Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 2016



Hammu Fauzi Pria asal Pemalang, Jateng ini memang sudah terjangkit virus "gila". Meskipun memang sepertinya ia sudah gila atau anggap saja terindikasi gejala gila. Tapi disini bukan "gila" atau "sinting" betulan tapi ia gila karena sukses memainkan perannya sebagai "pendekor kaligrafi Masjid khususnya di daerah Pemalang.

Sebulan di PSKQ Modern waktu Pesantren Ramadhan lalu, ia mengikuti materi saya yakni belajar cara gila menjadi kaligrafer Masjid. Ehh...ternyata ia mampu membuktikan bahwa kegilaannya itu betul -betul telah dibuktikannya dengan "ngamuk" membuat dekorasi Kaligrafi Kubah dan dinding dibeberapa Masjid meskipun baru area Pemalang Jateng.

Saya bersyukur "virus-virus gila" untuk menebarkan keindahan Kaligrafi PSKQ Modern terus menjangkiti anak -anak muda seusia Hammu Fauzi yang masih bertengger pada usia 19 th. Hanya saja mukanya memang sedikit boros mungkin karena jarang mandi. Seniman itu kalau jarang mandi akan semakin hebat dan sakti. hehhee.... (ini bercanda jangan diamalkan).

Tapi tak apalah justru kalau mukanya "imut" dan "amit -amit" nanti pengurus-pengurus Masjid tidak yakin akan kapasitas dan Kemampuan Hammu Fauzi ini.

Belajar Kaligrafi memang butuh proses yang tidak sebentar, prinsipnya sambil belajar kaligrafi hingga mendapatkan ijazah dan Sanad tapi terus juga berlatih dan menorehkan karya -karya kaligrafi dimana saja. Adalah keniscayaan di PSKQ Modern bahwa Sanad dan ijazah Kaligrafi sebagai syarat Mutlaq yang harus dipenuhi dan didapatkan Santri. Karena tolok ukur bagus atau tidak, lulus atau tidak kaidah kaligrafi itu ditentukan langsung oleh guru -guru kaligrafi yang kompeten dan kapabel.

Beberapa waktu yang lalu Hammu bersama temannya yang luar biasa ganteng itu (mirip keponakan Ahok) datang ke Arjuna Resto, tiba -tiba dari dalam celananya ia mengeluarkan sesuatu, saya kira segepok uang, setelah dibuka ternyata ia memberikan rokok 2 bungkus kepada saya. "Seperti Dukun saja bawa rokok segala", kataku. meskipun rokok itu saya kantongin meskipun pura -pura saya bilang" ah jangan repot-repot".

Ia panjang lebar berbagi cerita bahwa ia habis dapat tender kaligrafi kubah di daerah Pemalang Jawa Tengah dengan total borongan jasa 186 jt.  Belum sempat duduk di kursi, Hammu bertanya kepada saya "kenapa yah Pak ko saya dulu ke PSKQ, saya itu tersesat apa memang itu takdir saya ?"

Saya terdiam sejenak kemudian duduk dan nyruput kopi Arjuna yang sepertinya mulai dingin dan membakar rokok biar rokok tersebut tidak membunuh saya. maka saya rajin membunuh rokok itu dengan terus membakarnya, heehhee...

"Kalau kita bicara essensi dari pertanyaanmu maka jawaban yang paling bijak adalah yah karena drimu itu diperjalankan oleh Allah, digerakkan hatimu untuk menjadi utusan Tuhan yg kelak akan menjaga kalam suci Allah agar tetap lestari dan abadi. Begitu jawab saya sambil menepuk pundaknya.

"Bisa jadi dulu jika tanpa jasa para Tahfid dan Kaligrafer mungkin Al Quran hanya akan menjadi dongeng pengantar tidur anak dan keturunan kita saat ini. Drimu dijadikan oleh Tuhan sebagai kaligrafer yang memberkahi dan memanfaati siapa saja itu sebuah anugerah tersendiri yang harus selalu disyukuri, ngga ada orang yang seenak Kaligrafer saat ini, lha kamu bisa menawarkan jasa kaligrafi dengan harga semaumu kadang bahkan tanpa ditawar. Mereka para pengurus Masjid mungkin takut kualat menawar jasa para kaligrafer".

Saya masih melanjutkan ngobrol ngalor -ngidul dengan Hammu Fauzi dengan terus mengingatkan agar Kita terus mendawamkan Shalawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW meskipun tidak mesti harus dengan puasa Dalail 1 atau 3 th seperti Santri -Santri PSKQ lainnya.

Sholawat yang kita baca itu adalah bagian dari kado dan hadiah cinta kita kepada beliau. Bila ada makhluk dibumi ini yang paling menderita dan sengsara dialah Muhammad, yang membawa risalah Al Quran ini. Rasulullah harus mengorbankan apa saja yg dimilkinya, harta benda jiwa dan raganya digadaikan bahkan lebih dari itu, semuanya dikorbankan untuk kebaikan dan kebahagiaan ummatnya.

Sukses yah Hamu FauZzi....Amiin, Jangan lupa traktiran kambing guling di PSKQ Modern. Heehee.

=============================================================
Illustrasi: kubah motif karya Kader PSKQ Modern Hammu Fauzi Pemalang Jateng, Oktober 2016.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top