ta’ala dan mengenang sejarah terlepas Nabi Musa a.s. dan kaumnya dari kejaran Fir’aun.

Selama amalan-amalan itu tidak ada unsur maksiat dan tidak dilarang agama, maka itu menjadi amalan shalih, karena amalan tersebut termasuk dalam kerangka untuk bersyukur dan mengambil i’tibar dengan peristiwa-peristiwa srjarah masa-masa lalu, apalagi ini merupakan peristiwa sejarah sangat penting dalam perjalanan syari’at Allah Ta’ala.

Sehingga memperingati 10 Muharram ini sama dengan memperingati hari-hari besar Islam lainnya seperti Maulid Nabi SAW, Isra’ Mi’raj, Nuzul Qur’an yang dianjurkan dalam agama meskipun tidak ada contoh secara detil dari Nabi SAW dan para Sahabat. Namun karena ada dalil dan didukung oleh qawaid agama secara umum, maka termasuk dalam katagori diperbolehkan secara syariat.

Dalam kitab I’anah Al-Thalibin, disebutkan sebagian ulama Salafus Salih menghitung ada dua belas amalan yang dilaksanakan pada hari 10 Muharram (‘Asyura), diantaranya :
1. Shalat
2. Puasa
3. Silaturrahmi
4. Bersedekah
5. Mandi taubat
6. Memakai celak
7. Ziarah kepada orang-orang yang ‘alim
8. Mengunjungi orang sakit
9. Mengusap kepala anak yatim
10. Memberikan kemudahan pada keluarga
11. Memotong kuku
12. Membaca Surat al-Ikhlas 1000 kali

Adapun tradisi memperingati ‘Asyura karena berhubungan dengan terbunuh Saidina Husain, maka ini dua kelompok. Kelompok pertama :

-Kelompok yang berduka cita atas terbunuh Saiyidina Husain, lalu mereka melakukan perbuatan seperti meratap, menyakiti tubuh, merobek-robek pakaian sebagai ungkapan rasa duka cita. Perbuatan-perbuatan ini termasuk bid’ah yang tercela, karena perbuatan ini menyerupai dengan perbuatan mungkar yang dilakukan kelompok Syi’ah.
Dan lagi sebagaimana dimaklumi, syari’at kita ahli sunnah waljamah (Nahdliyyin) mengharamkan berduka cita tersebut dengan meratap seperti menyakiti tubuh, merobek-merobek pakaian dan lain-lain.

-Kelompok kedua : kelompok yang bergembira dengan terbunuh Saiyidina Husain. Kelompok ini merayakan ‘Asyura dengan menjadikan ‘Asyura sebagai hari hari raya. Mereka menunjukkan perasaan gembira atas terbunuh Saiyidina Husain dengan melakukan permainan-permainan dan lain-lain. Kelompok ini juga termasuk dalam kelompok pembuat bid’ah yang tercela, bahkan termasuk dosa yang sangat besar, karena mereka telah bergembira dengan terbunuhnya seorang mukmin, apalagi ini bergembira dengan terbunuhnya cucu Rasulullah SAW yang semestinya wajib kita beri penghormatan yang lebih kepada beliau.

Dikutip oleh Muhammad Assiry dari berbagai sumber:
[1] Bukhari, Shahih al-Bukhari, Maktabah Syamilah, Juz. III, Hal. 44, No. Hadits : 2002
[2] Imam Muslim, Shahih Muslim, Maktabah Syamilah, Juz. II, Hal. 796, No. Hadits : 1130
[3] Imam Muslim, Shahih Muslim, Maktabah Syamilah, Juz. II, Hal. 797, No. Hadits : 1134
[4] Al-Bakri al-Damyathi, I’anah al-Thalibin, Maktabah Thaha Putra, Semarang, Juz. II, Hal. 266 - 267
[5] Nawawi al-Jawi, Nihayatul Zain, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Hal. 226
[6] Lihat Sayyed Abdurrahman Ba’Alawi, Bughyatul al-Mustarsyidin, Usaha keluarga, Semarang, Hal. 298
=================================================================================

Illustrasi:
- Malam ini Selasa 11 Oktober 2016, tampak Santri -Santri PSKQ Modern berbaur dengan warga Undaan Lor memperingati 10 Muharram dengan dzikir dan mandi taubat di komplek Makam Syeikh Abdullah ( Mbah Gareng) atau buyutnya KH.Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama' ( NU) yang terletak di Undaan Lor gg.12.

- Desa Undaan lor terkenal dengan "Kampung Kaligrafi" karena berdiri Pesantren Seni Rupa & Kaligrafi Al Quran juga masyhur sebagai "Desa Wisata Religi" karena terdapat Gedung Sholawat ABG cabang Pekalongan Abah Habib Lutfi dan Makam Buyut Mbah KH.Hasyim Asyari pendiri NU yaitu Makam Syeikh Abdullah ( Mbah Gareng).

- Warga kudus lainnya merayakan 10 Muharram dengan tradisi buka luwur dan kegiatan lainnya di Makam Sunan Kudus, salah satu Walisongo di Indonesia.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top