Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

assiry 23 Agustus ,2013

Anda pasti tahu, apa itu topeng. Ya, topeng adalah alat untuk menutupi wajah asli agar tidak terlihat atau terlihat beda. Dengan adanya topeng, seseorang bisa memilih bentuk wajah yang hendak ditampilkan. Ada wajah yang rupawan, ramah, lucu, murung, marah, sedih ataupun seram bin menakutkan. Yang jelas, orang lain tidak mampu menebak warna asli dari wajah si pemakai topeng.

Dalam film, sering menampilkan superhero atau pahlawan bertopeng. Macam Zorro, Spiderman, atau The Mask Rider. Sebab mereka mengenakan topeng seragam kompak, agar jati dirinya tidak diketahui orang lain. Seolah-olah film jenis pahlawan bertopeng ini hendak menampilkan pesan yang serupa: berbuat baiklah dengan tangan kananmu, jangan sampai tangan kirimu tahu. Yah, begitulah kira-kira.

Lain di dunia film, lain pula dalam dunia kajahatan. Para penjahat (maling, perampok dan rekan serta sahabatnya), biasa menyembunyikan wajah aslinya di balik topeng. Sehingga orang lain (korbannya) bisa salah duga. Ternyata pelaku kejahatan tersebut adalah orang dekat korban. Bisa tetangga, saudara, rekan bisnis, atau orang dalam pada suatu perusahaan. Saat itu, topeng telah menjadi pemisah dua identitas yang berbeda pada diri orang yang sama.

Namun ada topeng yang lebih canggih lagi. Topeng ini tidak terlihat. Orang lain tidak saja tidak mampu menebak apa warna wajah asli si pemakai topeng, tapi juga ia terkecoh soal ada-tidaknya topeng tersebut. Karena siapa pun, sulit untuk membedakan. Apakah seseorang sedang memakai topeng atau sedang menanggalkannya.

Kita akan mengira seseorang begitu ramah, padahal ia seorang pemarah. Kita kadang mengira ia seorang pejuang tangguh, padahal ternyata tak lebih dari seorang opportunis. Atau kita mengira seseorang begitu dermawan, ternyata ia sedang mencuri kesempatan. Kita mengira seseorang sebagai pembela rakyat, padahal sesungguhnya ia seorang pencuri bermental bejat. Yang parah adalah ketika kita mengira bahwa seseorang itu alim dan santun ternyata "ngacengan" dan jelalatan.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top