Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal Mukiyo, 27 Oktober 2014

Hidup ini tidak tergantung anda kaya atau miskin, tidak tergantung anda sarjana atau bukan, tidak tergantung anda itu hebat atau tidak hebat, (tapi) tergantung pada ketepatanmu meletakkan diri- dirimu di depan Tuhanmu.

Kalau engkau tepat meletakkan diri maka anda hidup dalam tingkat yang lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama. Prioritas utama dalam hidup ternyata adalah bagaimana memiliki posisi yang setepat mungkin di hadapan Tuhan.
Pikiran kita kemudian diarahkan kepada sesuatu yang semestinya dan tidak dihabiskan untuk terbebani oleh sesuatu yang tidak layak menjadi beban. Berkonsentrasilah untuk melayani siapa saja dalam pekerjaan dan aktivitasmu.

Pelayanan kepada sesama adalah sesuatu yang pararel dengan ketepatan meletakkan diri di hadapan Tuhan.
Pelayanan kepada manusia merupakan bukti bahwa hubungan horizontal dan vertical tidaklah saling menegasikan. Dengan kata lain, bahwa kedekatan seseorang kepada Tuhan tidak menjadi alasan bagi seseorang untuk tidak melayani sesama, sekecil apapun bentuk pelayanan tersebut.

Salam hormat dan kagum saya kepada sahabat baik saya Sisilia Margaretha, Seorang Biarawati yang begitu getol dan semangat meneladankan sebuah makna pelayanan. Melayani siapapun yang membutuhkan, baik yang berbentuk sosial maupun pendidikan dan lainnya.

Kita cenderung sering mengedepankan prasangka buruk, bahwa kalau yang melakukan kebaikan itu bukan seagama dengan kita lantas menyebutnya sebagai modus, atau bahkan anda cenderung menolaknya karena alasan tertentu yang tidak jelas.

Inilah mindset atau cara berfikir kita yang perlu kita daur ulang(refresh).
Sejauh ia saya kenali, Sisilia Margareta bukan seorang yang dhalim. Untuk ini bahkan kita juga jangan lupa bahwa tidak sedikit di antara Kaum Muslimin, yang sudah bersyahadat, yang sudah rutin shalat, berpuasa dan berzakat, lebih dari itu bahkan sudah berhaji berkali -kali, tetapi terkadang atau sering, masih juga mereka melakukan kedhaliman ke sekitarnya.

Jangan memposisikan Tuhan sebagai “tukang karcis”. Jika Tuhan diposisikan sebagai “tukang karcis”, maka orang akan berdo’a Tuhan untuk menjadi kaya, pintar, dan hebat (meskipun orang semacam ini lumayan baik karena masih mengingat Tuhan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya). Artinya bahwa Tuhan tidak menjadi pertimbangan primer dalam hidup sehingga seseorang akan meletakkan dirinya sesuai dengan pertimbangan kekayaan, kepintaran, dan kehebatan tesebut.

About Elsya Vera Indraswari

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top