Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

PSKQ Modern, 03 Oktober 2016


Pengertian 
 
Kata kaligrafi berasal dari bahasa Yunani kallos berarti keindahan dan grafien sama dengan menulis. Sedangkan kaligrafi pada bahasa Jepang yaitu Nihongo (日本語) yang artinya seni menulis dengan pena yang indah yang bertujuan sebagai hiasan. Jadi Seni Kaligrafi adalah seni menulis denga rapi dan indah, atau aksara yang sudah dibentuk dengan menonjolkan keindahan yang terdapat pada bentuk huruf yang telah dimodifikasi sehingga mempunyai nilai estetika. 

Dalam kebudayaan Islam, kaligrafi merupakan salah satu bentuk keindahan Alquran yang disebut seni Khath. Kaligrafi dalam bahasa kita sering diasosiasikan terhadap tulisan Arab. Hal ini dikarenakan bahasa indonesia tidak mempunyai keaksaraan yang kuat, sehingga tulisan indah dalam bahasa Indonesia hampir tidak ada (tulisan memang ada, tetapi tidak mementingkan unsur keindahan aksara). Padahal tidak semua tulisan tangan yang indah itu bisa disebut dengan kaligrafi.

Sejak ditemukan kertas sebagai media tulis, seni kaligrafi berkembang sangat pesat diberbagai belahan dunia, misalnya di Tiongkok, Jepang dan Eropa budaya menulis kaligrafi menjadi ciri khas para terpelajar. Pada saat itu kaligrafi mengiringi perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan bermodalkan sebuah kuas dan tinta, para sarjana di Tiongkok menorehkan puisi ke selembar kertas. Catatan-catatan penting di zaman Renaissance juga ditorehkan di dalam sebuah buku. Kini perkembangan tulis menulis sudah mulai bergeser. Sejak memasuki era digital dengan diperkenalkannya sistem operasi komputer, seolah-olah kaligrafi sudah menjadi barang “jadul” nan usang. Bentuk dan ukuran huruf (font) bisa peroleh dengan menggunakan aplikasi (software) dan bisa di cetak dengan mesin (printer), sehingga bentuk-bentuk huruf sudah bervariasi dan mudah dibuatnya. 


Macam-Macam Gaya Tulisan Kaligrafi

Kaligrafi sebagai sebuah seni tulis yang bernilai seni tinggi, memiliki aturan dan teknik khusus dalam penulisannya. Terdapat pula aturan-aturan terhadap pemilihan warna, bahan tulisan, medium, hingga jenis pena. Secara teknis, kaligrafi juga sangat bergantung pada prinsip geometri dan aturan tentang keseimbangan. Aturan keseimbangan ini secara fundamental didukung oleh huruf alif dan titik yang menjadi penanda dan pembeda bagi beberapa huruf Arab. Meski dalam perkembangannya muncul ratusan gaya penulisan kaligrafi, tidak semua gaya tersebut bertahan hingga saat ini. Setidaknya ada sembilan gaya penulisan kaligrafi yang populer yang dikenal oleh para pecinta seni kaligrafi
1. Kufi

Gaya penulisan kaligrafi ini banyak digunakan untuk penyalinan Alquran periode awal. Oleh sebab itu gaya kufi ini merupakan model penulisan paling tua di antara semua gaya penulisan kaligrafi. Gaya ini pertama kali berkembang di Kota Basrah dan Kufah, Irak. Gaya penulisan kaligrafi ini diperkenalkan oleh Bapak Kaligrafi Arab, Ibnu Muqlah, yang memiliki karakter huruf sangat kaku, patah-patah, dan sangat formal. Gaya ini kemudian berkembang menjadi lebih ornamental dan sering dipadu dengan ornamen floral. Dari kata Kufah maka tulisan ini dikenal dengan Kufi.

2. Tsuluts


Seperti halnya gaya Kufi, kaligrafi gaya Tsuluts diperkenalkan oleh Ibnu Muqlah yang merupakan seorang menteri (wazii) di masa Kekhalifahan Abbasiyah. Kaligrafi gaya Tsuluts sangat ornamental, dengan banyak hiasan tambahan dan mudah dibentuk dalam komposisi tertentu untuk memenuhi ruang tulisan yang tersedia. Karya kaligrafi gaya Tsuluts bisa ditulis dalam bentuk kurva, dengan kepala meruncing dan terkadang ditulis dengan gaya sambung dan interseksi yang kuat. Karena keindahan dan keluwesannya ini, gaya Tsuluts banyak digunakan sebagai ornamen arsitektur masjid, sampul buku, dan dekorasi interior.

3. Nasakh atau Naskhi


Gaya Naskhi ini merupakan modifikasi dari Thuluth dengan memperkenalkan ukuran-ukuran yang kecil dan halus, sederhana, nyaris tanpa hiasan tambahan, sehingga mudah ditulis dan dibaca. Karena jenis ini relatif sangat mudah dibaca dan ditulis, paling banyak digunakan oleh para muslim dan orang Arab di belahan dunia.

4. Ta'liq/Farisi

Ta'liq artinya menggantung, gaya tulisan ini terkesan menggantung. Seperti tampak dari namanya, kaligrafi gaya Farisi dikembangkan oleh orang Persia (Iran).Ta'liq disebut juga Farisi, termasuk gaya tulisan yang sederhana dan digunakan sejak awal abad ke-9. Kaligrafi Farisi sangat mengutamakan unsur garis, ditulis tanpa harakat, dan kepiawaian penulisnya ditentukan oleh kelincahannya mempermainkan tebal-tipis huruf dalam ‘takaran’ yang tepat. Gaya ini banyak digunakan sebagai dekorasi eksterior masjid di Iran, yang biasanya dipadu dengan warna-warni arabes

5. Ijazah (Raihani)


Gaya Ijazah (Raihani) merupakan perpaduan antara gaya Tsuluts dan Naskhi, yang dikembangkan oleh para kaligrafer Daulah Usmani. Gaya ini digunakan untuk penulisan ijazah dari seorang guru kaligrafi kepada muridnya. Karakter hurufnya seperti Tsuluts, tetapi lebih sederhana, sedikit hiasan tambahan, dan tidak ditulis secara bertumpuk (murakkab), selain itu huruf - hurufnya agak lebih lebar dan panjang serta ditambah dengan tanda - tanda syakal. Gaya tulisan ini adalah satu - satunya yang paling fleksibel , elastis dan mudah dibentuk untuk disesuaikan dengan tempat tanpa menhilangkan keasliannya.

6. Riq’ah

Pertama kali diperkenalkan oleh seorang master kaligrafer bernama Imam Muqlah pada abad ke-10. Kaligrafi gaya Naskhi ini paling sering digunakan umat Islam untuk menulis naskah keagamaan maupun tulisan sehari-hari. Gaya Naskhi termasuk gaya penulisan kaligrafi tertua.  gaya kaligrafi ini sangat populer digunakan untuk menulis mushaf Al Quran sampai sekarang.


Kaligrafi gaya Riq’ah merupakan hasil pengembangan kaligrafi gaya Naskhi dan Tsuluts. Sebagaimana halnya dengan tulisan gaya Naskhi yang dipakai dalam tulisan sehari-hari. Riq’ah dikembangkan oleh kaligrafer Daulah Usmaniyah, lazim pula digunakan untuk tulisan tangan biasa atau untuk kepentingan praktis lainnya. Karakter hurufnya sangat sederhana, tanpa harakat, sehingga memungkinkan untuk ditulis cepat.

7. Diwani

Gaya kaligrafi Diwani dikembangkan oleh kaligrafer Ibrahim Munif. Kemudian, disempurnakan oleh Syaikh Hamdullah dan kaligrafer Daulah Usmani di Turki akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16. Gaya ini digunakan untuk menulis kepala surat resmi kerajaan. Karakter gaya ini bulat dan tidak berharakat. Keindahan tulisannya bergantung pada permainan garisnya yang kadang-kadang pada huruf tertentu meninggi atau menurun, jauh melebihi patokan garis horizontalnya. Model kaligrafi Diwani banyak digunakan untuk ornamen arsitektur dan sampul buku.

8. Diwani Jali


Kaligrafi gaya Diwani Jali merupakan pengembangan gaya Diwani. Gaya penulisan kaligrafi ini diperkenalkan oleh Hafiz Usman, seorang kaligrafer terkemuka Daulah Usmani di Turki. Anatomi huruf Diwani Jali pada dasarnya mirip Diwani, namun jauh lebih ornamental, padat, dan terkadang bertumpuk-tumpuk. Berbeda dengan Diwani yang tidak berharakat, Diwani Jali sebaliknya sangat melimpah. Harakat yang melimpah ini lebih ditujukan untuk keperluan dekoratif dan tidak seluruhnya berfungsi sebagai tanda baca. Karenanya, gaya ini sulit dibaca secara selintas. Biasanya, model ini digunakan untuk aplikasi yang tidak fungsional, seperti dekorasi interior masjid atau benda hias


9. Moalla 
Walaupun belum cukup terkenal, gaya kaligrafi Moalla merupakan gaya yang tidak standar, dan tidak masuk dalam buku panduan kaligrafi yang umum beredar. Meski tidak begitu terkenal, kaligrafi ini masih masuk dalam daftar jenis-jenis kaligrafi dalam wikipedia Arab, tergolong bagian kaligrafi jenis yang berkembang di Iran. Kaligrafi ini diperkenalkan oleh Hamid Ajami, seorang kaligrafer kelahiran Teheran.

Sumber :
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kaligrafi, diakses tanggal 9 Juli 2015
  • http://artkimianto.blogspot.com/2009/06/pengertian-kaligrafi-secara-umum.html, diakses tanggal 9 Juli 2015   
  • http://majlisdzikrullahpekojan.org/sains-islam/seni-dan-gaya-penulisan-kaligrafi.html, diakses 9 Juli 2015 
  • https://www.facebook.com/KaligrafiAluminium/posts/360472247392855, diakses tanggal 9 Juli 2015 
  • http://wayang.wordpress.com/2010/03/12/semar/, diakses tanggal 9 Juli 2015 
  • http://primecorpus.com/gallery/341, diakses tanggal 9 Juli 2015 
  • http://kaligrafiarabjepara.blogdetik.com/, diakses tanggal 9 Juli 2015 
  • http://budayajaya.com/kaos-oblong-kaligrafi-arab, diakses tanggal 9 Juli 2015 
  • http://iwan4gallery.blogspot.com/p/seni-kaligrafi.html, diakses tanggal 9 Juli 2015 
  • http://rudiprasojo.wordpress.com/2013/04/10/berbagai-gaya-penulisan-kaligrafi/, diakses tanggal 21 Januari 2015 
  • http://noqtahcalligraphy.indonetwork.co.id/group+112942/dekorasi-kaligrafi.htm, diakses tanggal 21 Januari 2015
  • http://artikel-kaligrafi.blogspot.com, diakses tanggal 21 Januari 2015
  • http://artman1llg.blogspot.com/2008/12/pengertian-kaligrafi.html 
  • http://www.lembagaqurani.com/2009/11/macam-macam-kaligrafi.html 
  • http://arisandi.com/pengertian-kaligrafi/ 
  • http://panduankaligrafi.blogspot.com/ http://hasyimibrahim.wordpress.com/tag/teknik-kaligrafi
  • https://habibialisyahbana.wordpress.com/download/kaligrafi/
  • http://setohandoko.blogspot.co.id/p/seni-kaligrafi.html


About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top