Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Muhammad Assiry, 15 Maret 2017


- Ini adalah karya yang saya kirim dalam ikut mensyiarkan lomba kaligrafi ASEAN yang diselenggarakan di Sabah Malaysia bulan Maret 2017 ini.

- Setelah th. 2002 dan th.2006 saya menyabet juara 1 kaligrafi ASEAN pada seluruh cabang yang dilombakan (Juara 1 Tsulust, Juara 1 Naskhi, Juara 1 Diwani dan Juara 1 Riqa) di Brunai Darussalam.

Kemudian 10 tahun berlalu setelah th.2006 itu justru saya meninggalkan untuk sekian waktu riuh- rendah dan "hingar-bingar" lomba kaligrafi Nasional dan Internasional dan memilih hidup di kampung Kudus Jawa Tengah dengan mendirikan Pesantren Seni Rupa dan Kaligrafi ( PSKQ MODERN) pertama di ASIA dan fokus mengkader Santri Kaligrafi. Disamping itu juga aktif menebarkan virus -virus kaligrafi dari Masjid ke Masjid di Indonesia dan beberapa di Manca Negara ( 270- an yang tercatat Masjid/Mushalla baik di Kantor Kementerian, Perusahaan Asing/ Swasta, BUMN, Kampus, Kantor, Pesantren dan lainnya yang saya kaligrafi bersama kendaraan Assiry Art Team Work.

- Saya bersyukur kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya yang telah dianugerahkan kepada saya.
10 Tahun berlalu, atas Qudrat dan iradatNya semata PSKQ Modern bisa melahirkan kader -kader Santri Kaligrafi yang militan berprestasi dari kancah Juara 1 Nasional dan Juara Internasional. Seakan tidak sia-sia perjuangan yang terus tertoreh oleh tinta emas ini.

- Karya sederhana ini adalah sebagai motivas bagi kader-kader PSKQ Modern dimanapun berada untuk menyemangati dan terus meneladankan bahwa berkarya harus terus berjalan agar keseimbangan untuk tetap selalu menghasilkan karya meskipun masih banyak kekurangan haruslah terus berputar tak kenal lelah.

- Bukan untuk mencari kejuaraan. Karena sesungguhnya kejuaraan sejati adalah ketika kita bisa terus memberikan kemanfaatan bagai paralon kecil meskipun setetes menyegarkan dahaga bagi siapa saja. Apalah arti prestasi yang prestisius dan kejuaraan yang berhamburan bagai bintang jika ternyata dalam hidup ini kita hanya terang sendiri.

Bukankah dengan membagi cahaya bukan semakin redup diri kita melainkan jutaan cahaya justru semakin bias menerangi diri kita dan menambah keindahan semesta raya.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top