Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

PSKQ Modern, 13 Desember 2016







Mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela pernah berkata "Cukup berikan yang terbaik bagi kampung halamanmu, maka kamu bisa membawa dampak positif dan bermaanfaat bagi masyarakat di sekitarmu".

Inilah motivasi yang mengilhami saya untuk membangun dan mendirikan Pesantren Seni Rupa dan Kaligrafi ( PSKQ Modern) di Kampung sendiri yang saya nobatkan sebagai "Kampung Kaligrafi Indonesia bertaraf Internasional". Saya melakukan itu setelah saya bertahun -tahun berkeliling nusantara dengan berguru Kaligrafi, mengasah Seni Rupa terapan, mengikuti ratusan lomba dan menggondol ratusan prestasi baik juara kaligrafi tingkat kecamatan, Kabupaten, Propinsi, Nasional dan ASEAN.

Jika ada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang merupakan salah satu jenjang pendidikan menengah yang bertujuan mempersiapkan lulusannya bisa langsung bekerja. Maka PSKQ Modern adalah Pesantren Kejuruan yang memberikan bekal keahlian peserta didiknya/Santri memilki keahlian dan keterampilan dibidang Seni Kaligrafi dan Seni Rupa Islam Modern.

Hal ini sesuai dengan isi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pasal 3 mengenai tujuan pendidikan nasional dan penjelasan pasal 15 yang menjelaskan tentang pendidikan kejuruan adalah program pendidikan yang mempersiapkan peserta didik/Santri terutama untuk bekerja di bidang tertentu.

Seperti program yang sudah berjalan, setiap Santri PSKQ Modern diberi bekal tentang ilmu agama yang menjadi pupuk dan pondasi utama agar memiliki akhlaq yang lebih baik.

Santri-Santri PSKQ Modern diberikan wawasan dan pengetahuan yang luas dengan mempelajari banyak buku dan referensi secara rutin juga didorong dan dilatih agar bisa berwirausaha (memiliki jiwa enterpreneurship) atau kewirausahaan seperti usaha mandiri dengan berkarya Seni dan lainnya atau membuka usaha kuliner seperti Arjuna Resto sebagai usaha mandiri PSKQ Modern. 

Santri PSKQ Modern juga senantiasa dibekali landasan (basic) berupa pelatihan kerja atau biasa disebut dengan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) atau PPL (Pesantren Paktek Lapangan) misalnya dengan mengerjakan berbagai pekerjaan Kaligrafi atau Seni Rupa dimanapun lokasinya berada melalui CV. Assiry Art.

Sehingga lulusan Santri PSKQ Modern bukan menjadi pengangguran atau mencari pekerjaan tetapi justru Santri-Santri PSKQ Modern itu mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri sehingga bisa memberi manfaat untuk lingkungan di sekitarnya.

Ini selaras dan sejalan dengan dakwah yang dilakukan oleh Sunan Kudus yang populer disebut "GUSJIGANG". GUS (itu bagus akhlaqnya atau berperilaku baik), JI (pintar mengaji) artinya memiliki dasar ilmu dan pengetahuan dan intelektual yang memadahi, dan GANG (pinter dagang) yang mengandung arti memiliki daya kreatifitas yang tinggi dan inovatif dalam menciptakan lapangan pekerjaan atau menghidupkan dunia usaha/ bisnis.

Saat ini dan di masa-masa mendatang, jumlah lapangan kerja industri minim jumlahnya, sementara jumlah pengangguran lebih banyak. Dengan adanya PSKQ Modern yang memilki program Kejuruan tersebut tentu saja akan membuka lapangan kerja dengan jumlah SDM yang berpotensi semakin banyak jumlahnya. Esensinya, belajar di PSKQ Modern menjadi lebih terarah. 

Merantau, belajar, kemudian pulang kampung untuk membangun kampung adalah cara terbaik bagi kita agar bisa menjadikan kampung kita lebih semarak. Mungkin kita adalah termasuk sebagian orang yang kurang memperhatikan keadaan kampung kita misalnya kondisi Sekolah atau Pesantren disana yang serba kekurangan. Entah itu kekurangan tenaga pengajar, murid-murid bahkan fasilitasnya yang jauh dari kata lengkap.

Di kampung halaman, terkadang kita akan menemui sekelompok warga penganggguran, kurang cukupnya kebutuhan hidup akibat PHK merupakan penyebab dari kurangnya kemampuan mereka dalam berwirausaha. Bahkan, para petani pun sering mengalami gagal panen jika tidak dibarengi dengan pengetahuan serta fasilitas yang seharusnya wajib terpenuhi.

Nah, dalam keadaan itulah harusnya kita semua ikut mengambil peran dalam memakmurkan kehidupan warga di sekitar. Mau yang lulusan Pesantren, lulusan Sarjana atau tidak dari dua-duanya. Apapun bidang profesi dan jurusan mereka, entah itu dari pendidikan, pertanian, ekonomi. Lulusan Pesantren pun sudah sepatutnya turut memberikan kontribusi yang lebih baik. Jika mereka semua sudah mempraktekannya, otomatis ilmu yang didapat di bangku kuliah atau di Pesantren sudah benar-benar bermanfaat dalam kehidupan nyata.

Jika ada kampung Inggris di Pare Jatim, di Jelekong Bandung Jabar ada Kampung lukis, maka di Kudus Jawa Tengah pun ada Kampung Kaligrafi Indonesia "PSKQ Modern". Bukankah setiap keahlian, prestasi, dan kemampuan yang besar pasti akan mendatangkan tanggung jawab yang besar. 

Ini saya sikapi secara positif dan optimis. Jika saya dahulu tergiur dengan tawaran Pemerintah Brunai Darussalam untuk menjadi Penulis Kaligrafi dengan tawaran gaji tinggi di Kementerian agama Brunai Darussalam (Hal Ehwal Ugama) ketika menggondol Juara 1 untuk semua khoth yang dilombakan pada lomba Kaligrafi tingkat ASEAN pada th. 2002 dan 2006 (Tsulust, Diwani, Riqah, Naskhi) mungkin saat ini tidak akan pernah ada PSKQ Modern yang terus mengkader para Santri hingga bisa berprestasi dikancah Nasional dan Internasional.

Saya masih memilki prinsip yang kuat bahwa hujan batu di negeri sendiri lebih mulia daripada hujan emas di Negeri orang lain. Pestasi dan penghargaan Kaligrafi ASEAN dan penghargaan MURI pembuatan patung Stereofoarm tinggi 16 m th. 2003 yang saya dapatkan itu menjadikan tekad saya semakin berkobar untuk mengembangkan dan menaburkan virus-virus kaligrafi dan Seni Rupa kepada siapa saja meskipun tempatnya di pelosok kampung.

Keberadaan PSKQ Modern ditengah -tengah padatnya penduduk yang mayoritas berprofesi petani, buruh pabrik dan sebagian kecil pegawai swasta, membuat PSKQ Modern menjadi aneh, asing dan berbeda. Bahkan diawal-awal ketika saya mengajar kaligrafi banyak orang-orang sekitar yang "nyinyir" terhadap saya.
"Belajar kaligrafi itu mau buat apa, bukannya bekerja malah corat-coret kertas buang-buang duit". Bahkan pernah ada murid saya yang kebetulan tetangga saya dipaksa pulang oleh kakaknya ketika belajar kaligrafi karena menganggap kaligrafi itu tidak jelas nasib dan masa depannya. Tetapi saya adalah karang yang tidak gampang terkoyak hanya terkena deburan ombak cacian dan makian.

Menjadi sebuah kebanggaan dan tantangan bagi saya sampai sekarang ini bisa melakukan gebrakan dengan kendaraan PSKQ Modern bisa mengkader dan mengajarkan kaligrafi dimanapun berada. Misalnya melakukan kontrak kerja sama untuk mengajar dan mengisi Workshop Kaligrafi 5 th di Kampus UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah. Juga menandatangani kontrak kerjasama untuk mengisi Workshop Kaligrafi di UIN Sunan Kalijaga Jogya.

Bahkan alhamdulillah dari induk PSKQ Modern, tepatnya disekitar Desa undaan tempat PSKQ Modern berdiri lahir sanggar-sanggar, workshop kaligrafi dan Seni Rupa yang bermunculan bagai jamur di musim hujan. Dari pengkaderan dan kursus-kursus yang diadakan PSKQ Modern dan Assiry Art berdirilah sanggar-sanggar dan workshop Seni Kaligrafi dan Seni Rupa terapan seperti Ornamen GRC, Ukir Kayu Kaligrafi, pertukangan, arsitektur bangunan yang terus mengalami peningkatan pembangunan. Sebut Saja Sanggar Kaligrafi Gallery Annasr, Farraz Art, Java Art, Ghaza art, Sururi Art, Omzet Art, Adzauq, Studio 13 dan lainnya.

Ditambah banyak Santri dan kader-kader PSKQ Modern yang menjuarai even lomba Kaligrafi tingkat Propinsi, Nasional dan Internasional dengan mendapatkan hadiah umrah, ONH /Haji gratis, membuat warga kampung semakin bersemangat dan ikut andil dalam perkembangan dan kemajuan PSKQ Modern.

Sudah waktunya kita mengantisipasi dan terus melakukan upaya pengurangan arus urbanisasi ke kota-kota besar. Jangan biarkan anak-anak muda merantau sampai terlunta-lunta di kota-kota besar, terutama bagi mereka yang belum memiliki ketrampilan dan keahlian.

Sudah seharusnya kita percaya bahwa kampung halaman masih memiliki potensi untuk mensejahterakan warganya, selama kita tahu bagaiamana cara mengelolanya. PSKQ Modern menyadari betul bahwa life skill, keahlian atau keterampilan menjadi senjata utama untuk menghadapi era global dan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang sudah berjalan. Bagaimana kita bisa bersaing dengan Dunia luar jika cuma ijazah Sarjana saja yang kita andalkan sedangkan Kita tidak memilki kapasitas dan keahlian atau keterampilan apapun. Jauh sebelum MEA dicanangkan PSKQ Modern sudah lebih awal mengkader, membina, membekali keterampilan dan keahlian kaligrafi, lukis, desain intetior, Seni arsitektur dan lainnya yang sejalan dengan program kemandirian yang digalakkan dan disosislisasikan oleh Pemerintah RI.

Percayalah bahwa kesuksesan itu akan datang, selama kita masih memiliki niat dan tekad untuk selalu berbuat baik kepada siapa saja. Jangan terlalu bimbang dalam menentukan masa depan. Setelah banyak prestasi dibidang apa saja dan menyandang gelar sarjana, akan lebih baik dan afdhal jika kita pulang untuk membangun kampung halaman adalah salah satu keputusan terbaik yang kita miliki.

Yang membuat kita menjadi besar bukan karena harta tetapi keberanian untuk terus berjuang.
Meminjam kata Kahlil Gibran yang indah dan menginspirasi "Nilai seseorang itu ditentukan dari keberaniannya memikul tanggung jawab, mencintai hidup dan pekerjaannya.
Untuk semuanya yang telah banyak membantu PSKQ Modern hingga terus berkembang pesat.
I cannot give anything to you, I can only say thank you. May your goodness get the best reward from the God. I love You.....
===============================================================================
Ilustrasi:
1. Inilah Suasana Kampung Kaligrafi Indonesia PSKQ Modern ketika dikunjungi Camat kecamatan Undaan Bp.Drs. Catur Widiyanto, M.Si, saat meninjau kebersihan kampung dan berkunjung ke PSKQ Modern.
2. Kunjungan Bupati Kudus Bp.Musthofa dan Jajaran Staff PEMDA Kudus yang sedang memberi apresiasi terhadap Karya-Karya Assiry Art dan Santri -Santri PSKQ Modern saat pameran Kaligrafi di Balai Desa Undaan Lor, sekaligus beliau memesan untuk dibuatkan Kaligrafi ukuran jumbo di Kantor Bupati dan di kediamannya.
Muhammad Assiry, 2016
Pengasuh PSKQ Modern.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top