Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 27 Desember 2015


Seni Kaligrafi adalah seni yang indah dan universal. Bisa dipelajari oleh siapa saja, dari bangsa, ras, suku, maupun agama apa saja. Terbukti seorang yang berkebangsaan Iraq sebut saja WISSAM SHAWKAT, seorang yang beragama Kristen tapi sangat piawai menorehkan karya-karya kaligrafi yang sangat memukau indahnya.

Beberapa kali juga menjuarai event lomba kaligrafi tingkat Dunia. Jian "wedus" tenan, Duh jan paijan....heheehe, kalah aku. Ada yang unik, justru banyak karyanya yang diambil dari teks-teks ayat Al Quran dan bukan dari teks injil yang berbahasa arab.

Masak kita yang muslim malah ndak mau belajar, mau belajar tapi ndak mau istiqomah......cuma sekadar iseng dan ndak serius. malu dung sama Om Wissam Shawkat.  Upp maaf......Banyak sihhhh di Indonesia bahkan jumlahnya ribuan yang katanya belajar kaligrafi. Tapi sayang banget kualitasnya jauh jika dibandingkan dengan kualitas karya Si Wissam yang kristen ini. Ini bahkan sangat memprihatinkan.

Sebagai bukti, pada tgl 8 Desember 2015 saat diumumkan para pemenang kaligrafi lomba tingkat Nasional di Bayt Quran, dari yang juara 1 sampai juara favoritpun belum ada karya kaligrafi yang mampu menandingi kualitas karya Si Wissam Sawkat yang kata banyak orang dia "KAFIR" karena bukan Muslim.....baik dari kekuatan kaidah huruf, keindahan komposisi, dan lainnya, Terasa teriris sembilu hati saya ketika melihat langsung karya -karya seluruh peserta saat menjadi salah satu dewan Juri lomba tersebut.

Duhhh ironinya kualitas kaligrafi di Indonesia. Ini jujur lho, jangan sampai ada yang tersinggung omongan saya ini. Ini fakta, katanya kaligrafi itu warisan Islam tapi kenapa kita kalah kualitas dengannya? Ini pertanyaaan yang ndak perlu dijawab, cukup anda benturkan kepalamu di dinding atau apa saja saja biar pecah dan dari dalam isi otak itu muncul jawaban atas pertanyaan saya ini.

Jika kita sudah mulai ogah, malas-malasan, belajar kaligrafi saja ndak mau sabar dan telaten. Mau sih belajar tapi niatny cuma untuk MTQ, Duh Gustii.....terlalu rendah nilai kaligrafi jika dibandingkan dengan hadiah juara MTQ.
 
Yah tunggu saja warisan budaya islam yang paling adiluhung ini berpindah dan diakui orang -orang yang bukan muslim. Terus sampean jangan "mencak -mencak, dan misuh atau ngumpat" jika itu terjadi entah dua, lima, atau sepuluh tahun kedepan.

Kalau bukan kita, terus siapa lagi yang mencintai budaya islam. Cara mencintainya tentu dengan belajar yang tekun hingga mendapatkan ijazah dan sanad metode Turki Usmani dari para Master yang kapabel dari Turki seperti Ustaz Daud Bektasy, Ustaz Hasan celebi, Ustaz Farhad Kurlu, Ustaz Sahryansyah, dll.

Metode Turki Usmani adalah metode belajar kaligrafi yang sudah diakui di dunia islam, Seperti yang diterapkan di PSKQ Modern dan juga Sakal Jombang melalui Ustaz Hamid Bilaid. Semoga sanggar yang lain ikut berbenah.
 
Ayo mari terus belajar kaligrafi hingga lulus dan ijazah. Nanti kalau sudah wisuda dan berijazah dari Master-master dari Turki tentu kualitas karya kaligrafi kita bisa seperti punya Wissam Shawkat bahkan lebih dari itu.......mau?

About Muhammad Assiry

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top