Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 2016

Jika ada yang bertanya hari ini "Berapa banyakkah selfie yang dihasilkan pada saat gerhana matahari tadi pagi?"
Saya berani jamin tidak ada yang bisa menghitungnya bahkan mungkin sekaliber Jin Ifrit pun yang konon memilki kesaktian memindahkan kerajaan Ratu Balqis sebelum Nabi Sulaeman beranjak berdiri (sekelebat saja) saya yakin iapun tidak akan sanggup memperkirakan dan menghitung berapa jumlah orang yang selfie saat momen gerhana tiba.
Entah, dengan hadirnya telepon-telepon canggih, sulit diprediksi berapa banyak foto selfie akan diproduksi pagi tadi.
Saya adalah salah satu orang yang paling yakin bahwa telah terjadi selfie oleh bermilyar orang bahkan tak terhingga lagi yang telah mengabadikan peristiwa gerhana Matahari itu. Hitungan ini belum termasuk jumlah para demit, jin, malaikat, arwah marakahyangan juga bidadari juga yang ikut selfie entah mereka mengambil selfie sambil mandi atau sedang duduk -duduk ditaman surga, itu bukan ranah saya untuk memberikan informasinya. Mungkin anda bisa tanyakan kepada sumbernya langsung.
Tapi setidaknya saya sedikit bocoran karena dalam gambar saya menemukan foto seperti"puting" bidadari yang menutupi matahari. Tapi jangan anda simpulkan bahwa gerhana Matahari tersebut terjadi karena tertutup oleh bidadari yang lagi asik selfie.
Saya juga tidak tahu alasan pasti kenapa anda, pacar anda, teman, kerabat, mertua, atau pembantu, kuli, penjual gorengan dan siapapun itu beramai -ramai untuk mengabadikan momen gerhana itu dengan berselfie ria. Itu juga bukan hak saya untuk berbicara dan menganalisanya. Tetapi setidaknya moment seperti ini harus terus diadakan. Kalau tidak ada gerhana yahh kita mencoba bikin gerhana tandingan atau gerhana buatan yang penting kita bisa selfie itu tujuan utamanya.
Waktu saya masih kecil, ketika ada gerhana para lelaki di desa akan sibuk membunyikan kentongan supaya matahari tidak lenyap disantap oleh Sang Batara Kala. Situasi di desa-desa di Jawa ketika itu dipastikan mencekam saat terjadinya gerhana matahari.
Bahkan seorang ibu yang hamil juga disuruh "ngumpet" di kolong meja biar kehamilannya tidak raib dimakan Batara kala. Pohon -pohon di gebug dengan kayu disuruh bangun biar terus terjaga dari pengaruh negatif batara kala. Jika ada pohon kelapa yang ngga bisa berbuah maka bisa disimpulkan itu karena dimakan batara kala. Jika ada perempuan tiba tiba hamil tanpa suami berarti itu juga anak dari batara kala.
Tentunya ini hanya cerita fiktif dan tidak berdasar atas ilmu. Meskipun takhayyul tetap juga indah dan terasa kaya budaya kita.
Kini, ilmu pengetahuan memang telah makin maju. Ilmuwan makin memahami fenomena gerhana matahari bahkan memprediksi lintasan dan waktunya dengan tepat.Setelah tahu bahwa gerhana disebabkan fenomena geometri, ketakhayulan menjadi tak dibutuhkan.
Fenomena geometris Gerhana Matahari diterima, tapi lakon Matahari dimakan Batara Kala tetep diperlukan sebagai bumbu biar greng dan mak nyus.
Supaya menjadi bagian dari "kekinian" tentu saja sebagian warga "pemburu" gerhana matahari semuanya berbondong-bondong untuk mengambil foto diri sendiri alias selfie dengan latar belakang langit yang diimbuhi gerhana matahari. Inilah fenomena ke-alay-an baru yang ternyata makin semarak. Sudahkah anda foto selfie dengan gerhana tadi pagi?.......

Illustrasi:
Diduga foto diambil dari wilayah Balik papan dan sekitarnya saat gerhana tiba.
Beberapa ilmuwan mengatakan ini adalah sosok bidadari yang tertangkap kamera saat ikut selfie gerhana Matahari.

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top