Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Muhammad Assiry, 22 September 2018



MTQ selalu mendebarkan. Membuat siapa yang menjadi pesertanya cemas dan penuh harap apakah karyany terpilih menjadi juara atau tidak. Seluruh peserta MTQ mempersiapkan latihan dan try out dengan matang sebelumnya. Bahkan tidak sedikit Santri yang belajar kaligrafi hanya ingin menjadi juara pada ajang ini. Mereka bertahun -tahun belajar dengan terus menunggu giliran bisa menjadi pemenangnya. Ribuan orang gagal pada even ini dan akhirnya hanya meramaikan saja tanpa membawa hasil apapun.
Dua karya ini menjadi salah satu bukti bahwa bahwa untuk mencapai puncak prestasi Santri sekaligus pengajar kaligrafi LEMKA yang menduduki peringkat pertama yakni Ustaz Teguh Prastio harus nyantri dan bergelut dengan pengalaman kaligrafi 10 tahun lebih di LEMKA. Sedangkan Ustaz Muallimin yang juga sebagai Santri PSKQ Modern Angkatan 2012 sekaligus pengajar kaligrafi di PSKQ Modern ini hampir 8 tahun menggeluti kaligrafi dengan berbagai media dan berpeluh lelah dalam belajar kaligrafi di Pskq Modern Kudus Jateng dengan menduduki peringkat ke dua dalam ajang lomba kaligrafi Kab. Tangsel yang berasa lomba Nasional itu. Karena lomba Kaligrafi tersebut diikuti oleh para Master Kaligrafi Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia.
Mereka berdua adalah kaligrafer muda terbaik yang dimiliki bangsa ini. Mereka berdua terus berprestasi mengukir kebanggaan atas kaligrafi yang lebih gemilang. Pada even nasional dan Asean juga Internasional masih banyak peluang dan kesempatan bagi kita untuk menjadi juara masih terbuka sangat lebar. Beberapa Even seperti Lomba Kaligrafi Nasional Pusaka Pati 2017 mereka berdua yang jadi pemenangnya juga Perkazi 2018 yang mengadakan lomba kaligrafi Tsulust kombinasi mereka berdua juga yang menggondol juara 1 dan 2 persis seperti lomba Kab. Tangsel beberapa waktu lalu.
Ini sebagai contoh saja bahwa cinta terhadapa kaligrafi yang sedemikian megahnya membuat pengorbanan apapun yang mereka lakukan untuk bisa terus menoreh prestasi menjadi sangat ringan. Pengorbanan sekecil apapun tanpa didasari cinta menjadi sesuatu yang mustahil meraih sukses bahkan pada bidang dan profesi apapun.
Semoga menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin sukses dan berprestasi kaligrafi bahwa keberhasilan yang mereka raih adalah akumulasi dari perjuangan dan pengorbanan yang panjang bahkan perih telah mereka halau dan lewati. Jangan hanya hasilnya yang kita lihat, tapi perhatikanlah betapa proses itu lebih penting dari hasil yang sering orang lupakan.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top