Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 4 November 2014

DEWAN PERKELAHIAN RAKYAT(DPR)
Assiry gombal mukiyo, 2014

Terlalu lama kami rakyat Indonesia seperti ini terus bingung tidak habis-habis. Terus kepada siapa  aku mengeluh? Kepada siapa dong rakyat Indonesia mengeluh? Kepada DPR? Wong mereka itu yang justru yang kami keluhkan kepada-Mu ya Allah. 

Perilaku mereka sudah sedemikian cabul dan kenak -kanakan. Lagi genting -gentingnya rapat malah ada yang "ngaceng" karena nonton film bokep. Mereka sungguh lebih cabul dari guru-guru  JIS yang kata para anggota Dewan "Super Cabul" .
Lagi serius -seriusnya rapat sidang paripurna malah sebagian tidur dan "ngorok". Beberapa diantaranya teriak -teriak seperti anjing yang kelaparan. Yang lain jingkrak -jingkrak kegirangan karena kepentingan kelompoknya disetujui dan diketok palu. Namun pihak lainnya yang dongkol dan kecewa menendang meja hingga terbalik. Sepertinya kaki mereka tidak pernah diajarkan sopan -santun.
Coba kalau meja itu bisa ngomong "aku salah apa ko jadi pelampiasan kakimu, kau tendang aku hingga tersungkur, untung aku sekadar meja, kalau aku bisa gerak aku "tonjor" balik mukamu!".

Lha bagaimana mau belajar tentang attitude dan nilai -nilai kebenaran. Semua kebenaran yang bersemayam dalam relung hati dan nurani mereka telah mati terhempas dikeranda kepentingan. Yang ada hanyalah imitasi pembenaran yang dianggap benar dan sebuah kebenaran. Sungguh ironi.

Ya Allah... mbok ya sekali -sekali anggota DPR ini ditelanjangi saja sekalian, artinya dilucuti saja kekuasaannya atas rakyat, biar tidak nakal dan melawanMu hanya karena merasa menjadi wakil rakyat.  Atau dikasih sanksi apa gitu biar mereka tidak seenaknya sendiri. Aku Tahu Tuhan engkau sungguh sangat memahami perilaku mereka. Apakah mereka makar atau tidak, mereka sungguh -sungguh berada digaris lurusmu ( ihdinasshiratha al mustaqiim)  atau tidak.
Wa makaruu wa makarallah wa-llahu khoirul maakirin. Kalau mereka makar pada nilai-nilai Allah dan nilai rakyat, maka aku yakin Engkau akan makar pada mereka. Dan yang paling jagoan untuk makar adalah engkau ya  Allah. Kalau mereka khianat pada rakyat, berarti mereka khianat pada Allah. Maka Allah juga akan makar pada mereka.Wa-llahu khoirul maakirin ( engkaulah sebaik -baiknya orng 2 yang makar).

Kadang aku terpingkal -pingkal meskipun tidak sampai berguling -guling ditanah, geli campur gregetan.
Bagaimana tidak geli. Mereka membuat undang -undang tentang ketertiban, tentang kerukunan, tentang apapun saja. Tapi mereka sendiri yang melangarnya Tuhan. Meteka menari -nari dan mskan tahi dan kotoran juga menjilat ludah sendiri. Bukankah hukum dan aturan itu diciptakan untuk ditaati buksn untuk dilanggar? Mereka lupa bahwa ternyata  mereka sendiri sumber dan contoh "icon" Raja Tawur.
Jika pelajar yang masih bandel tawuran bisa dikenai ancaman hukuman pidana. 
“Hukuman bagi pelajar yang membawa senjata tajam bisa dijerat pasal 2 Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman lima tahun penjara. Sedangkan pelajar yang melakukan penganiayaan berat saat tawuran bisa diancam Pasal 355 KUHP dengan hukuman 12 tahun penjara,”

Terus hukuman apa yang pantas dan tepat untuk anggota Dewan yang suka keributan dan doyan tawuran. Mereka tawuran kepentingan ,tarik ulur dan sikut -sikutan untuk berebut kekuasaan dan jabatan dan terkadang mereka asik-ma'syuk dengan  fustun -fustun yang semlohay. Ini dibuktikan dengan  banyaknya kondom bekas dipakai yang berserakan di toilet dan ruang -ruang kosong DPR.
Banyaknya ruang 2 kosong di DPR yang tidak efektif dan efisien berpeluang bagi para oknum Anggota Dewan leluasa ngeseks sembarangan. Sekarang mereka ribut mengusulkan dibuatkan lagi gedung baru, padahal mereka kerja saja belum.

Seperti dikisahkan dalam kitab suci Alquran, Nabi Musa tidak kunjung paham dengan apa yang dilakukan Nabi Khidir sebagai gurunya. Berkali-kali Nabi Musa yang ilmunya "baru" syariat menegur dan mengecam apa yang dilakukan Nabi Khidir yang berilmu hakikat. Melihat Nabi Khidir merusak perahu nelayan yang ditumpanginya, Nabi Musa kontan menegur dengan nada menyalahkan. Melihat Nabi Khidir membunuh anak kecil, Nabi Musa menegur dan mengecam.
Pun juga melihat Nabi Khidir memperbaiki dinding orang yang akan roboh, Nabi Musa menegur dan malah melarang. Akhirnya, Nabi Khidir pun mengucapkan selamat berpisah kepada Nabi Musa, karena faktanya Musa tidak sanggup mengikuti apa yang dipersyarati oleh Nabi Khidir tersebut.

Apakah para anggota Dewan ini Seperti Khidir kekasihmu Tuhan ? yang tiba -tiba saja mereka  membunuh aspirasi wong cilik karena alasan yang lebih mulia? Mereka merobohkan meja itu sama saja dengan Khidir yang membocorkan perahu karena urusan soal penyelamatan sebuah kaum atau mereka yang ingin membangun gedung DPR baru juga apakah karena mendapatkan wahyu jagad dan bisikan ilham dariMu atau karena kebodohan dan ketololan mereka.

Terlalu lama kami rakyat Indonesia seperti ini terus bingung tidak habis-habis. Terus kepada siapa aku mengeluh? Kepada siapa dong rakyat Indonesia mengeluh? Kepada DPR? Wong mereka itu yang justru yang kami keluhkan kepada-Mu ya Allah.
  Perilaku mereka sudah sedemikian cabul dan kenak -kanakan. Lagi genting -gentingnya rapat malah ada yang "ngaceng" karena nonton film bokep. Mereka sungguh lebih cabul dari guru-guru JIS yang kata para anggota Dewan "Super Cabul" .

Lagi serius -seriusnya rapat sidang paripurna malah sebagian tidur dan "ngorok". Beberapa diantaranya teriak -teriak seperti anjing yang kelaparan. Yang lain jingkrak -jingkrak kegirangan karena kepentingan kelompoknya disetujui dan diketok palu. Namun pihak lainnya yang dongkol dan kecewa menendang meja hingga terbalik. Sepertinya kaki mereka tidak pernah diajarkan sopan -santun.

Coba kalau meja itu bisa ngomong "aku salah apa ko jadi pelampiasan kakimu, kau tendang aku hingga tersungkur, untung aku sekadar meja, kalau aku bisa gerak aku "tonjor" balik mukamu!".
Lha bagaimana mau belajar tentang attitude dan nilai -nilai kebenaran. Semua kebenaran yang bersemayam dalam relung hati dan nurani mereka telah mati terhempas dikeranda kepentingan. Yang ada hanyalah imitasi pembenaran yang dianggap benar dan sebuah kebenaran. Sungguh ironi.

Ya Allah... mbok ya sekali -sekali anggota DPR ini ditelanjangi saja sekalian, artinya dilucuti saja kekuasaannya atas rakyat, biar tidak nakal dan melawanMu hanya karena merasa menjadi wakil rakyat. Atau dikasih sanksi apa gitu biar mereka tidak seenaknya sendiri. Aku Tahu Tuhan engkau sungguh sangat memahami perilaku mereka. Apakah mereka makar atau tidak, mereka sungguh -sungguh berada digaris lurusmu ( ihdinasshiratha al mustaqiim) atau tidak.

Wa makaruu wa makarallah wa-llahu khoirul maakirin. Kalau mereka makar pada nilai-nilai Allah dan nilai rakyat, maka aku yakin Engkau akan makar pada mereka. Dan yang paling jagoan untuk makar adalah engkau ya Allah. Kalau mereka khianat pada rakyat, berarti mereka khianat pada Allah. Maka Allah juga akan makar pada mereka.Wa-llahu khoirul maakirin ( engkaulah sebaik -baiknya orang-orang yang makar).

Kadang aku terpingkal -pingkal meskipun tidak sampai berguling -guling ditanah, geli campur gregetan.
Bagaimana tidak geli. Mereka membuat undang -undang tentang ketertiban, tentang kerukunan, tentang apapun saja. Tapi mereka sendiri yang melangarnya Tuhan. Meteka menari -nari dan mskan tahi dan kotoran juga menjilat ludah sendiri. Bukankah hukum dan aturan itu diciptakan untuk ditaati buksn untuk dilanggar? Mereka lupa bahwa ternyata mereka sendiri sumber dan contoh "icon" Raja Tawur.
Jika pelajar yang masih bandel tawuran bisa dikenai ancaman hukuman pidana.

“Hukuman bagi pelajar yang membawa senjata tajam bisa dijerat pasal 2 Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman lima tahun penjara. Sedangkan pelajar yang melakukan penganiayaan berat saat tawuran bisa diancam Pasal 355 KUHP dengan hukuman 12 tahun penjara,”

Terus hukuman apa yang pantas dan tepat untuk anggota Dewan yang suka keributan dan doyan tawuran. Mereka tawuran kepentingan ,tarik ulur dan sikut -sikutan untuk berebut kekuasaan dan jabatan dan terkadang mereka asik-ma'syuk dengan fustun -fustun yang semlohay. Ini dibuktikan dengan banyaknya kondom bekas dipakai yang berserakan di toilet dan ruang -ruang kosong DPR.

Banyaknya ruang 2 kosong di DPR yang tidak efektif dan efisien berpeluang bagi para oknum Anggota Dewan leluasa ngeseks sembarangan. Sekarang mereka ribut mengusulkan dibuatkan lagi gedung baru, padahal mereka kerja saja belum.

Seperti dikisahkan dalam kitab suci Alquran, Nabi Musa tidak kunjung paham dengan apa yang dilakukan Nabi Khidir sebagai gurunya. Berkali-kali Nabi Musa yang ilmunya "baru" syariat menegur dan mengecam apa yang dilakukan Nabi Khidir yang berilmu hakikat. Melihat Nabi Khidir merusak perahu nelayan yang ditumpanginya, Nabi Musa kontan menegur dengan nada menyalahkan. Melihat Nabi Khidir membunuh anak kecil, Nabi Musa menegur dan mengecam.

Pun juga melihat Nabi Khidir memperbaiki dinding orang yang akan roboh, Nabi Musa menegur dan malah melarang. Akhirnya, Nabi Khidir pun mengucapkan selamat berpisah kepada Nabi Musa, karena faktanya Musa tidak sanggup mengikuti apa yang dipersyarati oleh Nabi Khidir tersebut.

Apakah para anggota Dewan ini Seperti Khidir kekasihmu Tuhan ? yang tiba -tiba saja mereka membunuh aspirasi wong cilik karena alasan yang lebih mulia? Mereka merobohkan meja itu sama saja dengan Khidir yang membocorkan perahu karena urusan soal penyelamatan sebuah kaum atau mereka yang ingin membangun gedung DPR baru juga apakah karena mendapatkan wahyu jagad dan bisikan ilham dariMu atau karena kebodohan dan ketololan mereka.

About Elsya Vera Indraswari

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top