Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo n olik, 03 Maret 2017


Manusia itu seperti sebatang pohon. Pohon itu bisa jadi kursi, bisa jadi lemari, bisa jadi pintu, bisa jadi jendela dan bermacam-macam produk yang berbeda. Kalau mereka mempersoalkan perbedaan, maka mereka akan melupakan asal mereka yang sama. Tapi kalau mereka mampu bersatu dan melengkapi sehingga menjadi bermanfaat, maka tak akan ada persoalan yang muncul, karena satu dan yang lain menjalankan fungsinya sesuai porsinya masing-masing.

Meningkatkan pemahaman pada aklak, sikap dan sifat yg lebih mulia. Sehingga esensi bahwa modal kita sebagai manusia yang sudah diciptakan sebagai makluk yang sempurna mampu memberikan arti karena memahami apa yg dimaksud kesempurnaan dan mampu mendaki menuju sebuah pemahaman yang lebih besar menjadi makluk yang mulia, artinya bisa memahami hakekat dan implementasi kemuliaan.

Jika karena beda baju kita bertengkar justru Ilahi kita adalah baju, jika karena uang kita berbeda berarti yg jadi ilahi ya uang, jika karena berbeda agama kita saling bermusuhan berarti agamalah yang menjadi Tuhan bagi kita. Bukankah ini salah kaprah dan saling "jumpalitan" logika kita selama ini.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top