Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 08 Desember 2015



Pesan saya untuk para Kader dan alumni PSKQ Modern yang menjuarai lomba kaligrafi Nasional di Bayt Quran yang diselenggarakan Kemenag adalah bahwa Juara itu bukan soal utama, tapi bagaimana atmosfernya seseorang itu bisa menjadi juara, itu yang utama.

Hebat itu boleh tapi jangan menghebati orang lain, pintar itu boleh tapi jangan "minteri" orang lain. Tanggup jawab yang sesugguhnya bagi para juara bukan kepada bagaimana puas atau syukurnya tapi terletak kepada apa yang harus dibagikan untuk kemanfaatan orang banyak itu yang paling penting. Karena itulah essensi syukur yang sesungguhnya "Sukr bi al arkan".

Alhamdulillah saya sangat bersyukur kepada Allah bahkan nikmat mana lagi yang bisa saya dustakan. Karena tanpa saya duga sebelumnya setelah diumumkan Santri -santri PSKQ Modern telah menoreh sejarah dengan memenangi perlombaan Kaligrafi tingkat Nasional. Yang mana juara 1 diraih oleh Huda purnawadi Santri PSKQ Modern angkatan 2013 meskipun tidak sampai lulus. Kemudian juara 2 diraih oleh Muhammad Hamzah Santri PSKQ Modern angkatan 2007 -2008 dan juara harapan 1 diraih oleh Rahmawati Abdul Qadir Santri PSKQ Modern angkatan 2011.
 
Sementara Nukman santri PSKQ angkatan 2010, Muallimin santri angkatan 2011-2015, Hasan Basri santri PSKQ angkatan 2014, Aziz Kurniawan santri PSKQ angkatan 2009-2012 dan Rifqi Nasrullah Santri PSKQ angkatan 2008-2012 meraih juara favorit (20 besar).

Guru terbaik itu adalah pengalaman, sedangkan harta yang paling berharga yaitu ilmu. Tidak ada apapun yang lebih berharga didunia ini selain ilmu. Pengalaman itu tidak berarti harus selalu yang bersifat susah/sulit tetapi hal-hal sederhana yang kita temukan sehari-hari bisa jadi belum sungguh-sungguh kita fahami kalau benar-benar kita teliti dan cermati. 

Jangan terjebak perbedaan antara “pengetahuan” dan “ilmu”. Pengetahuan adalah hal-hal yang kita peroleh karena kita diberi tahu, sedangkan ilmu merupakan pencapaian seseorang sebagai akibat dari telah bekerjanya akal. “Kita tahu ini satu (1) dan ini dua (2) setelah — misalnya — bapak atau ibu kita memberi tahu. Itu namanya pengetahuan. Tapi kalau sesudah kita tahu 1 dan 2 lantas kita bisa menemukan cara berpikir tertentu yang akhirnya kita bisa mengerti 9 itu seberapa, 12 itu seberapa, itulah ilmu.

Banyak hal yang saya dapatkan ketika berguru kepada DR.KH.Sirojuddin AR M.Ag di LEMKA Sukabumi. Beliau tidak hanya memberikan ilmu dan pengetahuan melainkan meneladankan kepada saya tentang bagaimana menanam. Menanam apa saja yang baik. Karena hanya orang yang menanam yang kelak akan mengunduh atas apapun yang ditanamnya. Alhamdulillah sekarang saya sudah mulai bisa mengunduh atas apa yang saya tanam selama ini. Meskipun banyak yang harus saya korbankan bahkan kebahagiaan saya sendiri. Dengan memiliki kader -kader PSKQ Modern yang membanggakan dan berprestasi nasional dan Internasional tentu itu adalah sesuatu yang sangat berharga bahkan lebih dari dunia dan seisinya.

Hari ini, Selasa 8 Desember 2015 sekitar pukul 14.00 WIB sampai 16.00 bisa relax, ngobrol dan humor budaya bersama DR.KH.Didin Sirojuddin AR M.Ag dengan Santri -Santri PSKQ Modern dan Santri -Santri LEMKA didepan anjungan Jogyakarta TMII Jakarta. Tampak keseruan dan harmoni keakraban yang semoga terus berkembang dan terjaga untuk bersama-sama membumikan kaligrafi di bumi pertiwi. Amiiin.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

1 komentar:

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top