Slider[Style1]

PSKQ dalam Liputan

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Style6

Style7

Style8

Style9

Assiry gombal mukiyo, 2013
 

Dibalik jeruji hati
aku mengerlingmu penuh doa
berteduh di liang -liang yang kotor dan sampah berserak
Sampah dari kotoran dan pesingnya kencing masa silam
Langit tak lagi mengirimkan hadiah hujan
aku berkata "hujan akan mnyesal jika mengguyur hatiku"
biarlah kering dan tak pernah tersirami oleh apapun jua
disudut -sudut mata
aku aku bergelayutan disana
menggantungkan harap dan doa selaksa

dibalik jeruji hati
aku mengerlingmu penuh doa
engkau yang dulu adalah tiang bagi semesta
sekarang telah keropos dan dimakan usia
dan entah sekarang raib kemana?
aku saja tak pernah bersua
semenjak bapakmu,ibumu dan kakakmu berkata
''sudahlah pergi saja,jangan buat tiang di altar cinta"
aku tergopoh -gopoh,terseok rusukku patah binasa.
darahku beku mulutku debu dan asaku sempoyongan

dibalik jeruji hati
aku mengerlingmu penuh doa

ingatkah engkau saat kita berebut kursi Tuhan?
aku tersungkur di pelukan samudera yang tak beriak
sedangkan engkau terduduk tepat diatas pangkuanku.
jibril berkata sambil mengibaskan sayapnya menasehati kita
"wenehono sandangan marang wong kang wudhoh"
aku terhenyak, jika sekarang kita benar-benar kehabisan pakaian
kita tak sanggup membeli sekadar seutas kain.
orang pun mengira kita binatang jalang
bahkan beberapa orang menganggapku seperti iblis
sehinga setiap kali melihat wajah memarku mereka selalu berdoa
"Semoga aku dilindungi yang maha kuasa"
aku bahkan tak tau lagi cara mnangis dan mengusap duka

dibalik jeruji hati
aku mengerlingmu penuh doa

About Elsya Vera Indraswari

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung di Pesantren Seni Kaligrafi Al Quran, silahkan meninggalkan pesan, terima kasih


Top