Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Sayembara Kaligrafi Jadi Inspirasi 
18 Januari 2017
 
SM/rg  HADIRI PAMERAN : Bupati Kudus Musthofa menghadiri Sayembara dan Pameran Kaligrafi Mushaf Alquran Tingkat Nasional yang digelar di Kudus.(30)
HADIRI PAMERAN : Bupati Kudus Musthofa menghadiri Sayembara dan Pameran Kaligrafi Mushaf Alquran Tingkat Nasional yang digelar di Kudus.(30)
 
KUDUS – Generasi muda di Kudus didorong untuk menjadi semakin kreatif di berbagai bidang. Termasuk, dalam bidang seni kaligrafi melalui ”Sayembara dan Pameran Kaligrafi Mushaf Alquran Tingkat Nasional” yang digelar di Kudus, 16-20 Januari 2017.

Filosofi Gusjigang, yaitu Bagus-Ngaji- Dagang, direalisasikan secara nyata. Demikian disampaikan Bupati Kudus Musthofa saat hadir pada sayembara dan pameran tersebut, Selasa (17/1). Bupati yang hadir bersama Forkompinda mengatakan, kaligrafi bukan sekadar seni, melainkan ajang menggali kreativitas para santri.

”Santri tidak sekadar mengaji, melainkan bisa menjadi ikon membangun ekonomi kreatif,” kata Bupati yang juga pembina UMKM Jawa Tengah pada acara yang digelar berkat kerja sama dengan Pondok Pesantren Seni dan Kaligrafi Alquran (PSKQ) Modern ini.

Sangat pas rasanya terjemahan gusjigang seperti ini. Penampilan dan perilaku yang bagus harus tetap ditunjukkan para santri. Meski demikian, mereka tak boleh lelah untuk belajar (ngaji), untuk bisa mengikuti semua perubahan dan perkembangan zaman.

Dagang yang merupakan jiwa wirausaha adalah ruh warga Kudus yang diwariskan oleh Kanjeng Sunan Kudus. Tak salah apabila kemandirian mulai ditunjukkan para santri melalui seni kaligrafi ini untuk menciptakan lapangan kerja, bukan hanya mencari kerja.
Role Model
”Ada sesuatu yang luar biasa. Sumber segala sumber ilmu dari Alquran. Ternyata dengan kemampuan dan inovasi ini sebagai bentuk role model membangun ekonomi kreatif,” lanjut Bupati. Religiositas Kudus yang sudah tersohor ini tidak bisa dipungkiri. Masyarakat dari berbagai daerah datang ke Kudus untuk mengikuti berbagai kegiatan bernuansa religi tersebut, seperti sayembara yang digelar di Colo ini, sebuah desa di dekat makam Sunan Muria.

Musthofa berharap, hal ini tidak berhenti pada level ini saja, tetapi harus bisa berbicara di level internasional bahkan internasional. ”Sebagaimana sering saya katakan, dari Kudus menuju Indonesia kuasai dunia,” imbuh Bupati yang kini menyelesaikan Program Doktoral Undip ini. Pada sayembara yang diikuti 35 peserta ini, juga dipamerkan 40 kaligrafi karya maestro kaligrafi nasional.

Juara pertama sayembara kaligrafi mushaf Alquran berhak menerima hadiah umrah ke Tanah Suci. Sementara itu, Pimpinan dan Pengasuh PSKQ Muhammad Assiry mengatakan, sayembara semacam ini merupakan penegasan religiusitas Kudus.

Kegiatan juga sebagai salah satu sunah Rasulullah SAW sebagai agenda dalam Harlah Ke-10 PSKQ yang dikerjasamakan dengan Pemkab Kudus. Menurutnya, pameran kaligrafi dan sayembara kaligrafi tingkat nasional ini memberikan dampak positif untuk mengintegrasikan antara ajaran Islam dan sains juga entrepreneur.

Sebab pesantren modern ini sebagai garda terdepan yang memiliki konsep pesantren kejuruan dan mendapat dukungan Bupati. ”Meskipun para santri menekuni kaligrafi/ seni rupa dan teknologi, namun pembelajaran ilmu-ilmu agama yang kami terapkan tetap bersumber dari ajaran-ajaran Alquran,” kata Muhammad Assiry.

Tujuan akhirnya adalah menjadikan Kudus sebagai kota yang religius dan ikon pusat studi kaligrafi terbesar di dunia, ”Islamic Art Center”. Dengan raihan prestasi di dunia internasional setiap tahun, mulai 2012 hingga 2017. prestasi itu sebagai juara I sayembara kaligrafi yang digelar Malaysia, Turki, dan Irak. (rg-61)

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top