Assiry gombal mukiyo, 31 Desember 2014
Suatu malam, Muhammad SAW. pulang dari masjid terlalu malam, tapi nampaknya Aisyah sudah terlelap dalam tidur . Muhammad SAW. tidak membangunkannya, justru memilih tidur di depan
pintu. Ketika menjelang Subuh, Aisyah terbangun kemudian membuka pintu
dan alangkah terkejutnya melihat suaminya tertidur didepan pintu gubug
kecilnya. Muhammad SAW. tidaklah marah, justru memeluk Aisyah dengan
berbisik dan berujar " Ya Khumaira (sang
cantik yang berpipi kemerahan), mohon maaf tadi malam aku terlambat
pulang". Begitu teduh dan romantisnya Nabi memperlakukan perempuan.
Sekecil apapun dalam setiap persoalan dalam urusan rumah tangga tentu
bisa dicari dan diselesaikan jalan keluarnya tanpa harus dengan cara
-cara kekerasan apalagi dengan mengatas namakan agama ataupun moral
hanya karena anda menjadi imam/pemimpin dalam sebuah keluarga.
Inilah bukti keteladanan Rasul dalam memperlakukan perempuan yang ketika
itu sangat terpuruk dan jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.Siapapun dirimu, Presiden, Pejabat pemerintahan, Menteri ataupun engkau
yang hanya tukang becak, tukang rongsokan, ataupun petani,
perlakukanlah perempuan dengan hormat dan sopan.
Islam harus
dikembalikan ke semangat awalnya mengentaskan perempuan dari
diskriminasi dan subordinasi, setara dengan lelaki.Kini, salah
satu hal yang kontradiktif dalam budaya Arab adalah bagaimana lelaki
disana memuja-muja Tuhan, namun secara bersamaan mereka berbondong
-bondong melakukan suatu tindakan tidak manusiawi terhadap perempuan.
Salah satu contoh adalah budaya memukul istri jika istri memiliki
kesalahan, merampas hak dan tidak memanusiakan para TKW misalnya.
Bahkan hal semacam ini dibenarkan dalam budaya Arab, padahal menurut
ajaran Islam, memukul istri adalah satu langkah terakhir untuk
mengingatkan istri pada kesalahannya.Langkah terakhir yang sebisa
mungkin harus dihindarkan.
Permasalahan Perempuan di Arab adalah
masalah kebudayaan masyarakat Arab. Budaya patriarki begitu mendominasi
dalam setiap sendi kehidupan. Suara-suara perempuan dibungkam begitu
rupa atas nama tradisi dan agama.Menapak tilasi ajaran dan perilaku Nabi yang menjadi" uswatun hasanatun" tapi kian hari makin tercampakkan.

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih
0 Komentar