Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Muhammad assiry
Menara Kudus, 20 Juli 2017


Ketika Musa menginginkan melihat wujud Allah
Sebagai pembuktian akan adaNya
Sedikit sekali Allah menunjukkan gejalaNya
Maka luluh lantak bukit tursina

Begitu maha dasyatnya diriNya
Cukup jangan kita fikirkan tentang dzatNya
Teruslah mengelus dan merengkuh ciptaanya
Sebagai bukti eksistensi Ia ada

Tak perlu engkau bertanya apakah kaligrafi aku cinta?
Tidak ada lagi jarak, batasan tentang aku dan ia karena fana
Jiwaku dan keindahan setiap huruf melebur dalam setiap gejala
Bahkan menyatu dalam desah, denyut dan suara yang keluar dari debar adalah cinta

Aku menjelma menjadi tazyin dan sesekali tertidur pulas dipangkuan fa'
Dari ribuan kalamullah yang aku goreskan berlama-lama
Terkadang aku tinta, potongan pena atau serpihan sisa handam hingga aku sendiri lupa
Siapa sesungguhnya aku karena otakku penuh oleh keindahanNya

Panas, dingin, demam dan merasa seperti mabuk
Menari dan mengibaskan setiap gerakan indah tapi menusuk
Ak melihat sepasang huruf wau ma'qus membuatku tak lagi terpuruk
kepakan huruf terus saja menerbangkanku ke alam nirwana hingga membunuh suntuk

Ooouuhhh luka, sekarang engkau menjadi jutaan warna
Melukis setiap potongan huruf hidupku dengannya
Muram, gelap, terang dan cahaya melebur bersama
Hingga tak ku kenali lagi antara duka atau suka.
 
#kumpulan_puisi_kaligrafi_muhammad_assiry
www.pesantrenkaligrafipskq.com

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top