Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry Art, 22 Juli 2018































Dalam mengembangkan kaligrafi saya menggunakan prinsip W.S. Rendra, bahwa seniman itu di atas angin. Karena itu saya lemparkan gagasan saya tentang kaligrafi lewat angin atau menebarkannya dari workshop satu ke workshop kaligrafi secara gratis dan dengan metode online kaligrafi tutorial Youtube PSKQ TV dimanapun berada agar menyebar ke seluruh Tanah Air.
Kampung kaligrafi Pskq Modern Kudus Jateng yang saya rintis terus berkembang dan tetap eksis sampai saat ini. Kaligrafi bukan cuma hitam putih, melainkan ada tujuan estetis. Sehingga, dengan prinsip tersebut para Santri PSKQ Modern dapat mengkreasikan dan menginovasikan seni kaligrafi.
Minimal ada 4 prespektif tujuan pembelajaran kaligrafi di PSKQ. Yang pertama adalah prespektif ilmu dan pendidikan (tarbiyyah) yang kedua perspektif seni budaya ketiga perspektif Kaligrafi entrepreneurship atau kewirausahaan dan yang ke empat prespektif dakwah bilqalam/bilquas. Empat hal ini jika sudah dikuasai Santri PSKQ Modern insya Allah saya meyakini kedepan Kaligrafer Indonesia bisa bersaing dengan para kaligrafer dunia. Itulah yang saya sampaikan dalam Workshop bersama para Siswa MA PK Solo. Sekitar 40 orang yang mengikuti workshop tersebut digedung pena PSKQ Modern setelah melihat workshop PSKQ Modern dan menyaksikan proses berbagai bahan atau media yang di olah menjadi sebuah karya kaligrafi yang apik dan indah.

Filosofi yang saya terus tanamkan kepada para Siswa Siswi MA PK Solo adalah menjadi murid jangan merasa bosan, lalu saat menjadi guru jangan lelah. Guru tidak boleh ogah apalagi lelah dan murid tak diperkenankan berhenti belajar. Dengan begitu sebuah lembaga pendidikan Kaligrafi akan tetap terjaga. Sebab ada dinamika di dalamnya.
Sebagai guru kaligrafi saya juga kemberikan teladan dengan langsung memberikan teori dan praktek menulis kaidah kaligrafi dari mulai tsulust, riqah, diwani dan lainnya juga praktek melukis kanvas dengan saya atraksi melukis kaligrafi dengan menutup mata saya. Teladan ini sangat penting dimiliki seorang guru. Ketika menyuruh orang menulis dan melukis kaligrafi, maka dirinya mempraktikkan hal itu. Dengan teladan ini, murid-murid akan termotivasi untuk dapat berkembang belajar melampaui sang guru.
Saya pun tetap konsisten di kaligrafi karena saya senang dengan kesenian ini. Di samping itu saya terdorong mengembangkannya untuk orang lain. Saya cuma guru kaligrafi kampungan. Meskipun begitu tugas saya seumur hidup adalah untuk mengembangkannya dan mengajak siapa saja sukses dan sejahtera dari kaligrafi ini yang saya sebut tadi kaligrafi darisudut pandang atau perspektif entrepreneurship.
Selain itu yang lebih dasyat adalah dengan kaligrafi kita bisa berdakwah mengenalkan Islam yang lebih Indah di tengah- tengah citra radikalisme dan aksi terorisme mengatasnamakan Islam. Berkaligrafi itu memilih hidup damai dan tentram tanpa hiruk-pikuk kebisingan dan pertumpahan darah. Kaligrafi tercipta karena kelembutan, kesopanan, dan kesabaran. Nah inilah yang menjadikan Kaligrafi sebagai media atau sarana untuk memperbaiki moral dan akhlaq kita. Sedangkan terorisme sendiri tidak mengenal itu semua. Ajarannya sangat jauh dari nilai-nilai dalam kaligrafi. Singkatnya Kaligrafi menjadi salah satu solusi perhalus rasa dan pikiran.

Saya percaya bahwa keberhasilan yang saya raih dalam mengkader ratusan Seniman Kaligrafi yang sukses ini karena saya selalu berpegang pada prinsip menjalani hidup sesuai dengan rel yang sudah digariskan sang Pencipta. Oleh karena itu, jika di rel itu ada kewajiban maka harus dijalani. Sebaliknya bila ada larangan tidak boleh dilanggar. Saya kembangkan huruf Al Quran. Saya menebarkan virus melukis dan menulis kaligrafi untuk membangun peradaban yang berbudaya.
Buat siapapun yang masih tahap belajar kaligrafi seperti saya teruslah belajar danjangan pernah lelah dan terus berkarya. Jika keberhasilan dan kesuksesan belum juga kita raih ketahuilah bahwa keberhasilan itu sedang ditangguhkan. Ketika masih menemui kegagalan, diulang lagi perjuangannya sampai keberhasilan datang. Namun perjuangan tersebut harus diperkuat dengan doa.
Terimakasih untuk adik-adikku Siswa -Siswi MA PK Solo semoga kalian semuanya kelak menjadi Maestro kaligrafi yang tetap merunduk, santun dan membawa kaligrafi nusantara yang berkualitas dunia. Amiin.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top